Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Berita Foto » Jasman Harun Mantan Kadisdik Natuna Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Jasman Harun Mantan Kadisdik Natuna Dituntut 2,5 Tahun Penjara

-Terkait Kasus korupsi proyek pengadaan alat praktik dan peraga Disdik Natuna.

Jasman Harun Mantan Kadisdik Natuna Terdakwa kasus
Jasman Harun Mantan Kadisdik Natuna di tuntut 2,2 tahun penjara. (29/10) (fhoto:Rindu sianipar)

Tanjungpinang,sidaknews.com – Jasman Harun, mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Natuna dituntut selama dua tahun dan enam bulan penjara dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat praktik dan peraga Disdik Natuna tahun 201.

“Atas perbuatannya, kami mohon agar majelis hakim menjatuhkan hukuman selama dua tahun dan enam bulan kepada terdakwa,” papar jaksa yang dipimpin Bambang Wijayanto saat membacakan tuntutannya di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Rabu (29/10).

Selain hukuman badan, jaksa juga menuntut terdakwa dengan hukuman denda senilai Rp 50 juta subsider enam bulan penjara. Akan tetapi, Jasman Harun tidak dikenakan hukuman membayar uang pengganti kerugian negara yang timbul dalam kasus ini.

Menurut jaksa, ia terbukti bersalah melanggar ketentuan sebagaimana dalam dakwaan subsider pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 KUHP.

Selain Jasman, dalam kasus ini, tiga Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) atas nama Agus Ferdian yang menjabat sebagai ketua PPHP, Idrawadi sebagai sekretaris dan Tasimun sebagai anggota juga menerima tuntutan dari jaksa.

Akan tetapi ketiganya dituntut lebih ringan yakni masing-masing selama satu dan enam bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider enam bulan tanpa dikenakan uang pengganti. Ketiganya dinilai bersalah melanggar pasal 3 UU Tipikor.

Dua “Aktor Utama” Divonis Tinggi

Sementara dua orang yang dinilai sebagai “aktor utama” dalam kasus dugaan korupsi ini yakni Fredi Ferdianto alias Kim Tjhiu selaku pemilik toko penyedia barang, Asmadi sebagai Direktur CV Segi Lima Group dituntut lebih tinggi.

Asmadi selaku kontraktor pelaksana yang memenangkan proyek pengadaan barang dan jasa di Disdik Natuna senilai Rp 5 miliar ini dituntut selama lima tahun dan enam bulan penjara dan hukuman denda senilai Rp 200 juta subsider satu tahun penjara.

Selain hukuman badan, Asmadi juga dikenakan hukuman membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp 882 juta dan jika uang tersebut tidak dibayarkan dalam tenggang waktu satu bulan setelah putusan pengadilan.

“Maka bisa diganti dengan hukuman berupa pidana penjara selama satu tahun,” papar jaksa. Jaksa menilai Asmadi terbukti bersalah melanggar sebagaimana dalam dakwaan primer pasal 2 jo pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 KUHP.

Sedangkan Fredi Ferdian dituntut jaksa selama enam tahun dan enam bulan penjara dan denda Rp 200 juta subsider satu tahun enam bulan penjara. Selain hukuman badan dan denda, ia juga dikenakan uang pengganti senilai Rp 1,48 miliar.

“Dan jika uang tersebut tidak diganti akan dikenakan hukuman berupa pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan,” ujar jaksa.

Keenam terdakwa dalam persidangan yang terpisah (displit-red) tersebut melalui penasehat hukumnya masing-masing akan mengajukan pembelaan (pledoi) terhadap tuntutan jaksa. Sidang akan dilanjutkan minggu depan.

Sebagaimana diketahui, adapun modus yang dilakukan para terdakwa sesuai dalam dakwaan jaksa, yakni para terdakwa diduga melakukan manipulasi harga barang sehingga tidak sesuai dengan spek. Beberapa item barang yang disediakan juga banyak yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Adapun perkiraan kerugian negara yang timbul dalam kasus tersebut, menurut hasil audit resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan berdasarkan hasil penelitian Kementrian Perindustrian berkisar Rp2,4 miliar. (Rindu Sianipar)

Check Also

Presiden RI Ir Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatra Utara pada tanggal 24-25 Maret 2017.

Ini Menteri Yang Ikut Rombongan Presiden RI Ke Madina

Mandailing Natal, sidaknews.com – Kehadiran Presiden RI Ir Joko Widodo ke Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>