Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Kasus Pencabulan, Keluarga Korban Minta Majelis Hakim Terdakwa di Hukum Berat

Kasus Pencabulan, Keluarga Korban Minta Majelis Hakim Terdakwa di Hukum Berat

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Kasus dugaan pencabulan dibawah umur yang dilakukan oleh terdakwa Kismin alias A Hao (22) terhadap Es (16) Pihak keluarga minta kepada Majelis Hakim untuk dihukum seberat-beratnya.

Hal ini disampaikan oleh Alek (34) yang mengaku sebagai paman atau abag kandung dari ibu korban Es, menyangkut atas perbuatan terdakwa yang telah dapat merusak masa depan anaknya, hingga tidak dapat melanjutkan sekolah kelas 2 SMA, akibat tengah hamil sekitar 3 bulan lebih saat ini.

Sampai saat ini tidak ada upaya perdamaian dari pihak keluarga terdakwa kepada orang tua atau ibu kandung korban yang telah bersusah payah melahirkan, sekaligus membesarkan anak ke 2 dari 3 bersaudara, terutama sejak 5 tahun terakhir usai ditinggal cerai oleh ayah kandungnya.

“Terhadap hal tersebut, tidak ada alasan bagi majelis hakim untuk meringankan hukuman kepada terdakwa nantinya,” ucap Alek didampingi ibu kandung korban yang diketahui tidak fasih berbahasa Indonesia pada sejumlah wartawan disela-sela mengikuti sidang lanjutan dugaan kasus pencabulan tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (24/4).

Alek menyebutkan, berdasarkan pasal 81 ayat (2) junto pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang disangkakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), sehingga layaknya dugaan perbuatan terdakwa tersebut dapat divonis di atas 5 tahun lebih.

“Kami minta terdakwa dihukum seberat-beratnya, atau minimal 5 tahun penjara, sesuai perbuatan yang telah dilakukannya kepada anak saudara kami,” ucap Alek.

Lebih lanjut ia juga menyayang serta sangat kecewa atas sikap Jaksa Penuntut Umum pada sidang sebelumnya yang hanya menuntut terdakwa selama 3 tahun 6 bulan, sesuai pasal tentang perlindungan anak yang disangkakan.

“Tuntutan jaksa tersebut terlalu ringan dibandingkan perbuatan terdakwa. Untuk itu, kami minta majelis hakim dapat menjatuhkan vonis di atas dari tuntutan jaksa tersebut. Jika tidak, maka kami pasti akan mengambil sikap untuk membawa dan melaporkan atas perkara ini ke Komisi Yudisial (KY) serta lembaga terkait yang lebih tinggi lagi di Jakarta,” kata Alek.

Pada sidang sebelumnya, terdakwa Kismin alias A Hao (22) ditutut selama 3 tahun 6 bulan penjara atas perbuatannya. JPU Ekchar Palapia SH, memyatakan terdakwa diduga terbukti bersalah melakukan pencabulan terhadap Es sebagaimana diatur pasal 81 ayat (2) junto pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Es diduga telah dicabuli sebanyak tiga kali hingga korban hamil oleh Kismin, pria yang baru dikenalnya sekitar empat bulan.

Kismin diamankan Satreskrim Polres Tanjungpinang di kawasan Potong Lembu, Tanjungpinang, Sabtu (28/12) lalu, setelah diketahui oleh bibi korban yang langsung melaporkannya ke polisi atas nama ibu korban, Janiah, pada 18 Desember lalu.

Kejadian bermula sekitar Agustus 2013, saat terdakwa berkenalan dengan korban di kawasan Rimba Jaya, Batu 2. Keduanya bertukaran Pin BBM untuk terus berkomunikasi dan akhirnya pacaran. Selama pacaran, keduanya sudah tiga kali melakukan hubungan badan.

Namun korban tidak mengingat secara pasti tanggal kejadiannya. Pertama kali dilakukan pada November di rumah terdakwa di kawasan Potong Lembu. Kedua pada akhir November sekitar pukul 19.00 WIB. Ketiga pada 2 Desember di tempat yang sama.

Korban diketahui positif hamil 2 bulan berdasarkan hasil visum tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang. Kismin dan korbannya sempat hendak menikah secara adat di Vihara Maitreya Suka Berenang, Tanjungpinang, Minggu (6/4), atas izin dari majelis hakim yang menyidangkan kasus tersebut. Namun rencana pernikahan dihentikan ibu dan keluarga korban.(HK)

 

Check Also

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Desak Gubernur dan DPRA Selamatkan UUPA

Banda Aceh, sidaknews.com – Pasca pengesahan UU No 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *