Senin , 29 Mei 2017
Home » Berita Foto » Kasus Penipuan Uang Rp. 400 Juta

Kasus Penipuan Uang Rp. 400 Juta

Kasus Penipuan Uang Rp. 400 Juta
Ilustrasi

Tanjungpinang, Sidaknews.com – Hernu Grandi alias Randi (37) menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (9/6).

Ia didakwa atas kasus penipuan karena tak mengembalikan uang yang dipinjam dari Haryadi alias Acok.

Jaksa Penuntut Umum Ristianti Andriani dalam dakwaannya menyatakan, berawal saat Randi datang ke rumah Haryadi alias Acok di Jalan DI. Panjaitan, Komplek Bintan Center, pada 14 Mei 2011 lalu. Randi berniat meminjam uang sekitar Rp 400 juta.

Ia berjanji akan mengembalikan pinjaman itu dalam waktu satu bulan. Alasan Randi meminjam uang karena ada permasalahan bisnis. Kemudian Acok meminta istrinya, Caskinih, mengambil uang di dalam kamar. Uang itu kemudian diserahkan ke tangan Acok.

Uang itu berikan kepada Randi. Selanjutnya, Randi diminta menandatangani tanda terima sebagai bukti pinjaman oleh Acok. Pada 1 Juli, Randi menghubungi Acok. Ternyata Randi ingin meminjam uang lagi sekitar Rp 300 juta. Karena sedang berada di Jakarta, Acok menyuruh Randi mengambil uang kepada Caskinih.

Selanjutnya, Acok menghubungi istrinya untuk membuka cek senilai Rp 300 juta.
Cek itu disampaikan harus diserahkan kepada Randi. Namun, Caskinih tak berani memberikan cek itu karena nilainya terlalu besar.

Caskinih memberitahu Acok agar cek itu diserahkan sendiri ke Randi, pulang dari Jakarta. Kemudian, Acok menghubungi Randi agar menunggunya pulang. Saat sudah berada di Tanjungpinang, Acok memberikan cek kontan BCA senilai Rp 300 juta. Namun, Acok menanyakan pembayaran utang yang pertama.

Randi beralasan, pinjamannya belum cair di bank. Jika sudah, maka seluruh utang dijanjikan akan dibayar seluruhnya. Ternyata, pinjaman itu tak dibayar hingga Desember 2011. Acok menanyakan hal tersebut kepada kepada Randi pada Januari 2012. Hal ini ditanyakan Acok hingga 10 kali dan tetap belum dapat dibayar Randi. Akhirnya, Acok melaporkan hal ini ke pihak kepolisian.

“Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan atau pasal 372 KUHP tentang penggelapan, ” ujar JPU Santi.

Usai mendengarkan dakwaan JPU, Ketua Majelis Hakim Parulian Lumbatoruan menunda sidang. Pasalnya, JPU belum bisa menghadirkan saksi. (Surya)

Check Also

Suasana Ramadhan di Kota Peureulak Spontan Berubah, Pedagang Musiman Penuh Disepanjang Jalan

Aceh Timur, sidaknews.com – Kebiasaannya setiap tahun penjualan jajanan atau bukaan puasa penuh di jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *