Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Kepri » Batam » Kavling Palsu Resahkan Masyarakat Batam

Kavling Palsu Resahkan Masyarakat Batam

-BP Batam Tidak Mengakui Ukuran 5/8 – 6×8 Pengurusan Sartipikat dan WTO Terkendala Dikemudian Hari.

Keterangan Foto; Lokasi kavling dengan surat palsu yang ditemukan oleh BP Batam
Keterangan Foto; Lokasi kavling dengan surat palsu yang ditemukan oleh BP Batam.

Batam,Sidaknews.com – Penipuan yang dilakukan oleh segelintir orang termasuk developer yang akan melakukan ganti rugi dan penelokasian kavling kepada masyarakat banyak modus yang dilakukan ukuran kavling yang diberikan tidak sesuai peraturan BP Batam.

Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam menemukan sedikitnya 20 surat Kavling Siap Bangun (KSB) palsu. Kepastian itu didapat dari laporan masyarakat dengan lokasi di beberapa titik, lengkap dengan tanda tangan pejabat BP Batam maupun developer yang mengusur memperalat orang-orang untuk mengusur lahan dengan ukuran 5×8-dan 6×8.

Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam Ilham Eka Hartawan mengatakan, modus pemalsuan surat-surat kavling, pelakunya terbilang profesional.Sebab, tandatangan pejabat BP Batam pemberi kuasa kavling ditiru dengan kop dan logo yang sama instansinya. Jika tidak diperhatikan dengan jeli, apalagi yang melihat masyarakat awam, perbedaanya akan sulit ditemukan.

Kita sandingkan tandatangan asli dan tandatangan di surat kavling palsu, ternyata hampir serupa. Tapi setelah diteliti, ternyata ada beberapa perbedaan. Belum lagi dikroscek lebih jauh ternyata memang dipastikan itu palsu,” kata Ilham, kemarin.

Dengan adanya temuan itu, Ilham berharap kepada masyarakat yang berniat membeli kavling untuk lebih teliti dan tentunya hati-hati.juga untuk adanya pihak-terkait akan memberikan kavling kepada masyarakat dengan ukuran yang tidak sesuai dengan juknis yang dikeluarkan PB Batam dengan ukuran 6×10-dan 10×15 itu yang dibenarkan BP Batam sampai saat sekarang.

Lokasi kavling dengan surat palsu yang ditemukan, kata Ilham kebanyakan berada di Kecamatan Sagulung, Batuaji dan beberapa titik di Sei Beduk. Ia menduga, kemungkinan-kemungkinan pemalsuan surat seperti itu masih banyak.

Pada surat kavling yang diperlihatkan warga ke kita, merupakan surat jual beli yang dikeluarkan RT/RW. Setelah dibawa ke kita, misalnya mau urus faktur UWTO, ternyata tidak bisa, karena palsu” kata Ilham. Dengan ukuran tidak sesuai yang dibuat oleh BP Batam.

Ilham pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak tergiur dengan harga murah. Harus benar-benar dilihat, jangan sampai tertipu. Dari informasi yang didapat, kavling dengan surat palsu dijual dengan Rp4,5 juta dengan ukuran KSB 6 x 8 meter persegi. Dan perlu diketahui, saat ini BP Batam tidak mengalokasikan lagi KSB.

Kalau ada pihak depeloper memberikan kavling harus dengan ukuran 6×10 tampa adalasan, kalau tidak dilakuan dengan ukuran yang dikeluarkan BP Batam di kemudian hari Masyarakat jelas tidak bisa mengurus Saripikat untuk kedepanya, akan tengkendala dalam pembayaran WTO pengurusanya.

“Saat ini BP Batam komit. Pemalsuan dokumen merupakan pelanggaran yah. Andaikan, ternyata ada oknum BP Batam yang bermain, kita akan tindak tegas,” tegas Ilham. (Sumber: Humas BP)

 

 

Check Also

KETUA Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Ir. Teuku Alaidinsyah M. Eng saat membuka secara resmi Orientasi Kepalangmerahan dan Musyawarah Kerja Kabupaten (Mukerkab) PMI Bireuen. FOTO/TARMIZI A. GANI.

Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Bireuen Dibuka Teuku Alaidinsyah

Bireuen, sidaknews.com – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Ir. Teuku Alaidinsyah M. Eng membuka …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>