Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Kehadiran Warung Tuak di BIntan buat resah warga

Kehadiran Warung Tuak di BIntan buat resah warga

Warung Tuak
Warung Tuak

Bintan,Sidaknews.com – kehadiran warung tuak di wilayah Bintan khususnya Kecamatan Toapaya,Masyarakat mulai merasa resah, di Bintan ada 3 titik penjualan tuak siap harinya, yakni di Km 16, Km 33 dan 1 diantaranya di Teluk sebong.

Menurut Rahman salah satu warga Toapaya, penjualan minuman memabukkan ini sudah mulai marak dilingkungannnya, dikahwatirkan kondisi tersebut diperparah dengan bertambah jumlah orang yang mengkonsumsi tuak dan memicu kerusuhan lingkungannya.

“Penjualan tuak sudah semakin marak, saya kahwatir hal ini bisa menganggu keamanan dan kenyamanan lingkunagan bermasyarakat,” kata Rahman kepada wartawan, Senin (17/2).

Tuak tersebut menurutnya dijual dengan harga murah, bahkan saking murahnya bisa dibeli dengan takaran pergelas. Mahalnya harga miras botol yang dijual ditoko-toko menurutnya, membuat para peminum tersebut beralih mengkosumsi tuak karena harga tuak terjangkau.

“Pikir saja, harga minuman keras botol seperti anggur merah sekarang Rp 60 ribu. sementara harga jual tuak jauh lebih murah, hanya Rp 8 ribu perbotolnya, itupun katanya diencerkan lagi sehingga bisa membeli dengan takaran gelas,” jelas Rahman.

Penelusuran isukepri lebih lanjut diperoleh info, ternyata ada beberapa pelajar yang juga ikut membeli dan mengkonsumsi tuak dan dikahwatirkan melakukan tindakan-tindakan yang seharusnya tidak terjadi.

“Kami merasa resah dengan maraknya penjualan tuak dan pemabuk saat ini, kita harapkan pihak terkait dapat menertibkan permasalahan ini sesegera mungkin,” lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan Dedi salah seorang mahasiswa asli Bintan, kondisi ini membuatnya merasa miris karena dianggap tidak sesuai dengan budaya Bintan yang identik dengan kemelayuan dan keislaman.

“Terus terang Saya sangat prihatin dengan maraknya penjualan tuak, sama sekali tidak mencerminkan budaya melayu sebagai budaya mayoritas Kepulauan Riau khususnya Kabupaten Bintan, ini kan sangant bertentangan dengan nilai- nilai budaya melayu,” tegas Dedi.

Meskipun aktifitas penjualan tuak tersebut dilakukan pada malam hari, Dedi berharap pihak keamanan bisa tegas menertibkan permasalahan tersebut sebagai antisipasi tindakan kriminal dan sebagainya.(IK)

Check Also

Tiga Pelaku Pengeroyokan Wartawan Berhasil Ditangkap Polda Sumut

Medan, sidaknews.com – Tiga orang tersangka pelakukasus pengeroyokan terhadap seorang wartawan Inews Tv bernama Adi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *