Jumat , 31 Maret 2017
Home » Berita Foto » Kejaksaan Negeri Tanjungpinang Sudah Tetapkan 2 Tersangka KPU Provinsi Kepri

Kejaksaan Negeri Tanjungpinang Sudah Tetapkan 2 Tersangka KPU Provinsi Kepri

-Terkait Dana Hibah KPU Provinsi Kepri tahun 2010 senilai Rp 10,3 Miliar.

Plh kasi Intek Kajari Tanjungpinang
Plh kasi Intek Kajari Tanjungpinang.Eckhart.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang resmi menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah di KPU Kepri tahun 2010 senilai Rp 10,3 miliar. Dua tersangka tersebut yakni Said Agil (Sa) dan Novianto Rufika (Nr).

“Kita sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini yakni inisial SA dan NR,” ujar Plh Kasintel Kejari Tanjungpinang di hadapan puluhan pendemo dari LSM Lidik, Selasa (16/9) di halaman kantor Kejari Tanjungpinang.

Said Agil yang saat ini menjabat sebagai Asisten III Pemprov Kepri dalam kasus dugaan korupsi tersebut menjabat sebagai Sekretaris KPU Kepri, sedangkan Novianto Rufika saat itu menjabat sebagai bendahara.

“Pada tanggal 9 September 2014 lalu, kita sudah tingkatkan kasus ini dari penyelidikan ke tingkat penyidikan dan menetapkan tersangka,” kata Eckhart dengan sapaan akrab Eka.

Eka juga mengutarakan, dalam kasus dugaan korupsi tersebut diperkirakan kerugian negara berdasarkan audit BPKP senilai Rp 1,3 miliar dengan pagu dana senilai Rp 10,3 miliar yang bersumber dari dana APBD Pemprov Kepri untuk KPU Kepri tahun 2010.

Eka menambahkan, dengan adanya penetapan tersangka ini dalam waktu dekat pihaknya juga akan segera melakukan penahanan terhadap tersangka.”Pasti akan ditahan dalam waktu dekat ini. Kasus ini masih terus dilakukan penyelidikan. Jika ditemukan adanya keterlibatan pihak lain dengan dua alat bukti, kita tidak akan ragu-ragu untuk segera memprosesnya,” tegas Eka.

Pantauan di lapangan, dengan dijaga ketat puluhan anggota Satpol PP dan polisi, puluhan aktivis dari LSM Lidik melakukan orasi sekitar satu jam tersebut berlangsung tertib. Meski tidak berhasil menjumpai Kepala Kejari Tanjungpinang, pendemo yang dipimpin Sekretaris Lidik, Indra Jaya akhirnya membubarkan diri setelah mendapat penjelasan dari Plh Kasintel Kejari, Eckhart Palapia.

Dalam orasinya, pendemo menyampaikan pernyataan sikap mendukung kinerja penyidik Kejari Tanjungpinang dalam mengusut tuntas dugaan korupsi dana hibah di KPU tahun 2010 ini.”Kami akan pantau terus penyelidikan kasus ini,” kata Indra, salah satu koordinator dalam orasinya.(Rindu Sianipar)

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang resmi menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah di KPU Kepri tahun 2010 senilai Rp 10,3 miliar. Dua tersangka tersebut yakni Said Agil (Sa) dan Novianto Rufika (Nr).

“Kita sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini yakni inisial SA dan NR,” ujar Plh Kasintel Kejari Tanjungpinang di hadapan puluhan pendemo dari LSM Lidik, Selasa (16/9) di halaman kantor Kejari Tanjungpinang.

Said Agil yang saat ini menjabat sebagai Asisten III Pemprov Kepri dalam kasus dugaan korupsi tersebut menjabat sebagai Sekretaris KPU Kepri, sedangkan Novianto Rufika saat itu menjabat sebagai bendahara.

“Pada tanggal 9 September 2014 lalu, kita sudah tingkatkan kasus ini dari penyelidikan ke tingkat penyidikan dan menetapkan tersangka,” kata Eka sapaan akrab jaksa ini.

Eka juga mengutarakan, dalam kasus dugaan korupsi tersebut diperkirakan kerugian negara berdasarkan audit BPKP senilai Rp 1,3 miliar dengan pagu dana senilai Rp 10,3 miliar yang bersumber dari dana APBD Pemprov Kepri untuk KPU Kepri tahun 2010.

Eka menambahkan, dengan adanya penetapan tersangka ini dalam waktu dekat pihaknya juga akan segera melakukan penahanan terhadap tersangka.”Pasti akan ditahan dalam waktu dekat ini. Kasus ini masih terus dilakukan penyelidikan. Jika ditemukan adanya keterlibatan pihak lain dengan dua alat bukti, kita tidak akan ragu-ragu untuk segera memprosesnya,” tegas Eka.

Pantauan di lapangan, dengan dijaga ketat puluhan anggota Satpol PP dan polisi, puluhan aktivis dari LSM Lidik melakukan orasi sekitar satu jam tersebut berlangsung tertib. Meski tidak berhasil menjumpai Kepala Kejari Tanjungpinang, pendemo yang dipimpin Sekretaris Lidik, Indra Jaya akhirnya membubarkan diri setelah mendapat penjelasan dari Plh Kasintel Kejari, Echart Palapia.

Dalam orasinya, pendemo menyampaikan pernyataan sikap mendukung kinerja penyidik Kejari Tanjungpinang dalam mengusut tuntas dugaan korupsi dana hibah di KPU tahun 2010 ini.”Kami akan pantau terus penyelidikan kasus ini,” kata Indra, salah satu koordinator dalam orasinya semalam. (SN)

Check Also

Keluar Dari Wilayah Kontrak Kerja, PT Vale Bayar Denda ke Negara Rp 5 M

Lutim, sidaknews.com – Penyerahan uang sebesar Rp 5 Milyar dari PT Vale Indonesia kepada Kejaksaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *