Jumat , 31 Maret 2017
Home » Berita Foto » Kakek Tua Perkosa Cucu Sendiri, Hakim Vonis 10 Tahun Penjara

Kakek Tua Perkosa Cucu Sendiri, Hakim Vonis 10 Tahun Penjara

Ilustrasi: Pencabulan
Ilustrasi: Pencabulan.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Kakek tua Hendrikus Hulir (56) menjadi terdakwa kasus pencabulan dan pemerkosaan terhadap cucunya sendiri yang masih di bawah umur, didalam persidangan dia mengakui segala perbuatannya. Dalam putusan Hakim Terdakwa divonis selama sepuluh tahun penjara dalam persidangan di PN Tanjungpinang, Kamis (18/9).

Selain hukuman badan, kakek berusia 56 tahun kelahiran Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) ini juga dikenakan denda Rp70 juta dan jika tidak dibayar akan diganti satu bulan penjara.

“Atas perbutannya, terdakwa dijatuhi hukuman selama sepuluh tahun penjara,” papar majelis hakim yang dipimpin Aji Suryo membacakan amar putusannya.

Dalam amar putusan hakim, Hendrikus terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melanggar ketentuan pasal 81 ayat 1 UU RI Nomor 23 tahun 2000 tentang perlindungan anak dan perempuan.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa Zaldi Akri dari Kejari Tanjungpinang yang sebelumnya menuntut terdakwa selama dua belas tahun penjara dan denda Rp70 juta subsider tiga bulan penjara.

Atas putusan tersebut, terdakwa hanya bisa pasrah sembari mengatakan menerima putusan, begitu juga dengan jaksa mengautarakan hal yang sama.”Terima pak hakim,” ujar pria yang beralamat di Desa Sebong Pereh Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan ini.

Dalam persidangan, peristiwa pencabulan disertai pemerkosaan yang terjadi berulang-ulang ini terungkap pada awal bulan Maret 2014 lalu setelah orangtua korban melaporkan perbuatan terdakwa ke polisi.

Perbuatan tersebut pertama sekali dilakukan terdakwa pada korban sebut saja Mawar (11) yang masih cucunya sendiri sekitar tahun 2011 atau empat tahun lalu. Kala itu, korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Karena merasa aman, perbuatan tersebut terus berlangsung seiring pertumbuhan Mawar. Setiap kali ada kesempatan dimana saja, baik di rumah atau di tempat lain terdakwa melampiaskan nafsu bejatnya pada si anak dengan ancaman agar tidak menceritakannya kepada siapapun termasuk orangtua korban.

Bahkan, dalam beberapa kali sidang terungkap jika korban juga sempat hamil karena ulah bejat terdakwa. Tak ingin ketahuan, terdakwa kala itu memaksa korban menggugurkan kandungan.

“Kala itu, korban pasrah menggugurkan kandungannya, mungkin karena takut,” kata Zaldi beberapa waktu lalu usai persidangan yang berlangsung tertutup tersebut.

Namun, peribahasa sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu akan jatuh juga patut untuk terdakwa Hendrikus ini. Pasalnya, aksi bejatnya pada cucunya sendiri akhirnya terungkap hingga kasusnya bergulir ke persidangan.(Sn)

Check Also

Dinas kehutanan Provinsi Sumut selidiki banjir bandang di kota Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, sidaknews.com – akibat maraknya penebangan liar disekitar gunung lubuk raya, pihak Dinas Kehutanan Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *