Kamis , 23 Maret 2017
Home » Berita Foto » Kampanye Partai Golkar Kampanye Dedi Mulyadi, Caleg dan simpatisan banyak yang pulang

Kampanye Partai Golkar Kampanye Dedi Mulyadi, Caleg dan simpatisan banyak yang pulang

Nurul Arifin
Nurul Arifin Caleg DPR-RI Pada Kampanye Terbuka Hari Terakhir Untuk Partai Golkar Kabupaten Purwakarta Dapil I Kota Di Lapangan Ciseureuh

Purwakarta,Sidaknews.com – Kampanye terbuka Hari terakhir untuk Partai Golkar Kabupaten Purwakarta Dapil I Kota yang berlangsung dilapangan Irigasi Kelurahan Ciseureuh Jumat (4/4) didominasi beberapa Caleg antara lain Caleg DPR RI seperti Nurul Arifin yang melakukan Orasi dihadapan para simpatisan Partai Golkar  Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tidak dipecat dari Partai Golkar.

Seperti diberitakan sebelumnya pada saat pelaksanaan Kampanye di Zona 4 Dapil 5 dan 6 yang dipusatkan di Lapangan warung kandang yang juga dihadiri oleh ARB, Ketua Bapilu Partai Golkar untuk DKI Jakarta, Jabar dan Banten Ade Komarudin menjelaskan bahwa Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Dipecat dari Partai Golkar tinggal menunggu SK nya dari DPP Partai Golkar

“Pasalnya jelas Dedi Mulyadi cenderung berpihak kepada salah satu Partai tertentu dan terindikasi menggembosi suara Golkar, salah satu instruksinya atribut Partai Golkar dicopot dari tempat tinggal Kordes dan melarang Kader Partainya untuk menggelar rapat, ditambah lagi adanya intimidasi terhadap Caleg dan Kader Partai Golkar”jelasnya pada saat kampanye Minggu (30/3)

Ade Komarudin
Caleg DPR-RI dan Ketua Pemenangan Pemilu (BAPILU) Meliputi DKI, Jawa Barat dan Banten Ade Komarudin 

Namun berbeda dengan Nurul Arifin Caleg DPR RI Untuk Jabar 7 yang mengatakan tidak ada pemecatan Dedi Mulyadi sebagai Dewan pertimbangan dari Partai Golkar dan diamini oleh sebagian kecil Caleg Partai Golkar yang hadir.

“Tidak ada pemecatan dari DPP Partai Golkar terhadap Dedi Mulyadi, kita jangan sampai di provokasi dengan istilahnya Devide At Impera seperti jaman colonial, jangan sampai Partai Golkar digembosi oleh kadernya sendiri, Partai Golkar harus solid dan ditegaskan tidak ada pemecatan seperti yang diberitakan beberapa hari kemarin”ujarnya

Massa simpatisan yang hadirpun kali ini tidak banyak seperti Kampanye Partai Golkar sebelumnya, hanya sekitar ratusan saja dan cenderung massa simpatisan lebih banyak meninggalkan lapangan bahkan sebagian Caleg lainpun ikut meninggalkan panggung ketika Para Caleg yang berorasi tidak dipecatnya Dedi Mulyadi dari Partai Golkar, padahal acara kampanye masih berlangsung.

Kampanye yang tidak dihadiri oleh Caleg DPR RI Ade Komarudin dan Ketua DPD Partai Golkar Purwakarta Sarip Hidayat ini juga hanya dihadiri beberapa orang Caleg saja Baik DPRD Kabupaten, Propinsi maupun DPR RI dengan massa simpatisan hanya berkisar ratusan saja.

Nurul Arifin ketika ditemui mengatakan dirinya mendapatkan mandat dari DPP untuk hadir di kampanye Partai Golkar hari ini, Menurutnya Partai Golkar harus berkonsolidasi sehingga bila ada gesekan-gesekan dapat dibenahi melalui Partai.

“Sudah jelas tidak ada pemecatan, kalaupun ada harus ada mekanisme yang ditempuh melalui Pleno, dan tidak ada SK dari Pusat, kalaupun ada kabar bahwa Dedi Mulyadi pindah Partai harus jelas dulu, mungkin saja beranggapan bahwa ada perasaan terasing di Partainya, sehingga mulut-mulut tidak perlu beranggapan Dedi pindah Partai”ujarnya

Bupati Purwakarta
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

“Saya sangat menyayangkan apabila ada Kader Partai Golkar yang dengan sengaja menggembosi Partainya sendiri sehingga dapat menjadi perpecahan diinternal Partai, hal seperti ini kan tidak layak dilakukan apalagi oleh Kader Partai Golkar, dan saya yakin Partai Golkar tetap solid”tegasnya

Sementara Ketua DPD Partai Golkar Purwakarta Sarip Hidayat yang tidak menghadiri Kampanye Partai Golkar ketika dihubungi menjelaskan Kader Partai Golkar harus Dewasa berpolitik dan tidak bermain intrik Poltik, berbicara harus sesuai fakta

“Kita harus sangat mampu membedakan apa yang dapat disampaikan kemasyarakat, karena masyarakat hari ini cukup cerdas dan lebih cepat mendapatkan informasi”jelasnya Jumat (4/4)

“Sedikit bicara banyak bekerja merupakan harga mutlak yang harus dilakukan terhadap masyarakat dan bukan berdiri diatas kepentingan pribadi , dan keyakinannya hari ini terhadap masyaralat cerdas mampu membedakan mana kepentingan masyarakat mana kepentingan pribadi, jadi para politikus berhati-hatilah dalam berpolitik”tegasnya.(Adi Tarigan)

Check Also

Baliho bakal calon Gubernur Sulsel, Prof. HM. Nurdin Abdullah dan H. Rusdi Masse warnai ruas-ruas jalan di Ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel.

Prof. HM. Nurdin Abdullah & Rusdi Masse ‘Masuk’ di Kabupaten Kepulauan Selayar

Kep. selayar, sidaknews.com – Bursa pemilihan balon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi-Selatan masih sangat jauh. …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>