Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Jembatan usang hampir memakan korban jiwa

Jembatan usang hampir memakan korban jiwa

Jembatan yang menghubung Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir dengan Desa Melai Kecamatan Rangsang barat rusak parah.
Jembatan yang menghubung Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir dengan Desa Melai Kecamatan Rangsang barat rusak parah.

Selat panjang,Sidaknews.com – Jembatan yang menghubung Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir dengan Desa Melai Kecamatan Rangsang barat rusak parah. Bahkan jembatan itu hampir memakan korban. Hal itu sebagaimana disampaikan Asrul, salah seorang warga Desa Kedabu Rapat, kepada wartawan Kamis (18/12),

beberapa pekan kemarin ada masyarakat yang melalui jembatan ini sempat terjatuh ke Sungai Senting dan tersangkut di jembatan ini ketika mengangkut barang jualannya dari Desa Melai menuju Desa Tanah Merah yang berada disebalah Desa Kedabu Rapat.

Salah seorang warga saat ditemui (Asrul) tanah merah saat membawa jualannya tiba-tiba jatuh ke sungai, karena kayu yang dilewatinya patah akibat sudah lapuk dan kurang nya pengawasan

Saat itu pula hanya saya saja yang berada di daerah sekitar jembatan tersebut. Kalau tidak ditolong dan jika terjatuh, batu besar sudah menunggu dibawah dan saya tak tahu akan bagaimana. Bisa saja menimbulkan korban jiwa,”

Sementara itu, Ketua RT 01 Desa Kedabu Rapat, Mastar, menjelaskan kepada bahwa jembatan penghubung dua desa itu terbuat dari batang kelapa dengan panjang sekitar 15 meter. Meski memprihatinkan, jembatan itu menjadi akses penghubung Desa Melai menuju Desa Kedabu Rapat.

“Jembatan tersebut hanya terbuat dari batang kelapa. Jembatan tersebut adalah salah satu jalan utama untuk masyarakat Desa Tanah Merah dan Desa Kedabu Rapat menuju Penyeberangan ke Selatpanjang. Mulai dari pedagang, anak sekolah dan seluruh masyarakat membutuhkan jembatan tersebut,”.

Disebutkan Mastar juga jembatan tersebut dulunya sempat dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis pada tahun 2004. Namun seiring berjalannya waktu jembatan tersebut akhirnya rusak. Agar bisa tetap dilalui disepakati oleh Pemerintah Dua Desa yakni Desa Melai dan Desa Kedabu Rapat untuk membangun sementara jembatan tersebut dengan menggunakan batang kelapa.

“Kita juga hampir setiap tahun memperbaiki jembatan tersebut agar tetap tahan dan bisa dilalui oleh warga. Namun jembatan tersebut kembali rusak berat dan harus segera diperbaiki,” (An)

 

 

 

Check Also

Pisah Sambut Walikota Tebingtinggi

Tebingtinggi, sidaknews.com – Dengan hormat dan rasa terima kasih, kami berdua sampaikan kepada bapak H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *