Rabu , 29 Maret 2017
Home » Berita Foto » Kapolres Prihatin Kasus Ayah Cabuli Dua Putri Kandungnya

Kapolres Prihatin Kasus Ayah Cabuli Dua Putri Kandungnya

Keterangan foto: Kapolres Tanjungpinang AKBP Dwita Kumu Wardana saat memperlihatkan SUG,pelaku pencabulan pada anak kandung sendiri (bersebo), Rabu (7/1). Foto : Rindu Sianipar
Keterangan foto: Kapolres Tanjungpinang AKBP Dwita Kumu Wardana saat memperlihatkan SUG,pelaku pencabulan pada anak kandung sendiri (bersebo), Rabu (7/1). Foto : Rindu Sianipar.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Kapolres Tanjungpinang, AKBP Dwita Kumu Wardana merasa prihatin dengan kasus pencabulan seorang ayah kandung dengan dua putri kandungnya sendiri di sebuah kampung di Kelurahan Dompak, Tanjungpinang.

“Hal yang perlu kita ekspose karena, sebagai ayah kandung itu hal yang cukup miris dihati kita semua. Anak kandung sendiri dicabuli dan dilakukan hubungan intim oleh ayah kandungnya,” kata Dwita mencurahan isi hatinya saat menggelar jumpa pers yang digelar di markasnya, Rabu (7/1) kemarin.

Dalam pernyataannya, tersirat rasa kecewa yang mendalam dari Dwita terhadap perilaku asusila dari tersangka berinisial SUG, ayah kandung yang tega meniduri dua anak kandungnya sendiri sejak anaknya berusia 15 tahun.

Perbuatan itu pun dilakukannya secara bergiliran dari anak pertama hingga akhirnya pada anak yang terkecil berusia 15 tahun.

Awalnya dilakukan pada anak pertama, ketika anak kedua telah dewasa perbuatan dilanjutkan pada anak yang kedua.

Selama melampiaskan nafsu syahwatnya, SUG yang merupakan warga di salah satu kampung di Kelurahan Dompak itu kerap mengancam korban berinisial S (20) dan Sr (15).

“Mencabuli anak kandungnya sendiri. Dua orang tak tanggung tanggung. Dari pelapor berinisial S, hal itu dilakukannya sebanyak 5 kali. Sedangkan untuk anak yang kedua telah menjadi korban sebanyak 8 kali pencabulan,” ungkap Dwita.

Dikabarkan, usai dilakukannnya pelaporan dari korban tersebut akhirnya tim dari Polres langsung turun ke TKP dan meringkus pelaku beberapa hari lalu.

Pada konfrensi pers tersebut, lokasi secara mendetail dan wajah dari pelaku sengaja disamarkan oleh polisi guna menghindari adanya penghakiman masyarakat kepada korban maupun pelaku.

“Dalam konfrensi pers ini, sengaja kita samarkan alamat aslinya guna melindungi identitas dari korban dan tersangka tersebut. Wajahnya juga kita tutup supaya menghindari kejadian begini. Wah itu bapaknya si ini. Itu otomatis nantikan identitas ketahuan anaknya siapa,” ujar Dwita.

Menurut Dwita, tersangka akan dijerat dengan pasal 82 ayat 2 Undang-undang Nomor 25 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 sampai dengan 15 tahun penjara.

Modus yang dilakukan, pelaku mencabuli korban saat ibu korban tidak ada di rumah. Juga saat rumah dalam keadaan kosong.

“Motifnya hasrat melihat kemolekan tubuh anaknya. Coba bayangkan. Melihat body anaknya saja dia sudah tergoda gitu kan,” ujar Wakapolres, Kompol Hilman Wijaya yang turut mendampingi Kapolres.

Sementara itu, kepada sejumlah wartawan tersangka SUG sebagai ayah kandung dari korban mengaku khilaf dan tidak menyadari perbuatannya.

Ia hanya berdalih tega mencabuli anak kandungnya sendiri karena sering berada di luar kendali saat nafsu itu ada.

“Saya khilaf. Tak tahulah mungkin karena setan lewat,” kata tersangka.(Rindu Sianipar)

Check Also

Kader Kammi tanjungpinang sedang berlatih teknik persidangan.

Tingkatkan Militansi Kader, KAMMI Tanjungpinang Gelar Teknik Sidang Jilid II

Tanjungpinang, sidaknews.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Tanjungpinang kembali mengadakan kegiatan Teknik …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>