Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Berita Foto » kejati Kepri Selamatkan uang Negara Dari Kasus Faspel Berakit Rp 1,5 Miliar

kejati Kepri Selamatkan uang Negara Dari Kasus Faspel Berakit Rp 1,5 Miliar

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Kepri, Yulianto dalam siaran persnya, Rabu (17/9) kemarin.
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Kepri, Yulianto dalam siaran persnya, Rabu (17/9) kemarin.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Pihak Kejati kepri telah mengamankan uang negara dari tangan Binsar Simanjuntak sebesar Rp 1.589.634.771,79. Dimana Binsar Simanjuntak Direktur PT Siman Eranesia Ardes Plen yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Fasilitas Pelabuhan (Faspel) Internasional Tanjung Berakit-Bintan tahun anggaran 2010 dan 2011 dengan total Anggaran keseluruhan 22,5 miliar.

“Ini berkat kerja keras semua tim, baik intelijen maupun pidsus,” ujar Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Kepri, Yulianto dalam siaran persnya, Rabu (17/9) kemarin.

Pelaksanaan penyitaan dan penyetoran Rp 1,5 miliar lebih nilai kerugian negara tersebut, lanjut dia, diserahkan tersangka yang didampingi kuasa hukumnya, Agus Sutanto.

“Uang diduga hasil korupsi ini, akan disimpan sementara di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tanjungpinang,” katanya.

Yulianto yang didampingi sejumlah penyidik Kejati Kepri lainnya mengatakan, penyitaan atau pengembalian sejumlah uang kerugian negara atas pemberantasan tindak pidana korupsi tersebut, bukan semata-mata menghukum pelaku sebagai tersangka, tetapi juga dilakukan upaya pengembaliaan kerugian negara (asset resert).

“Selain kerja keras tim dalam melacak aset serta harta kekayaan tersangka, termasuk kerja sama serta kesadaran dari tersangka untuk mengembalikan hasil dalam penyidikan,” katanya.

Yulianto mengutarakan, dalam kasus dugaan korupsi dengan diduga modusnya dengan memanipulasi spek tersebut telah melibatkan dua tersangka yakni Binsar Simanjuntak, selaku kontraktor atau penyedia jasa dan Firmansyah M Sani selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Kasus ini sudah lengkap dan segera akan dilimpahkan ke pengadilan Tipikor,” katanya.

Proyek Faspel Pelabuhaan Internasional Tanjung Berakit sendiri dilaksanakan pada 2010 dan 2011 oleh pemerintah pusat melalui Satker Fasilitas Pelabuhan Laut. Khusus Pulau Terluar Kementeriaan Perhubungan telah menganggarkan Rp16 miliar lebih pada 2010 dan Rp6,5 miliar pada tahun 2011.

Atas perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal 2 jo pasal 3 jo pasal 9 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.(Sn)

Check Also

Hadapi Lomba Pembinaan Teritorial (Binter), Dandim 0104/Atim Apelkan Anggota.

Hadapi Lomba Pembinaan Teritorial (Binter), Dandim 0104/Atim Apelkan Anggota

Langsa, sidaknews.com – Komandan Kodim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar, SE apelkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>