Home » Berita Foto » Kasus Dugaan Kecurangan Penerimaan Siswa Baru

Kasus Dugaan Kecurangan Penerimaan Siswa Baru

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Disdikpora Karawang Nandang Mulyana
Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Disdikpora Karawang Nandang Mulyana.

Karawang, Sidaknews.com – Kasus dugaan kecurangan yang dituduhkan orang tua siswa kepada operator Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di SMAN 4 Karawang Jawa Barat, ditepis oleh pihak Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Disdikpora) wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Disdikpora Karawang Nandang Mulyana menegaskan, kecurangan yang dituduhkan salah satu orang tua calon siswa tersebut sangat tidak mungkin terjadi.

Adapun perihal kasus tersebut, menurut Nandang itu terjadi akibat human eror akibat miss komunikasi antara kepala sekolah dengan petugas operator saja.

“Sistem PPDB Online itu dikunci jam 4 dari kabupaten. Mungkin panitia print out sebelum jam 4, sehingga ada selisih.
Sudah dselesaikan bukti print out dari orang tua itu lah yang benar,” kata Nandang kepada sidaknews.com di Gedung PGRI Karawang.

Nandang juga mengklaim, bahwa kasus yang terjadi di SMAN 4 Karawang kemarin sudah diselesaikan, dan siswa yang namanya sebelumnya tidak tercantum di papan pengumuman sudah diperbaiki dan diterima di SMAN 4 Karawang.

Selain terjadi di SMAN 4 Karawang, kasus serupa perihal dugaan kecurangan PPDB Online juga terjadi di dua sekolah lain di Karawang. Dua sekolah tersebut yakni SMAN 1 dan SMAN 2 Cikampek. Namun lagi-lagi Disdikpora mengklaim sudah membereskan persoalan terkait kasus di dua sekolah favorit di wilayah Kecamatan Cikampek tersebut.

Kasus yang terjadi di SMAN 1Cikampek keributan orang tua terjadi akibat ada sembilan orang mendaftar dari jalur luar kabupaten. Dari data web, tercatat ada sembilan orang. Sementara sembilan orang itu nilai besarnya hilang.

“Akhirnya yang hilang pun kita akomodir dan yang lain juga diselamatkan, jadi sudah selamat semua,” tegas Nandang.

Sedangkan yang terjadi di SMAN 2 Cikampek, menurut Nandang itu terjadi karena siswa yang tidak diterima malah memaksakan kehendak untuk masuk di sekolah tersebut. Sehingga ia berharap semua pihak bisa menerima dan mencari alternatif lain agar anaknya bisa tetap masuk ke SMAN 2 Cikampek dengan mengambil jalur lain yaitu jalur akademik.

“Intinya kalau kami di Disdikpora tetap akan mengamankan SK bupati seperti itu. Bahwa sistem yg sudah kita lakukan itu sudah sesuai ketentuan,” jelas Nandang.

Nandang berharap, semua tokoh masyarakat untuk bisa membantu jalannya PPDB online yang sedang berjalan ini. Sehingga bisa berjalan dengan baik. Selain itu, tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan pihak lain jika merasa kurang puas dengan hasil yang diperoleh dalam PPDB.

Seperti yang terjadi di Cikampek, dimana warga di wilayah tersebu melakukan blokir jalan akibat tidak puas menerima hasil pengumuman PPDB. Ia berharap itu tidak kembali dilakukan oleh masyarakat Karawang.

Nandang menghimbau, jika saja masyarakat merasa dirugikan atau menemukan kecurangan tertentu saat PPDB dilaksanakan, maka bisa melaporkan langsung ke tingkat Kabupaten yaitu ke Ketua Panitia Pengaduan tingkat kabupaten H.Taswan.

“Teknisnya saya sudah intruksikan kepada kepsek untuk mendata persoalan teknis, dan itu diadukan kepada ketua panitia pengaduan tingkat kabupaten, dan nanti akan merekomendasikan hal tersebut ke Disdik. Sehingga dengan cepat Disdik akan memproses pengaduan itu kepada Bupati, dan hak warga yg memang dia masuk k jalur PPDB itu bisa terakomodir,” pungkas Nandang. (Ega)

Check Also

img-20170117-wa0053

Pilkada Gubernur Lebih Menarik bagi Warga Aceh Tengah

Takengon, sidaknews. com – Pemilihan Kepala Daerah serentak pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang tinggal …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>