Home » Daerah » Babel » Jay bocah 9 tahun asal Bandung berbekal secarik kertas cari orang tuanya ke Belitung

Jay bocah 9 tahun asal Bandung berbekal secarik kertas cari orang tuanya ke Belitung

Jay 9 tahun asal bandung
Jay  pamungkas (9) tahun asal bandung.

BELITUNG,Sidaknews.com – Jay bocah berumur (9) asal Bandung yang nekat pergi sendirian ke Belitung untuk mencari orangtuanya dengan bermodal secarik kertas dalam genggamannya.

Selain itu bocah yang mengaku mempunyai nama panjang Jay Pamungkas ini juga mengantongi uang sebesar Rp 400 ribu yang tidak berkurang selama menemuh perjalanan ke Belitung.

Secarik kertas ini yang membawa Jay menginjakkan kaki di Negeri Laskar Pelangi. Bocah yang tidak menempuh pendidikan ini membawa secarik kertas yang berisi petunjuk perjalanannya ke Belitung melalui jalur darat.

Di bagian bawah kertas juga tertulis permintaan bantuan agar yang membaca tulisan tersebut menolong Jay mencapai Belitung.

“Rute perjalanan ke Merak, Bakauheni, Sukarame, Palembang, Mentok, Bangka Belitung. Mohon dibantu,” isi tulisan pada secarik kertas yang dibawa Jay.

Selain itu, pada kertas tersebut juga terdapat denah tempat tinggal orangtua Jay. Dalam denah tersebut tempat tinggal orangtua Jay berada di dekat SD 28, di depan SD tersebut terdapat lapangan sepakbola. Kondisi kertas tersebut sudah kusam dan robek setelah menemani Jay dalam perjalanan ke Negeri Laskar Pelangi.

Jay memulai perjalanan panjangnya setelah diantar kerabatnya untuk naik bus jurusan Jakarta. Bermodal Rp 400 ribu dan secarik kertas petunjuk, Jay menaiki bus tersebut tanpa mengetahui wilayah yang ditujunya. Ia memberanikan diri menempuh perjalanan tersebut karena kerinduannya kepada orangtuanya.

“Diantar uwak, iya uwak tahu, diberi uang sama uwak. Berani mau ketemu mamak,” ujar Jay kepada Media , Senin (24/11) didampingi Sekretaris Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Belitung, Nesnetiani.

Bocah asal Bandung, Jay (9) mengaku tak pernah membelanjakan uang saku dari kerabatnya sebanyak Rp 400 ribu selama dalam perjalanannya. Untuk makan, Jay banyak mendapatkan bantuan orang-orang yang ditemuinya selama perjalanan. Jay juga kerap menginap di kantor polisi di kota yang disinggahinya.

Jay juga banyak mendapatkan bantuan dari pihak kepolisian untuk menempuh perjalanannya ke Belitung. Berdasarkan petunjuk pada kertas yang dibawa Jay, polisi memberitahukan kemana Jay harus pergi atau kendaraan yang harus ditumpangi Jay.

“Makan dikasih, dikasih orang. Tidurnya di polsek. Mandi di polsek, tapi bajunya nggak ganti,” ujar Jay kepada Media , Senin semalam (24/11/2014).

Bocah yang ramah kepada orang ini mengaku pernah tinggal dengan ibunya dan bapak tirinya di Belitung. Namun Jay kurang mengetahui pasti kapan dan lokasi orangtuanya tinggal di Belitung. Ia hanya menyebutkan tempat tinggalnya dulu dekat sebuah makam.

Menempuh perjalanan jauh tanpa tahu pasti tempatnya yang dituju menimbulkan kekhawatiran di benak Jay. Dengan polosnya bocah bertubuh kurus ini menyebutkan takut bertemu penjahat saat menempuh perjalanan jauh tersebut.(ANS)

Check Also

Sekretaris Daerah Luwu Timur, Bahri Suli saat mewakili Bupati pada perayaan natal tribrata kasih jajaran Polres Luwu Timur yang bertempat di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Selasa (17/01/2017) sore

Sekda: Toleransi Kunci Keutuhan Luwu Timur

Lutim, sidaknews.com – Semangat toleransi menjadi kunci keutuhan Luwu Timur. Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Daerah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>