Selasa , 30 Mei 2017
Home » Berita Foto » Kas daerah Anambas tinggal 10 miliar

Kas daerah Anambas tinggal 10 miliar

ilustrasi.
ilustrasi.

Anambas,Sidaknews.com – Kabar mengenai kas daerah yang menipis juga sempat dialami oleh Kabupaten Anambas.Tidak hanya Pemerintah Kabupaten Natuna yang sempat dibuat pusing lantaran belum ditransfernya Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dari pusat, Anambas yang merupakan wilayah pemekaran dari kabupaten induknya ini juga sempat dibuat pusing oleh belum ditransfernya dana itu dari pihak Pemerintah Pusat.

Diketahui, dana yang belum ditransfer oleh pemerintah pusat ini sempat membuat kas daerah tinggal Rp 10 miliar. Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Anambas, Zulfahmi yang ditemui tim Sidaknews.com, Kamis (22/5) kemarin tidak menampik mengenai sempat menipisnya kas daerah Pemerintah Kabupaten Anambas ini.

Namun sekarang, pihak Pemerintah Pusat sudah mentransfer dana yang besarannya mencapai Rp 100 miliar ini. “Kemarin memang iya. Tapi, Alhamdulillah sekarang sudah tidak lagi, karena sudah ada transfer dari pusat yang masuk ke kas daerah.

Berdasarkan laporan, ditransfer tiga hari berturut – turut dengan besaran mencapai Rp 100 miliar.Senin (19/5) kemarin ditransfer dengan besaran Rp 34 miliar sekian, Selasa (20/5) dengan jumlah Rp 56 miliar sekian, serta Rabu (21/5) dengan Rp 10 miliar. Untuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nya belum terbit,” ujarnya.

Kendati sudah ditransfer dan masuk ke kas daerah, namun pria berkacamata ini belum mengetahui secara detail dana apa yang sudah ditransfer oleh pihak pusat itu. Ia pun memperkirakan, satu bulan kedepan, pihaknya baru mengentahui konfirmasi perihal dana transfer itu. Kendati demikian, pihaknya menegaskan, apa yang dialami ini tidak hanya terjadi di Anambas saja, melainkan disejumlah kabupaten/kota lainnya yang ada di Indonesia.

“Bukan hanya di Anambas saja, sedikitnya ada 169 kabupaten/kota yang mengeluhkan belum ditransfernya dana dari pusat ini. Kalau tidak ditransfer juga, kemungkinan hampir collapse mungkin,” katanya. Ia pun menjelaskan, seharusnya dana yang ditransfer pusat yang berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) pada triwulan I dan tunda salur yang nilainya lebih kurang mencapai Rp 150 miliar ini, biasanya sudah ditransfer pada bulan Maret kemarin.

“Harusnya Maret keluar, tapi ada sedikit perubahan jadwal. Tapi, beruntung sudah ditransfer meskipun belum sepenuhnya,” ungkapnya kembali. Meski sudah dapat bernafas lega, namun pihaknya sempat mewanti-wanti agar menipisnya kas daerah tidak berpengaruh kepada belanja pegawai. “Itu yang paling saya khawatirkan. Kita berharap, tidak sampai berpengaruh kepada belanja pegawai serta tidak ada ketergantungan pada pihak ketiga,” tutupnya.(Rohadi)

Check Also

Danrem 011 Buka Latihan Posko Kodim 0104/Atim

Langsa, sidaknews.com – Komandan Korem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono,S.i.P, M.Si Pimpim Pembukaan Latihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *