Home » Berita Foto » Kasus Penjualan Sapi bantuan Pemerintah Bintan diduga di Petieskan

Kasus Penjualan Sapi bantuan Pemerintah Bintan diduga di Petieskan

Edi Subagio
Edi Subagio Ketua kelompok tani Agri bangun Jaya Toapaya Kabupaten Bintan 

Bintan,Sidaknews.com – Hingga saat ini perkembangan penanganan kasus penjualan Sapi bantuan pemerintah daerah Bintan belum jelas ujung pangkalnya. Kasus ini kita sudah laporkan kepada pihak Polres Bintan sekitar 6 bulan yang lalu.

Hal ini diungkapkan oleh Kuncus ketua Umum lsm ICTI-Ngo Kepri kepada media ini, sangat disayangkan pihak penyidik Polres Bintan dalam penanganan suatu kasus. padahal kasus itu jelas dan punya dasar, yang kita herankan, bahwa pihak penyidik belum ada memberikan laporan perkembangan lidik sampai detik ini.

Saat dikompirmasi media ini Kasat Reskrim Polres Bintan melalui pesan singkat belum ada memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan.(19/3).

Edi Subagio ketua kelompok Tani Agri bangun jaya desa Toapaya Utara kabupaten Bintan diduga menjual puluhan ekor sapi kepada pihak Pt.Bisnis indo nugraha pratama, padahal bantuan tersebut adalah bantuan pemerintah pusat melalui anggaran Apbn-P tahun anggaran 2010 dari Dirjen Peternakan.

Bantuan sapi bentuk Hibah untuk kelompok tani Agri Bangun jaya sebanyak 35 ekor dengan anggaran yang diberikan oleh dinas pertanian dan peternakan kabupaten Bintan sebesar Rp.322.500.000.

Dari keterangan yang sampaikan oleh Edisubagio ketua kelompok tani tersebut kepada media ini, bahwa “dia” ada mengakui menjual sapi kepada pihak Pt.Bisnis indo nugraha pratama, namun, sapi tersebut dia beli dari lokal sebelas ekor, dan mati satu ekor, Namun, Edi tidak bisa menunjukkan surat keterangan dari Karantina.

ketika sumber yang layak dipercaya mengatakan, bahwa sapi yang ada di pt.Bisnis indo nugraha pratama, itu adalah sapi diangkut dari kandang ternak kelompok tani, bahkan, saya sendiri sebagai mantan kelompok tani saat itu, ikut juga mengantar ke tempat tersebut.

“Dia” (Red) mengakuinya, bahwa Edi Subagio sebagai ketua kelompok tani, saat itu memerintahkan kita untuk ikut ke Pt.Pt.Bisnis indo nugraha pratama mengantar 10 ekor sapi.

Sapi
Sapi milik kelompok Tani Agri Bangun Jaya kepergok di kandang PT. Bisnis Indo Nugraha Pratama di Singgiling Bintan Utara Kabupaten Bintan.

Namun ditanya berapa harga dijual kepada pihak perusahaan tersebut, “Saya” tidak mengetahuinya, itu urusan Edi, kami hanya perintah saja. dan, Sapi yang mati, kami ketahui hanya sebanyak 7 ekor saja. “Ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi oleh Media ini Edisubagio, mengatakan, bahwa sapi bantuan pemerintah dengan jumlah 35 ekor, yang mati ada sekitar 24 ekor Sapi, Namun ketika ditanya lagi, apakah ada bukti atau surat dari petugas lapangan atau Ppl? Edi Subagio enggan menjawab.

Namun jawabannya begitu gampang, “Saya” sudah kasih tau kepada petugas Ppl, namun gak pernah datang, dan klo mau kita lihat, ada kok kuburan sapi tersebut.”Ungkapnya.

Sementara ketika dikonfirmasi salah satu staf pihak dinas pertanian dan peternakan Bintan, mengatakan, jika ada sapi yang mati,pihak kelompok tani harus terlebih dahulu memberitahukan kepada petugas lapangan atau Ppl dari dinas peternakan, tentunya, petugas dapat mengetahuinya, apakah penyebab kematian sapi tersebut, baru bisa dikuburkan, jika tidak ada surat dari petugas Ppl, tentunya masalah tersebut dapat diragukan.”tandasnya”.

Kandang Sapi milik PT
Kandang Sapi milik PT.Bisnis Indo Nugraha Pratama di Bintan Utara

Hasil investigasi lsm ICTI-Ngo kepulauan Riau di lapangan,kuncus mengatakan, sangat disayangkan dan ada kejanggalan dari keterangan yang disampaikan oleh Edi Subagio, sebab,”Surat dari petugas Ppl tidak ada”, surat bukti kematian sapi tersebut diragukan.

Ketika ditanyakan salah seorang pekerja di Pt.Pt.Bisnis indo nugraha pratama, Adi membenarkan, bahwa, Sapi yang ada ini dibeli dari Edi Subagio dengan harga Rp.8 juta per ekor.

Dari keterangan warga Toapaya kepada media ini mengatakan, bahwa, kinerja ketua kelompok tani Agri bangun jaya kita ragukan, sebab, banyak bantuan yang masuk ke daerah kita tidak pernah transparan, semua hanya dengan aturan beliau. “Kami” sebagai anggota kelompok tani, sesuka-sukanya memberhentikan kita. “Unkapnya.

Dan perkembangan terakhir sejak kasus ini dilaporkan ke Polres Bintan, impormasi yang kami dapatkan di lapangan, bahwa Edi Subagio sudah menjual sebagian harta bendanya, termasuk i unit mobil dan sebidang tanah, dan masalah hasil penjualan tanah dan i unit mobil tersebut kita tidak tau mau kemana diberikan.

Sebelum kasus ini dilaporkan harta benda Edi Subagio semakin hari semakin bertambah, ini kan aneh, kenapa sejak kasus ini dilaporkan ke polisi malah Edi semakin terpuruk dan semakin miskin.

Dan Kasus ini kita akan monitor sejauh mana perkembangan kasusnya, jika kasus ini di petieskan oleh pihak Polres Bintan, kita akan cabut laporan kita dari sana dan selanjutnya kita serahkan langsung kepada Kapolda kepri. Ujar Kuncus (Red)

Check Also

Sekretaris Daerah Luwu Timur, Bahri Suli saat mewakili Bupati pada perayaan natal tribrata kasih jajaran Polres Luwu Timur yang bertempat di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Selasa (17/01/2017) sore

Sekda: Toleransi Kunci Keutuhan Luwu Timur

Lutim, sidaknews.com – Semangat toleransi menjadi kunci keutuhan Luwu Timur. Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Daerah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>