Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Kasus Padat karya Natuna, dinilai kejaksaan tidak punya Taring

Kasus Padat karya Natuna, dinilai kejaksaan tidak punya Taring

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Lemahnya penegakan sistim hukum di Indonesia khususnya di kepulauan riau membuat para koruptor merajalela berkeliaran kemana-mana, sehingga tidak membuat efek jera terhadap pelaku alias pembiaran terhadap para pelaku Koruptor.

Salah satunya kasus padat karya tahun 2009 senilai Rp 19 miliar, kesannya pihak kejaksaan sengaja memberikan peluang dan pembiaran terhadap pelaku koruptor. “Hingga saat ini pada kasus tersebut belum tau siapa pelaku atau tersangka yang sudah ditetap oleh Kajari Natuna.

Kuncus seorang penggiat anti korupsi di kepulauan Riau mengatakan, Hemat kami dalam penanganan kasus ini sudah berlangsung lama, sejak dilaporkan kasus kepada pihak Kajati kepri sudah diperiksa sebanyak 3 kali Kadis Dinsostransmigras Natuna Agus Supardi, “hingga pelimpahan kasus ini kepada pihak Kajari Natuna belum juga tersentuh”.

“Ada apa sesungguh” dibalik kasus ini? Apakah ada petinggi daerah yang terlibat sehingga kasus ini lamban ditangani oleh Kejaksaan Negeri Natuna, atau “jaksa” tidak punya nyali untuk menjerat para pelaku koruptor?

Sementara Pptk Djoko sudah 3 tahun meninggal Natuna dan tak pernah masuk kantor, Anehnya lagi, Bendahara Gaji masih mengeluarkan Gajinya selama 3 tahun lebih, sekarang gaji yang dikeluarkan oleh Bendahara Gaji tersebut mau dikemanakan?

“Lalu apa upaya Kejaksaan Natuna  untuk menangkap Djoko Mantan Pptk tersebut”.

Hal ini banyak dipertayakan oleh sejumlah lembaga pemirhati anti korupsi di kepri,dan menjadi bahan pembicaraan atau buah bibir dan ocehan, “apakah ini bukan suatu sorotan bagi pihak penengak hukum khususnya pihak Kejaksaan Natuna?.

Bahkan tak luput dikalangan masyarakat juga turut membicarakan kinerja kejaksaan. lemahnya sistim  penengakan hukum di tingkat kejaksaan khususnya di kepri.

Saat kedatangan Jamwas baru-baru ini ke Tanjungpinang sejumlah kalangan Pers mempertayakan masalah ini, Namum jawabannya hanya sebatas akan ditindak lanjuti kasusnya dalam waktu dekat ini.

Harapan kami kasus ini secepatnya jaksa menetapkan tersangka, jika jaksa tak juga dapat bekerja secara profesional, kita tidak mu tinggal diam, kasus ini resmi kita suratin pihak Kejaksaan Agung, ungkapnya.(Red)

Check Also

Ketua Umum FSI Qalbun Salim (kanan) menyerahkan hasil penggalangan dana kepada Ketua FSLDK kepulauan Riau (kiri).

Peduli Somalia, FSI STIE Pembangunan Tanjungpinang Galang Dana

Tanjungpinang, sidaknews.com – Ucapan Terima Kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Dosen, Mahasiswa di STIE Pembangunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>