Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Jembatan Ambruk, Kapolres Bireuen dan Sejumlah Tim Buat Titi Darurat

Jembatan Ambruk, Kapolres Bireuen dan Sejumlah Tim Buat Titi Darurat

Kapolres Bireuen AKBP M.Ali Khadafi SIK Mimpin Pembuatan Jembatan Darurarat di Kecamatan Makmur (Foto, Tarmizi A. Gani)
Kapolres Bireuen AKBP M.Ali Khadafi SIK Pimpin Pembuatan Jembatan Darurarat di Kecamatan Makmur (Foto, Tarmizi A. Gani)

BIREUEN,Sidaknews.com – Kapolres Bireuen AKBP M.Ali Khadafi SIK bersama jajarannya termasuk ibu-ibu Bhayangkari, Kabag Humas dan Protokoler Kabupaten Bireuen Farhan Husein, SE, MM, Dandim 0111, Takabeya Group,IOF (Indonesia Offroad Federation), Komunitas Biroad (Bireuen of Road Advanture) Tim Relawan TAGANA Bireuen dan Rapi 0105 Bireuen, hari ini Kamis 25 desember 2014 turun kelapangan dalam rangka membantu dan bertemu para pengungsi banjir di sejumlah titik di Kabupaten Bireuen.

Di Gampong Meureubo Kecamatan Makmur bertasan dengan pantee Peureulak sebuah jembatan roboh sejak selasa kemaren, Kapolres Bireuen AKBP M.Ali Khadafi SIK memimpin pasukan memasang jembatan darurat dari pohon kelapa, sejumlah Chainsaw (alat pemotong kayu di pergunakan)

M. Ali Khadafi menyebutkan Jembatan ini kita siapkan, sehingga aktifitas masyarakat tetap bisa berjalan, apa lagi jembatan ini menjadi penghubung antara Kecamatan Makmur dengan Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, jelas M. Ali Khadafi, kepada penulis yang ikut serta ke lapangan.

“Kerja keras yang di lakukan Kapolres Bireuen beserta jajaran seluruh tim yang terlibat dalam mebantu korban banjir, patut menjadi contoh kepada para tim lainnya dalam menanggapi setiap bencana, sebut seorang teman yang ikut serta bersama kami dalam rombongan, tidak hanya Kapolres yang turun, ibu-ibu Bhayangkari ikut turut di sertakan, luar biasa”. ungkap seorang teman yang tidak ingin di sebut namanya.

61 KK Warga Leubue Mee Mengungsi

Keuchik (Kepala Desa-red) Leubue Mee, Kecamatan Makmur Dahlan Abdullah mengatakan sejumlah 61 KK lebih tepat 303 jiwa terpaksa harus mengungsi karena rumah-rumah mereka di genangi air, selain harus mengungsi masyarakat ikut bersedih memikirkan nasib mereka karena sejumlah sawah-sahar tempat mereka bercocok tanam juga di genangi air, ungkap Keuchik Dahlan.

Saat di tanya tentang apa saja bantuan yang sudah mereka terima, Dahlan memberitau Pemerintah Bireuen sudah menyerahkan bantuan awal melalui dinas terkait beruapa 10 sak beras, 22 kotak Indomi, 10 Kg Bimoli (minyak makan) dan Aqua, Sedangkan PMI membantu kain selimut, dan bantuan juga datang dari beberapa unsurlainnya.

Pantauan penulis, sawah – sawah di sekeliling surau tempat pengungsian (meunasah-red) seperti laut, warga hanya bisa menap dengan sedih tanaman padi mereka terendam air. (Tarmizi A. Gani)

Check Also

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh menggelar aksi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kerjasama anggoata Komisi IX DPR RI dan pengusrus IPSM kabupaten Aceh Utara yang dihadiri anggota komisi IX DPRRI, Tgk. Khaidir Abdurrahman,S.IP,  kepala SKPK Aceh Utara, muspika, Imum Mukim, geusyik, forum imum mukim Aceh Utara, pengurus IPSM kabupaten Aceh Utara, PRC, PSM Aceh Utara, tokoh masyarakat, kalangan sekolah dan ratusan masyarakat.

BPOM Banda Aceh Gelar Acara KIE di GOR Lhoksukon

Aceh Utara, sidaknews.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh menggelar aksi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>