Jumat , 31 Maret 2017
Home » Berita Foto » Kapolsek Panei Tongah ‘Jual-Beli’ Hukum Teraniaya Jadi Tersangka

Kapolsek Panei Tongah ‘Jual-Beli’ Hukum Teraniaya Jadi Tersangka

Luhut Turnip saat menunjukkan surat pernyataan  Kamis 9 10 pukul 12 10wib.
Luhut Turnip saat menunjukkan surat pernyataan Kamis (9/10) pukul 12,10 wib.

SIANTAR.Sidaknews.com – Malang nasib yang dirasakan Luhut Turnip (25) warga Simantin III Nagori Simantin Panei Dame Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun sudah merasakan pesakitan akibat bogeman Boy O.E Sinaga anak dari Toke Hasil Tani malah menjadi status tersangka dijatuhi oleh Polsek Panei Tongah.

Kejadian berawal dari perlakuan pemukulan membabi buta maupun penganiayaan yang dirasakan Luhut karena alasan sepele, anehnya pemukulan tanpa perlawanan ini seraya sudah direncanakan.

Luhut Turnip dijumpai disalah satu warung kopi bilangan kota Siantar, Kamis (9/10) pukul 12.05wib terlihat linglung akan penegakan supremasi hukum yang diperankan Polsek Panei Tongah seraya diperjual belikan.

“Minggu (2/3) silam anggota Toke Hasil Tani Bapak Sepakat Sinaga ingin mengirimkan cabai dalam karung dari simpang simantin menuju pematangsiantar menggunakan angkutan Putra Gok kebetulan saya mandornya” ungkapnya.

“Karena sebelumnya ada permasalahan kurang sesuai ongkos kirim, saya menolak dengan tegas pengiriman barang melalui Putra Gok” jelasnya.

“Tetapi berselang satu hari, Senin (3/3) sekitar pukul 20.30wib Boy Oscar Exaudi Sinaga menelepon saya untuk ketemu, sesampainya didepan warung Pak. Agri Malau disitu Boy langsung mencecar saya dengan beberapa pertanyaan, tetapi saya jawab hal itu tak perlu dibahas lagi” tuturnya.

“Tidak terima akan jawapan saya Boy terlihat seperti kesetanan langsung melayangkan pukulan keras kebagian pelipis dan muka saya, sampai saya langsung terjungkal dan terkapar di jalan aspal hitam” kisahnya.

“Tanpa perlawanan dalam keadaan terkapar Boy semakin menjadi jadi memberikan pukulan keras kebagian kepala saya sampai saya mengalami luka luar” tambahnya.

“Tidak terima akan perbuatan penganiayaan dan pemukulan yang saya alami, saya langsung mendatangi Kantor Polsek Panei Tongah, sesampainya di Polsek hari yang sama sekitar pukul 21.30Wib dengan kondisi berlumuran darah saya melakukan pengaduan dengan nomor STPL : STPL/22/III/2014/ P. Tongah dengan pelapor Luhut Turnip dan Terlapor Boy O.E Sinaga” singkatnya.

Proses hukum yang sempat terbengkalai malah terlihat tidak adanya kelanjutan dilakukan Polsek Panei Tongah membuat kecurigaan kembalinya dilanjutkan proses perkara karena adanya permintaan maupun permainan pemberian uang pulus puluhan juta maupun ratusan juta rupiah dari orang tua terlapor inisial ‘SS’ untuk membalikkan fakta akan perkara.

Kamis,(9/10) pukul 14.00wib dilakukanya pelimpahan berkas dari Polsek Panei Tongah ke pihak Kejaksaan Simalungun di jalan Asahan. Anehnya pukul 19.00wib Luhut Turnip langsung dia arak ke LP jalan Ashan Batu Lapan.

Kapolsek Panei Tongah, AKP. Ramli Manurung tidak bersedia memberikan komentar melalui selular, Kamis (9/10) pukul 12.340wib dikonfirmasi melalui pesan singkat terlihat sungkan bak tutup mulut tanpa bahasa hanya menanyakan identitas awak koran ini ” Siapa ini Pak” cuplikan pesan singkat sang Kapolsek.

Julius Butar Butar selaku Jaksa Penuntut Umum terkesan menutupi proses hukum bahkan kuat dugaan sudah mendapatkan upeti dari orang tua Boy O.E Sinaga tidak bersedia memberikan informasi melalui hubungan selular maupun pesan singkat, Minggu (12/10) pukul 14.07wib. (LN/SyamP)

Check Also

Keluar Dari Wilayah Kontrak Kerja, PT Vale Bayar Denda ke Negara Rp 5 M

Lutim, sidaknews.com – Penyerahan uang sebesar Rp 5 Milyar dari PT Vale Indonesia kepada Kejaksaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *