Selasa , 30 Mei 2017
Home » Berita Foto » Kajari Tanjungpinang Sebut Ada Kemungkinan Tersangka Lain

Kajari Tanjungpinang Sebut Ada Kemungkinan Tersangka Lain

-Kasus Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan USB Tanjungpinang

Herry Ahmad Pribadi. Foto: dok
Herry Ahmad Pribadi. Foto: dok

Tanjungpinang,sidaknews.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)Tanjungpinang, Herry Ahmad Pribadi mengatakan ada kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus korupsi proyek pengadaan lahan Unit Sekolah Baru (USB) Tanjungpinang.

Meski demikian, Herry tidak menjelaskan secara detil, pihak yang dimungkinkan terlibat dalam kasus dugaan korupsi tersebut apakah dari anggota tim pembebasan lahan (tim 9) atau dari tim penilai harga tanah (tim 5) atau pihak lain.

“Kita lihat saja nanti pembuktian dari fakta-fakta di persidangan. Mungkin disana nanti terbuka siapa-siapa saja yang mungkin bisa dimintai pertanggung jawaban,” ujar Herry kepada wartawan, Kamis (22/1) lalu saat proses pelimpahan tahap II dengan tersangka Yusrizal dan Syafrizal.

Adanya kemungkinan keterlibatan yang lain dalam kasus ini, Herry menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada penyidik Polres Tanjungpinang yang dari semula menangani kasus ini dan berdasarkan hasil dan fakta yang timbul dalam persidangan nantinya.

“Dalam penyelidikan kasus ini, kita memiliki keterbatasan untuk melakukan pengembangan. Karena penyidikan kasus berawal di kepolisian, alhasil membuat pihak kejaksaan tidak dapat melangkah sedikit lebih maju, salah satunya dalam menentukan tersangka lainnya,” ujar Herry.

Herry juga mengutarakan, pihaknya juga perlu melihat fakta-fakta yang muncul nantinya dalam sidang dua tersangka tambahan atas kasus tersebut di persidangan.

Karena ditegaskannya, kasus korupsi yang sedari awal telah dikerjakan oleh penyidik Polri tidak dapat diserobot begitu saja oleh penyidik tindak pidana korupsi dari Kejaksaan.

Hal ini juga, sambung Herry, berdasarkan perjanjian (MOU) yang berasal dari kesepakatan pusat antara Polri dan Jaksa Agung. Selama menangani suatu kasus korupsi, dua penyidik dari institusi ini tidak boleh melakukan pemeriksaan yang tumpang tindih dalam korupsi.

“Ini kewenangan penyidik Polri ya. Penyidikan ini dilakukan oleh Polres. Nanti mungkin tim penyidik bisa melihat fakta yang kita ungkap di persidangan. Jadi kalau kasus korupsi sudah ditangani suatu instansi ya, kita tidak boleh langsung masuk. Itu menjaga agar tidak terjadi tumpang tindih menangani perkara,” katanya.

Saat disinggung terkait dugaan kelalaian yang dilakukan oleh kedua tersangka, Herry menjelaskan bahwa dari pengakuan Yusrizal dan Syafrizal selaku anggota penilai dan pembebasan lahan USB 2009 turut menandatangani berita acara penafsiran lahan.

Meski demikian, lanjut Herry, dari fakta persidangan dan pemeriksaan yang ada, kedua tersangka tidak turut menikmati hasil uang kerugian negara yang ada pada Dedi Chandra.

Seperti diketahui, dalam kasus ini selain menjerat mantan Kasi Kasi HT BPN Tanjungpinang, Yusrizal dan mantan Plt Camat Tanjungpinang Timur, Syafrizal selaku anggota tim penilai dan pembebasan tanah.

Kasus ini pada awalnya juga sudah menjerat dua tersangka lain seperti Gustian Bayu selaku sekretaris dalam tim penilai harga tanah dan Dedi Chandra selaku ketua dalam penilai harga tanah.

Adapun Tim 9 pembebasan lahan yakni, Wan Samsi selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemko Tanjungpinang, Surya Dianus sebagai Kepala BPN Tanjungpinang, Tri Agus Kasmanto sebagai Pj. Kakantor Pajak Pratama Tanjungpinang.

Syafrial Evi sebagai Kepala Bappeda dan Penanaman Modal Pemko Tanjungpinang, Dedi Candra sebagai Kabag Administrasi dan Tapem Pemko Tanjungpinang, Syafrizal selaku Camat Tanjungpinang Timur, Yusrizal selaku Kasi HT BPN Tanjungpinang, Gustian Bayu selaku Kasubbag Agraria Pemko Tanjungpinang dan Wan Martalena sebagai Lurah Pinang Kencana.(Rindu Sianipar)

Check Also

Danrem 011 Buka Latihan Posko Kodim 0104/Atim

Langsa, sidaknews.com – Komandan Korem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono,S.i.P, M.Si Pimpim Pembukaan Latihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *