Rabu , 29 Maret 2017
Home » Berita Foto » Kapolres Bintan Tegaskan Arif Jumana Positif Gunakan Narkoba

Kapolres Bintan Tegaskan Arif Jumana Positif Gunakan Narkoba

-Polisi Buru Pemasok Sabu AJ.

Kapolres Bintan
Kapolres Bintan,AKBP Kristiaji SIK saat memberikan keterangan kepada sejumlah Wartawan Usai menghadiri pemusnahan barang bukti hasil kejahatan di kantor Kejari Tanjungpinang.Rabu (12/11/2014) (Foto:istimewa).

Tanjungpinang, Sidaknews.com – Jajaran Satnarkoba Polres Bintan terus melakukan penyelidikan secara intensif terkait kasus dugaan pesta sabu yang melibatkan Arif Jumana (diberitakan sebelumnya AJ) oknum anggota DPRD Bintan dengan dua teman wanitanya.

Hal ini diungkapkan Kapolres Bintan, AKBP Kristiaji SIK usai menghadiri pelaksanaan pemusnahan barang bukti hasil kejahatan di halaman Kejari Tanjungpinang, Rabu (12/11/2014). “Masih terus kita dalami,” katanya kepada sejumlah wartawan.

Perkembangan penyelidikan terbaru, kata Kristiaji, yakni dari hasil tes urin yang dilakukan terhadap oknum anggota dewan dan dua wanita yang bersamanya hasilnya positif. Bahkan, tes urin ini dilakukan sampai dua kali.

“Hasilnya positif, sudah kami tes dua kali. Menggunakan tes yang kami punya maupun dari Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri. Mereka positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu,” tegas Kristiaji.

Selain tes urin, lanjut Kapolres, Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) dalam waktu dekat juga akan segera dilimpahkan kepada Kejari Tanjungpinang.”Selanjutnya, sore ini, tim kami dari Satnarkoba akan ke Laboratorium di Medan untuk dilakukan tes terhadap bong (alat penghisap sabu-red) yang didapatkan di lokasi,” ujarnya.

Kejari Tnjungpinang,Herry Ahmad Pribadi,SH saat memberikan keterangan pers di halaman kantor Kejaksaan Negeri Tanjungpinang.
Kejari Tnjungpinang,Herry Ahmad Pribadi,SH saat memberikan keterangan pers di halaman kantor Kejaksaan Negeri Tanjungpinang.

Sementara itu, Kristiaji juga mengatakan jika saat ini, Arif Jumana tidak dilakukan penahanan. Ia beralasan jika dalam kasus tersebut penanganannya telah sesuai aturan yang berlaku.

“Hal ini juga terkait dengan benda yang ditemukan ( hanya bong-red). Sementara barang bukti sabunya tidak ditemukan pada yang bersangkutan. Makanya bong tersebut dikirim ke lab. Hal ini juga mengacu pada ketentuan pasal 127 UU RI tentang Narkotika” katanya.

Dalam pasal yang lebih “condong” dikenakan pada pemakai narkotika tersebut, lanjut Kapolres, ancaman hukumannya maksimal empat tahun penjara.”Karena dibawah lima tahun, maka tidak wajib dilakukan penahanan,” katanya.

“Kalau ada barang bukti narkoba yang penuh maka langsung dilakukan penahanan. Misalnya ditemukan ada sekian gram dalam plastik dan sebagainya. Artinya itu menguasai. Nah, sementara yang kami dapatkan adalah kami tidak menemukan bukti sabu itu. Tetapi tes positif dan ada dugaan yang di bong itu adalah sisa-sisa sabu yang dikonsumsi,” terangnya.

Selain fokus terhadap bong dan hasil tes urin, sambung Kristiaji, proses penyelidikan juga fokus terhadap siapa pelaku yang memasok barang tersebut. Dikatakanya, saat ini pemasok sudah diketahui dan sedang diburu.

“Identitas nama pemasoknya sudah diketahui, ternyata dari Tanjungpinang. Saat ini sedang kita buru,” tegas Kristiaji.

Kristiaji menambahkan, ternyata setelah Arif Jumana diperiksa, ia sempat mengaku telah mengkonsumsi narkoba sejak dua tahun lalu. Sedangkan untuk kedua wanita yang turut terseret dalam penggunaan narkotika tersebut mengaku baru dua kali memakai.

“Semua ini hanya dengan dukungan masyarakat kami bisa mengungkap kasus ini. Jadi doakan saja mudah-mudahan pengejaran kami dari kesatuan narkoba tetap kami laksanakan untuk mengejar bandar tersebut. Karena namanya sudah kami ketahui,” ujar Kristiaji.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Herry Ahmad Pribadi.SH juga mengutarakan pendapat yang sama atas tidak ditahannya Arif Jumana dalam kasus narkoba yang menimpanya.

Ia juga menguatkan keterangan dari Kapolres Bintan yang mengatakan dilepaskannya Arif Jumana adalah karena sesuai dengan ketentuan pasal yang dimuat di dalam KUHAP. “Kita juga sudah tahu bahwa kepolisian tidak bisa menahan karena pasal yang disangkakan itu kurang dari lima tahun ya. Jadi ketentuannya perlu pemahaman dari masyarakat bahwa ancaman hukuman terhadap suatu pasal yang disangkakan kalau di bawah lima tahun itu tidak wajib dilakukan penahanannya,” terang Herry.

Justru selama ini juga ia selama menyimak kejadian yang ada adalah sesuai dengan fakta. Bukan karena status sosial dari pelaku, namun ia melihat ‘yuridis formal’ bahwa pasal tersebut memang masih bisa dilakukan tahanan kota.

Sebelumnya, oknum DPRD Kabupaten Bintan berinisial AJ dari politisi Partai Amanat Nasional (PAN) asal pemilihan Dapil 3 Bintan Timur tertangkap warga dan polisi ketika diduga pesta narkoba bersama dua orang teman wanitanya.(Ks)

Check Also

Kader Kammi tanjungpinang sedang berlatih teknik persidangan.

Tingkatkan Militansi Kader, KAMMI Tanjungpinang Gelar Teknik Sidang Jilid II

Tanjungpinang, sidaknews.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Tanjungpinang kembali mengadakan kegiatan Teknik …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>