Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Jendaita Pinem Korban Penegakan Hukum Yang Sesat

Jendaita Pinem Korban Penegakan Hukum Yang Sesat

– Dalam perkara Pidana Nomor.82/PID.B/2010/PN.TPI

Jendaita Pinem
Jendaita Pinem

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Hal itu terjadi oleh karena dalam surat dakwaan Jendaita Pinem disebutkan secara jelas dan tegas adalah sebagai Kepala Tehnik Tambang CV Tri Karya Abadi berdasarkan surat Keputusan Kepala Dinas Pertambangan Kota Tanjung pinang Nomor. 05 Tahun 2009 Tanggal 30 Maret 2009.

Tetapi anehnya dalam Putusan Hakim menjadikannya sebagai Pengurus/Pesero sehingga saya dijatuhi hukuman pidana 3 tahun dan 6 bulan penjara atas kesalahan yang tidak pernah saya lakukan.

Padahal saya bekerja di perusahaan CV Tri Karya Abadi mulai terhitung dari tanggal 30 Maret 2009 dikurangi 7 hari yaitu baru 48 hari karena Pertambangan CV Tri Karya Abadi di hentikan oleh Penyidik secara total pada tanggal 25 Mei 2009 dengan cara yang salah dan melanggar Undang-Undang dan saya ( Jendaita Pinam) belum pernah menerima gaji dari Cv Tri Karya Abadi.Ungkap Jendaita Pinem Semalam kepada wartawan.(21/06)

Atas dasar itu berarti saya terbukti bukanlah sebagai Pengurus ataupun Pesero di perusahaan CV tri Karya Abadi melainkan hanya sebagai seorang karyawan yang ditunjuk sebagai Kepala Tambang Tehnik Tambang, yang seharusnya tidak turut dipaksa untuk mempertanggung jawabkan tindak pidana yang didakwakan dan dinyatakan telah bersalah melakukan Penambangan Tanpa Ijin Usaha Pertambangan (IUP) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, karena sewaktu saya ditunjuk sebagai Kepala Tehnik tambang CV Tri Karya Abadi, CV Tri Krya Abadi telah pun memiliki Ijin Usaha Pertambangan (IUP).

Kemudian peristiwa yang didakwakan adalah merupakan suatu peristiwa sebelum saya di tunjuk sebagai Kepala Tehnik Tambang CV Tri Karya Abadi, ini terbukti karena sewaktu saya mulai bekerje CV Tri Karya Abadi sudah tidak melakukan Penambangan melainkan hanya melakukan Eksport Bijih Bauksit yang Telah tertumpuk di Stock File sebanyak lebih kurang 171.000 Ton hasil Penambangan CV Tri Karya Abadi sebelum saya ditunjuk bekerja sebagai Kepala Tehnik Tambang dan saya temui CV Tri Karya Abadi berhasil meng Eksport Bijih Bauksit tersebut ke Luar Negeri sebanyak 101.000 Ton.

Sehingga dengan demikian saya adalah benar-benar korban dari Penegakan Hukum yang sesat dan sarat dengan muatan rekayasa serta keterangan palsu oleh karena dijatuhi pidana tidak berdasarkan alat pembuktian yang sah menurut Undang-Undang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor : 48 Tahun 2009 tentang kekuasaan Hakim.(*)

Check Also

Ketua Umum FSI Qalbun Salim (kanan) menyerahkan hasil penggalangan dana kepada Ketua FSLDK kepulauan Riau (kiri).

Peduli Somalia, FSI STIE Pembangunan Tanjungpinang Galang Dana

Tanjungpinang, sidaknews.com – Ucapan Terima Kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Dosen, Mahasiswa di STIE Pembangunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>