Home » Berita Foto » Kabinet Bupati di duga Tak Berkualitas sehingga pembangunan tidak maksimal

Kabinet Bupati di duga Tak Berkualitas sehingga pembangunan tidak maksimal

Foto:Islustrasi
Foto:Islustrasi

Sigli,Sidaknews.com – Hampir seluruhan tim Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, menuding kabinet Bupati Sarjani Abdullah LOYO.

Hal itu, terbukti semua laporan tertulis yang diajukan ke dewan, tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, termasuk Realisasi Fisik Keuangan (RFK) laporannya tidak akuntabel.

Kelemahan dari Kabinet Bupati Pidie, Sarjani Abdullah ini terungkap pada laporan sejumlah tim Pansus, Jumat (12/12) pagi di Gedung DPRK Pidie. Pada sidang yang menggelar hasil temuan tim pansus itu, turut dihadiri Wakil Bupati Pidie M Iriawan SE, Sekda HT Anwar, kepala dinas, badan dan kantor.

Ketua Tim Pansus X Mahfud Ismail SPdI secara gamblang melaporkan hasil temuannya. Bersangkutan mengkritik keras kepemerintahan Bupati Sarjani, akibat kinerja sejumlah Satuan Perangkat Kerja Kabupaten (SKPK), karena tidak mampu memprentasikan Realisasi Fisik Keuangan (RFK) dengan baik serta tidak memiliki laporan yang akuntabel.

Lebih parahnya lagi, laporan Mahfud, apa yang diajukan dan dilaporkan ke lembaga legislatif sangat berbeda jauh dengan hasil temuan di lapangan. Ini pula, lapornya perlu menjadi perhatian serius bupati. Karena, masyarakat sudah semakin pandai membaca mana yang baik mana pula yang tidak benar.

Dalam laporannya, Mahfud yang juga politisi dari Partai Aceh (PA) menilai jika Sumber Daya Manusia (SDM) banyak pejabat di pemerintahan Bupati Sarjani, jauh dari yang diharapkan untuk mengisi pembangunan daerah ke arah yang lebih maju ke depan. “Bagaimana kita bisa melahirkan sebuah program tanpa mempunyai data akurat,” pungkasnya.

Imbas dari lemahnya SDM sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) dibuktikan sekarang ini di lapangan, antara lain adalah realisasi fisik pembangunan infarastruktur dan keuangan masih di bawah 70 persen. Padahal, batas waktu yang tersedia hanya beberapa hari lagi, sehingga tidak mungkin terealisasi mencapi 100 persen.

Ketua tim Pansus XI Samsul Bahri A Wahab, tidak lepas pula mengkritik kinerja sejumlah SKPK kepemerintahan Bupati Sarjani Abdullah. Di mana ditemukan tim Pansusnya di lapangan, pihak kontraktor yang mengerjakan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur terkesan sangat lamban. Sehingga realisasi pembangunan sangat riskan untuk pencapaian target penyelesaiannya.

Padahal, sebutnya kalau dimanfaatkan waktu secara maksimal maka proyek tersebut akan selesai tepat waktu. Ironisnya lagi, ini terkesan ada permainan “kongkali kong” (permainan kotor secara berjamaah) antara pihak dinas dengan kontraktor. Mengapa tidak, mereka hanya duduk manis di kantornya, tidak berupaya untuk memberikan teguran keras atau ketegasan terhadap kontroktor pelaksana proyek agar menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu serta berkualitas.

Kritikan keras lainnya juga disampaikan Ketua Tim Panita Khusus (Pansus) IX, Muzakkir menyebutkan, penerapan Syariat Islam dewasa ini belum berjalan secara maksimal sebagaimana yang telah di tuangkan dalam visi dan misi Bupati Pidie. Hal ini, dibuktikan sejauh ini tidak ada sinkronisasi antara pihak Dinas Syariat Islam dengan Imum Menasah di setiap desa secara menyeluruh.

Pansus IX juga menemukan, sejumlah infrastruktur jalan masih banyak yang rusak dan belum mendapatkan perbaikan dari dinas terkait. Seperti ruas jalan Krueng Seumiden-Cot Ara, ruas jalan Beureunun-Kembang Tanjong, ruas jalan Masjid Po Teumerhom Jembatan blang bungong tangse,rumah bantuan duafa tidak tepat sasaran dan beberapa jalan lainnya di seluruh kecamatan dalam Kabupaten Pidie.

Temuan lainnya dari Pansus IX, terkait Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Abdullah Syafi’i Beureunuen, Kecamatan Mutiara menyangkut pelayanan yang di berikan kepada masyarakat juga belum memenuhi standar Pelayanan Minimal (SPM).

Hal ini di sebabkan, kurangnya kedisiplinan pegawai di rumah sakit tersebut dalam menjalankan tugasnya, disamping minimnya tenaga dokter spesialis serta ruang inap. (Hasbi)

Check Also

Abdullah Puteh ketika menyampaikan orasi politiknya dihadapkan masyarakat Asam Peutek.

Abdullah Puteh: Jangan Takut Dengan Intimidasi

Langsa, sidaknews.com – Menjelang pemilihan Gubernur/wakil Gubernur dan Walikota/wakil Walikota pada 15 Februari nantinya, diminta …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>