Senin , 29 Mei 2017
Home » Daerah » Aceh » Karnaval Meriahkan Tahun Baru Islam Di Kota Bireuen

Karnaval Meriahkan Tahun Baru Islam Di Kota Bireuen

-Mobil Hias awali karnaval di Kabupaten Bireuen.

Mobil Hiias Ala Bireuen ikut dalam karnaval menyemarakkan tahun Baru Islam 1436 H yang dirangkai dalam event  peringatan HUT Bireuen Ke-15 ( Foto, Tarmizi A. Gani)
Mobil Hiias Ala Bireuen ikut dalam karnaval menyemarakkan tahun Baru Islam 1436 H yang dirangkai dalam event peringatan HUT Bireuen Ke-15 ( Foto, Tarmizi A. Gani)

BIREUEN,ACEH,Sidaknews.com – Kabupaten Bireuen yang memiliki 17 kecamatan dan 609 gampong (Desa – red) dengan jumlah penduduk mencapai 406.083 jiwa merupakan bahagian dari jumlah keseluruhan penduduk seluruh Aceh yang di perkirakan mencapai 4.486.570 jiwa, merupakan salah sebuah daerah di Aceh yang hampir seratus persen beragama Islam.

Budaya Islam sudah sangat melekat dengan warga Kabupaten Bireuen sejak turun temurun, sehingga menjadikan warga daerah tersebut tidak pernah absen dalam memperingati dan menyambut serta menyemarakkan hari – hari besar Islam, termasuk menggelar berbagai event pada 1 Muharram ( Tahun baru Islam).

Dalam rangka memerihkan sambutan tahun baru Islam yang ke 1436 tahun ini pemkab Bireuen merangkai dalam sebuah event besar bersamaan peringatan HUT Bireuen ke – 15, warga tumpah – ruah ke kota tersebut, selain untuk mengikuti peringatan, acara demi acara yang di isi oleh rakyat juga bisa menjadi hiburan bagi penduduk di kabupaten itu.

Karnaval yang menampilkan mobil – mobil hias, gadis – gadis pelajar sekolah yang menggunakan gaun tradisional, anak – anak muda setingkat SMA dengan pakain Islam, hingga kepada simbul onta ( bintang Arab – red) yang melintasi jalan kota juang, menggambarkan betapa pentingnya peringatan hari – hari Besar Islam bagi masyarakat Bireuen yang terkenal sebagai pedagang, petani dan juga pelaut yang rajin.

Ariadi salah seorang warga Bireuen yang di temui penulis menuturkan, peringatan tahun baru Islam merupakan sesuatu yang positif selain memberi hiburan kepada masyarakat juga mengingatkan kita semua bahwa kita sudah kembali memasuki tahun baru Islam.

Selama ini masyarakat kita seakan – akan lupa dengan tahun baru Islam, kebanyakan dari kita lebih mengingat tahun baru Masehi sekaligus merayakannya, event ini juga merupakan moment bagi kita untuk hijrah dari yang tidak baik kepada yang baik, dari yang lemah imannya kepada yang taat beragama, ungkap Ariadi. (Hasbi/Mukarram)

 

 

 

 

 

 

Check Also

Suasana Ramadhan di Kota Peureulak Spontan Berubah, Pedagang Musiman Penuh Disepanjang Jalan

Aceh Timur, sidaknews.com – Kebiasaannya setiap tahun penjualan jajanan atau bukaan puasa penuh di jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *