Home » Kepri » Batam » Kejari Batam Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi MTQ

Kejari Batam Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi MTQ

Ilustrasi. Foto: net
Ilustrasi. Foto: net

Batam, sidaknews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, akhirnya menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lampu hias MTQ Nasional 2014 senilai Rp 1.418.318.000.

Penetapan ini dilakukan pada saat ekspose pengembalian uang negara Rp 1 miliar di kantor Kejari Batam, Jumat (6/3) lalu.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun kedua tersangka belum dilakukan penahanan. Dua tersangka tersebut berinisial IH sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (KPA/PPK) Dinas Tata Kota (Distako) Batam.

“Satu tersangka lagi berinisial RR yang merupakan Direktur CV Mustika Raja, kontraktor pelaksana proyek,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Batam Tengku Firdaus.

Penetapan dua orang tersangka, lanjut Firdaus, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lampu hias MTQ Nasional 2014 ini, pihak penyidik telah menemukan sedikitnya dua alat bukti awal.

“Surat penetapan tersangka itu juga telah disampaikan kepada para tersangka,” ujarnya.

Firdaus mengatakan, meski terlambat diumumkan, namun surat penetapan tersangka terhadap IH dan RR sudah ditanda tangani Kepala Kejari Batam, Yusron pada Selasa (3/3) lalu.

“Karena para tersangka belum ditahan, maka pihaknya mengharapkan agar nama dari para tersangka masih diinisialkan,” katanya.

“Penetapan tersangka telah dilakukan sejak Selasa (3/3/2015) lalu. Tetapi baru sekarang bisa kami umumkan. Kami kan belum menahannya, jadi cukup inisial saja dulu,” ungkap Firdaus.

Firdaus menjelaskan, kedua tersangka dijerat pasal berlapis yakni pasal 2 ayat (1) jo pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf a dan b UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Firdaus menambahkan, dalam hasil penyidikan yang dilakukan, pihaknya menemukan ada selisih nilai kontrak pengadaan lampu hias itu. Selain itu ditemukan juga adanya indikasi mark-up harga.

“Secara rinci belum bisa dibeberkan ke publik, termasuk berapa kerugian negara dalam kasus tersebut, akan tetapi tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru,” tutupnya. (Rindu Sianipar)

Check Also

Nurdin Basirun Saat Ratas dengan petinggi PT. BRC.

Gubernur: Investasi Untuk Kepentingan Masyarakat Dan Memprioritaskan Tenaga Kerja Lokal Kepri

Tanjungpinang, sidaknews.com – H. Nurdin Basirun, Gubernur Kepri saat melakukan rapat terbatas (ratas) dengan para petinggi PT. Bintan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>