Home » Berita Foto » JIka Putusan Inkracht, Baharudin Bakal Dipecat

JIka Putusan Inkracht, Baharudin Bakal Dipecat

Baharudin harus dipecat jika putusan Pengadilan Negeri Tanjungpinang dinyatakan inkracht.
Baharudin harus dipecat jika putusan Pengadilan Negeri Tanjungpinang dinyatakan inkracht.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Baharudin harus dipecat jika putusan Pengadilan Negeri Tanjungpinang dinyatakan inkracht. Terdakwa atas perkara pelanggaran Pemilu ini menyatakan pikir-pikir pada sidang yang digelar Senin (19/5) malam.

“Terdakwa menyatakan pikir-pikir terhadap putusan majelis hakim. Ia diberi waktu selama tiga hari. Kalau sudah inkracht, terdakwa harus dipecat dari jabatannya,” kata Hakim Anggota Bambang Trikoro saat ditemui di PN Tanjungpinang, Selasa (20/5).

Dalam sidang tersebut, tim jaksa penuntut umum menuntut terdakwa dengan hukuman selama tujuh bulan penjara. Terdakwa juga didenda sebesar Rp 12 juta. Bila uang denda tak sanggup dibayar, maka hukuman terdakwa ditambah dua bulan penjara. Namun, majelis hakim tidak sependapat dengan tuntutan JPU.

“Majelis memvonis terdakwa selama empat bulan penjara dan denda sebesar Rp 12 juta atau subsider satu bulan penjara,” sebut Bambang.

Unsur-unsur pidana yang terpenuhi yaitu Undang-Undang Nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pasal 320 disebutkan, setiap anggota Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten dan Kota, Panwaslu Kecamatan dan atau Pengawas Pemilu Lapangan dan Pengawas Pemilu Luar Negeri.

Dalam aturan tersebut dinyatakan dengan sengaja tidak menindaklanjuti temuan dan atau laporan pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh anggota KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten dan Kota, PPK, PPS dan PPLN, dan atau KPPS dan KPPSLN dalam setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 24.000.000,00 dua puluh empat juta rupiah.

Nah, vonis majelis hakim ini atas beberapa pertimbangan. Terdakwa merupakan tulang punggung keluar, belum pernah ditahan atas kasus pidana, dan mengaku tidak meneruskan laporan kecurangan Pemilu ke penyidik.

Diberitakan sebelumnya, anggota Panitia Pemungutan Suara M Sukron mengaku, ia memindahkan perolehan suara milik Reni ke caleg lain separtai di Partai Hanura. Pemindahan suara itu atas instruksi salah seorang caleg, M Rona Andaka Septiawan. Pemindahan suara itu sudah disetujui partai.

Perolehan suara milik Reni pada Pileg lalu untuk Kelurahan Tanjung Ayun Sakti sekitar 320 suara. Suara yang dipindahkan ke caleg lain sekitar 300 suara. Pemindahan suara itu dilakukan bukan karena iming-iming uang atau dijanjikan menjadi pegawai negeri sipil. Melainkan Sukron punya hubungan emosional dengan M Rona Andaka, caleg DPRD Kota Tanjungpinang untuk daerah pemilihan Kecamatan Bukit Bestari.

Sementara itu, caleg terpilih walaupun sempat perolehan suaranya hilang, Reni, mengatakan, perolehan suaranya dalam Pileg di Kelurahan Tanjung Ayun Sakti sekitar 320 suara. Temuannya, ada 300 suara yang hilang. Kejadian ini dilaporkannya ke Panitia Pengawas Pemilu Kota Tanjungpinang pada 14 April sekitar pukul 21.00.

Laporan itu diadukan ke Baharudin dalam jabatan Divisi Hukum. Ada ketidak cocokan antara formulir C1 (hasil rekapitulasi dari masing-masing tempat pemungutan suara). Di kelurahan ini terdapat 109 TPS. Nah, peroleh suara Reni berubah menjadi 20 suara saat disalin ke formulir D1.

Pria itu ingin bertemu Reni malam itu juga. Namun, permintaan itu tak ditanggapi karena Reni takut keluar tengah malam. Keesokan paginya, Reni dihubungi pria yang mengaku bernama Sukron.

Reni diajak bertemu di Hotel Pelangi. Akan tetapi, rencana itu berubah karena situasi hotel tersebut sangat ramai. Pertemuan dipindahkan ke halaman parkir Hotel Bali.

Sukron lalu diminta menandatangani surat perjanjian. Pada 17 April, Reni dipanggil terdakwa Baharudin yang hadir bersama tim penegakan hukum terpadu. Sayangnya, Sukron tidak hadir waktu itu. Pada 18 April, Sukron kembali dipanggil. Ternyata Sukron ketakutan. Pasalnya, Kantor Panwaslu dipadati massa.

Pada 19 April, Reni sudah mengetahui jika 300 suaranya yang hilang sudah kembali. Laporan kecurangan Pemilu yang dilaporkannya tidak dilanjutkan Panwaslu.(Red)

Check Also

Pembangunan Gedung Auditorium masjid jamik pertama kali untuk fasilitas umum yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Pangkalpinang

Gedung Auditorium Masjid jamik bisa tampung 3000 Orang

Pangkalpinang, sidaknews.com – Pembangunan Gedung Auditorium masjid jamik pertama kali untuk fasilitas umum yang menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>