Selasa , 30 Mei 2017
Home » Berita Foto » Kehidupan Suku Duana Kundur Kian Pahit

Kehidupan Suku Duana Kundur Kian Pahit

-Suku Duana Butuh Realisasi Bukan Janji.

Kondisi Rumah Kaum Suku Duana di Kecamatan Kundur yang memiliki tempat tinggal atau rumah yang cukup memprihatinkan
Kondisi Rumah Kaum Suku Duana di Kecamatan Kundur kabupaten karimun yang memiliki tempat tinggal atau rumah yang cukup memprihatinkan.

Kundur,Sidaknews.com – Catatan pahit dalam perjalanan kehidupan Bangsa kita ini adalah terlihat dari tingkat kemiskinan yang kian menjadi-jadi sejak krisis multidimensional yang terjadi pada tahun 1997.

Dimana hampir menyentuh seluruh sektor kehidupan manusia khususnya pada rakyat yang saat itu sedang berada pada kondisi ekonomi menengah kebawah.Imbasnya mereka semakin terpuruk, tertatih tatih dalam membiayai kebutuhan hidup mereka.

Mulai dari biaya kesehatan sampai dengan biaya pendidikan anak anak mereka, ironisnya hal ini terjadi di tiap-tiap penjuru perkampungan dikabupatern Karimun yang disebut sebut sebagai Negeri Berazam yang kita cintai diprovinsi Kepri.

Padahal Kabupaten Karimun yang disebut sebagai Negeri Berazam,diklaim memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah, namun tidak jarang kita masih menjumpai pemukiman kumuh dan kondisi kemiskinan yang solid pada lokasi tertentu seperti disetiap penjuru perkampungan, keadaan ini seolah olah seperti menjadi budaya kultural bangsa kita yang tidak dapat dihilangkan seiring dengan berjalannya waktu.

Banyaknya program Pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan seolah olah hanya hembusan angin saja dan berlalu hanya seketika dimakan waktu.Mengapa demikian?

Karena sampai saat ini kemiskinan seolah olah telah megunci sebagian Masyarakat dikabupaten Karimun sehingga sulit untuk keluar dari lingkaran kemiskinan yang mereka jalani.

Salah satu contoh nyata yang kita lihat adalah Kondisi Kaum Suku Duana di Kecamatan Kundur yang memiliki tempat tinggal atau rumah yang cukup memprihatinkan.Belum lagi jika kita lihat pemukiman Suku Duana dikecamatan Kundur yang cukup kumuh, namun samapai saat ini belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Karimun.

Menurut Roni salah seorang tokoh masyarakat dipulau Kundur berpendapat.Masalah kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar yang menjadi pusat perhatian pemerintah di wilayah manapun, tak terkecuali pemerintah daerah Kabupaten Karimun. Salah satu aspek penting untuk mendukung strategi penanggulangan kemiskinan adalah tersedianya data kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran.

Pengukuran kemiskinan yang dapat dipercaya dapat menjadi instrumen tangguh bagi pengambil kebijakan dalam memfokuskan perhatian pada kondisi hidup orang miskin.

Data kemiskinan yang baik dapat digunakan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah terhadap kemiskinan, membandingkan kemiskinan antar waktu disalah satu daerah, serta menentukan target penduduk miskin dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka.

Masih menurut Roni kemiskinan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, antara lain: tingkat pendapatan, kesehatan, pendidikan, akses terhadap barang dan jasa, lokasi, geografis, dan kondisi lingkungan.

Secara umum kemiskinan didefinisikan sebagai kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak‐hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.

Ditambahkan Roni jika kita tinjau dari data kemiskinan makro dan juga mikro sebagai berikut.

Penghitungan penduduk miskin dengan pendekatan makro didasarkan pada data sampel bukan data sensus, sehingga data yang dihasilkan merupakan angka agregat. Sumber data yang digunakan adalah Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), yang pencacahannya saat ini di BPS Kabupaten.

Data kemiskinan makro hanya dapat menunjukan jumlah dan persentase penduduk miskin disetiap daerah.Data tersebut hanya dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi program kemiskinan dengan target georafis, namun tidak dapat menunjukan siapa dan dimana alamat penduduk yang miskin tersebut.

Kendati demikian Menurut Roni penanggulangan kemiskinan diperlukan data kemiskinan mikro yang memuat data rumah tangga miskin dan lokasi tempat tinggal penduduk yang miskin tersebut.

Upaya penyediaan data kemiskinan mikro ini telah dilaksanakan oleh pemerintah melalui Pendataan Sosial Ekonomi Penduduk (PSE) tahun 2005 dan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2008 terang Roni dengan awak media ini.

Terpisah Wahit warga Kecamatan Kundur berpendapat terkait perjalanan hidup Suku Duana yang sampai saat ini masih tinggal dipermukiman Kumuh.Indonesia mengalami perubahan yang amat besar yaitu proses reformasi ekonomi dan demokratisasi dalam bidang politik.

Seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara turut berubah dengan adanya reformasi dan demokratisasi tersebut, sehingga UUD 1945 yang menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia juga mengalami amandemen.

Tidak begitu lama kemudian, tepatnya pada tahun 2000, kita bangsa Indonesia seiring berjalannya waktu kita berada diera melenium.Selaras dengan era melenium pemerintah juga telah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan manusia dan memberantas kemiskinan.

Ironisnya dikabupaten Karimun tingkat kesejahteraan umat manusia masih dibawah perencanaan yang telah diprogramkan pemerintah pusat.Hal tersebut terlihat dari kehidupan Kaum Suku Duana Kecamatan Kundur yang kurang memiliki pendidikan dan tinggal dipemukiman yang cukup kumuh.

Ditambahkan Wahid kehidupan Kaum Suku Duana yang bermikim tepatnya dijalan M Daud Kecamatan Kundur Kota sudah tidak selayaknya tinggal ditempat sedemikian rupa,mengingat Kabupaten Karimun yang sebut sebut sebagai Bumi Berazam dan diklaim memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah, namun kehidupan masyarakatnya tetap saja berada dibawah garis kemiskinan seperti yang dialami Kaum Suku Duana dikecamatan Kundur kota.

Padahal seperti yang kita ketahui,baik dari H M Sani selaku Gubernur Kepri, maupun H Nurdin Basirun Bupati Karimun kerap kali berjanji akan membangun perumahan Kaum Suku Duana Kecamatan Kundur secepat mungkin.

Namun ucapan yang pernah dilapaskan oleh Gubernur Dan juga Bupati tersebut hanya sebuah mimpi yang terkesan jauh panggang dari api.Padahal pada hakekatnya Kaum Suku Duana tersebut butuh realisasi bukan janji terang Wahit mengamini.(Majid/Ahmad)

 

Check Also

Danrem 011 Buka Latihan Posko Kodim 0104/Atim

Langsa, sidaknews.com – Komandan Korem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono,S.i.P, M.Si Pimpim Pembukaan Latihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *