Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Jangan pernah lari dari masalah Masyarakat

Jangan pernah lari dari masalah Masyarakat

Purwantoro
Purwantoro.S.Sos Sekretaris DPC PKB Kota Batam 

Batam,Sidaknews.com – Dengan pengalaman pahit yang telah lalu mengajari kita hal yang berbeda dari waktu ke waktu, hal ini disebabkan masalah didalam kehidupan masyarakat tak kunjung bisa selesai. Adapun penyebabnya adalah dari kebijakan dan mutu seorang pemimpin.

Kenapa bisa dikatakan begitu, pria yang bernama lengkap Purwantoro ini menjelaskan karena saat ini kita sangat membutuhkan seorang pemimpin maupun wakil rakyat yang betul-betul berkualitas, bersih, jujur dan amanah.

“Dari waktu ke waktu, kehidupan kita bukan semakin membaik namun makin diperparah. Hal ini menjadi pertanyaan bagi kita semua. Sehingga saat ini kita lebih membutuhkan seorang pemimpin yang tegas, amanah dan transparan.

Artinya tegas dalam mengambil keputusan yang mengutamakan kepentingan bersama, amanah dalam mengemban tugas, transparan dalam hal apapun termasuk anggaran dan tepat sasaran,” papar Purwantoro yang juga mengagumi sosok MHD Jeffry Simanjutak,SE selaku Ketua DPC PKB Kota Batam.

Selama ini bisa dinilai, seolah-olah pemimpin selalu lari dari masalah. Hal ini bisa dibuktikan, dengan adanya keluhan masyarakat tentang berbagai macam konflik ekonomi, selalu saja tidak ada solusi jangka panjang, melainkan hanya solusi sesaat saja.

“Keluhan itu banyak kita temui dilingkungan masyarakat, seperti kelangkaan gas, pembagian raskin, serta pendidikan yang kurang merata serta banyaknya jalan berlobang yang membahayakan pengendara.Dimana pemimpin dan wakil rakyat saat ini, seakan-akan menutup mata.

Namun kita juga tidak bisa menyalahkan para wakil tersebut, hanya saja mereka belum sepenuhnya untuk pro masyarakat, karena tidak meninjau langsung kelapangan,”tambahnya.

Purwantoro juga tak menampik bahwa masih ada beberapa wakil rakyat yang memang gigih berjuang untuk rakyat, hanya saja perbandingannya sedikit sehingga setiap mengambil kebijakan selalu kalah dengan voting suara. Dan juga, langkah mereka juga terhambat karena anggaran yang juga minim. Banyaknya infrastruktur yang diajukan, sehingga tidak seimbang dengan anggaran yang diputuskan.

Dan seharusnya, dengan anggaran minim tersebut bisa saja diakali asal ada komunikasi yang tepat. Salah satunya lebih mengutamakan fasilitas untuk masyarakat ketimbang belanja pegawai dan sebagainya.Hal ini dengan tegas dikatakan pria yang juga aktif sebagai Staf Ahli DPRD Kota Batam, bahwa selama ini tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dewan sudah mulai mengabur, terutama dari segi pengawasan anggaran.

Purwantoro“Sebenarnya fungsi pengawalan itulah yang harus dijaga ketat, agar apa yang telah dilakukan para wakil untuk mengajukan anggaran yang telah ditetapkan, bisa disalurkan ke berbagai bidang dengan tepat.

Inilah yang terjadi saat ini, karena kita mengajukan sebuah anggaran butuh pertimbangan meskipun terkadang keputusannya angkanya tidak sesuai dengan yang diharapkan, dan setelah anggaran telah jelas seakan acuh tak acuh, sehingga disinilah nantinya akan terjadi penyelewangan oleh oknum nakal,”terangnya.

Dengan beragamnya masalah yang ada saat ini, membuat hati Purwantoro terenyuh. Dan dengan tekad yang bulat, Ia pun ingin mengabdikan dirinya untuk masyarakat. Terlebih dirinya sendiri juga pernah merasakan hidup pas-pasan seperti yang dialami kebanyakan masyarakat saat ini.

“Sedih saya melihat nasib saudara-saudara kita yang masih jauh dari harapan, hal ini membuktikan betapa mereka sangat membutuhkan pemimpin serta wakil yang bisa memperjuangkan hak mereka,”Imbuhnya

Dengan mengendarai Partai Keadilan Bangsa (PKB), Ia pun ikut bertarung demi masyarakat di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 sebagai Caleg DPRD Kota Batam Dapil 3 (Sei Beduk, Nongsa, Bulang, Galang)nomor urut pertama. Ia pun memilih dapil ini dikarenakan wilayah ini lah yang masih jauh tertinggal dibandingkan dari wilayah lain seperti Batam Kota.

“Ya jelas jauhlah, Sei Beduk, Nongsa, Bulang, Galang itukan wilayah hinterland, yang pembangunannya belum merata serta banyak yang perlu dibenahi diwilayah tersebut. Salah satu yang saya katakan sebelumnya yakni kelangkaan gas, pembagian raskin, serta pendidikan dan masalah tenaga kerja.

Bahkan di Nongsa yang paling banyak dikeluhkan adalah masalah pendidikan serta upaya pariwisata tradisional, kuliner dan pemberdayaan nelayan. Insyaallah saya tidak akan pernah lari dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat, walaupun banyak masalah nantinya,”sambungnya.

Ia juga menambahkan, PKB ini merupakan kendaraan yang sangat pas untuknya. Karena partai ini berbasiskan Islam yang tradisional yang telah dilahirkan secara resmi oleh PBNU ( pengurus besar Nahdlatul Ulama ) yakni membela kaum yang lemah, adil dalam segala hal dan berbuat sesuai dengan syariat Islam yang lebih toleran dan tidak gampang menyalahkan dan membidahkan sesama muslim.

“Sejak tahun 2000 saya telah aktif di partai PKB, hal ini membuat saya yakin bahwa partai ini jelas arah dan tujuannya serta berbasiskan Islam tradisional yang kental. “paparnya saat ditemani adik kandungnya yang juga dosen di Universitas Putra Batam,Heri Nuryanto,S.kom MSI.
Terapkan “Kun Fayakuun”

Purwantoro.1Ada hal unik yang ada dalam diri Purwantoro, bahwasanya Ia menjadikan usaha untuk menjadi wakil rakyat dengan mengandalkan “Kun Fayakuun” artinya menyerahkan sepenuhnya ditangan Allah SWT. Karena menurutnya, jika niat untuk maju ini tulus untuk kepentingan umat, pasti akan dibantu oleh Sang Pencipta.
“Saya siap berbakti untuk masyarakat. “Kun Fayakuun” saya artikan 80 persen berserah diri dengan berdoa sedangkan 20 persennya usaha semaksimal mungkin dan mendengarkan kemauan masyarakat,”katanya.

Ia menambahkan, dirinya maju sebagai caleg ini didorong dari hati kecilnya.Dan yang paling berkesan dari dirinya adalah Ia selalu turun langsung ke lapangan, dari rumah satu ke rumah yang lainnya yang bertujuan tidak hanya berpromosi diri namun ingin menerima dan menyerap langsung aspirasi dari masyarakat.

Dengan kegigihannya tersebut pula yang membuatnya pantang menyerah. Ia juga bertekad akan mendahulukan kepentingan rakyat dibandingkan dengan dirinya.

“Kita ini hidup bersaudara baik umat Muslim maupun yang lain,PKB sangat plural menerima perbedaan agama suku dan ras, jadi kita harus lebih peka jika ada saudara yang susah, dan secara tidak langsung saya akan ikut merasa kesusahannya. Teringat kata kata gus dur “ jika kamu bisa berbuat baik maka lakukanlah dengan sepenuh hati dan jangan mengharap orang lain memberikan sanjungan.
Bahkan saya turun langsung door to door, agar saya bisa dengarkan langsung keluhan mereka. Dan terkadang ada juga yang tidak percaya bahwa saya seorang caleg, mereka kira saya tim sukses atau bahkan seorang sales. Bisa disimpulkan masyarakat banyak yang trauma akan perbuatan wakil yang sebelumnya, berjanji namun diingkari,”jelasnya.

Selain untuk menyerap aspirasi rakyat, pria ramah ini juga selalu memberikan pengarahan dan penjelasan tentang tugas wakil rakyat nantinya, sehingga masyarakat juga bisa paham. Jika ada caleg yang berjanji sudah pasti diluar tugas dewan nantinya, karena tugas dewan itu sudah diatur yakni Legislasi, Budgeting dan Pengawasan.

Purwantoro.2Masyarakat itu tidak semua pintar, sehingga kita sebagai calon wakil mereka, harus menjelaskan kinerja dewan sebenarnya. Dengan memberikan pendidikan politik, sudah pasti masyarakat akan tahu dan jeli memilih wakil mereka,karena caleg itu adalah cerminan kepribadian pemilih,”papar pria murah senyum ini.

Dan ia juga memaparkan, salah satu kinerja wakil rakyat itu adalah mengelola uang rakyat, jadi sudah seharusnya rakyat jangan mau dibeli dengan uang atau diberikan semen dan upaya menghalalkan segala cara serta dijanjikan sesuatu yang tidak pasti. “Kita perlu bekerja keras lagi, “kata pria yang aktif di partai cetusan Gus Dur ini.

“Politik itu mulia, jika itu dilakukan dengan tujuan mulia namun jika tujuannya berbeda sudah pasti artinya juga berbeda, tergantung diri caleg masing-masing. Dan menurut saya ada beberapa hal yang perlu dipunyai oleh wakil rakyat nantinya yakni 3i, punyai iman, punya ilmu dan benar-benar ingin mengabdi,”kata pria yang pernah menjadi wartawan ini mengakhiri.TIM

Check Also

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Desak Gubernur dan DPRA Selamatkan UUPA

Banda Aceh, sidaknews.com – Pasca pengesahan UU No 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *