Kamis , 25 Mei 2017
Home » Daerah » Makassar » Kejari ‘Lepas’ Tersangka Kasus Pemalsuan

Kejari ‘Lepas’ Tersangka Kasus Pemalsuan

Makassar,Sidaknews.com – Setelah setahun menjadi buronan, Dr Hasan Anoez, mantan Kepala Kantor Wilayah Depkes Sulsel berhasil ditangkap 6 Februari lalu.

Namun tak lama setelah ditangkap, pria yang jadi tersangka kasus dugaan pemalsuan surat otentik ini kembali menghirup udara bebas.
Max Lalamenti selaku kuasa hukum pelapor sekaligus saksi dalam kasus pidana pemalsuan ini kepada wartawan Minggu semalam (16/2) mengatakan, tersangka setelah ditangkap oleh pihak Polda Sulsel langsung diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Sulsel.

Pada pelimpahan tahap dua, yakni perlimbahan berkas serta tersangka ke Kejari Makassar, Dr Hasan kemudian diduga tidak ditahan.”Kami hanya inginkan kasus ini segera disidangkan,”kata Max.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Makassar, Zulkarnain A. Lopa yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui secara pasti soal detail masalah ini. ”Saya cek dulu. Saya baru menjabat,” kilah Zulkarnain.

Diketahui, tersangka tersandung kasus ini karena diduga memalsukan sejumlah surat penting diantaranya Surat keterangan pendaftaran keterangan tanah No779/1995 tanggal 19 Oktober 1995. SK gubernur yang sudah tidak berlaku juga digunakan sebagai alat bukti peralihan hak secara beruntun.

Dan surat-surat yang dikeluarkan di kantor pertanahan diantaranya konstatering rapport (data tanah) nomor 113/pert/kost/kmup/1998. “Tersangka diduga kongkalikong dengan oknum BPN Makassar,” kata Max.

Menurut Max, surat yang diduga dipalsukan adalah Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 1 tanggal 23 juli 1997 disertai surat ukur No. 3 tanggal 9 Januari 1963 atas nama Dr Hasan Anoes.

Selanjutnya SHM Nomor 2 tertanggal 23 Juli 1997. “Lokasi yang diklaim terbit dengan dua sertifikat, ini lah kejanggalan yang kami temui sehingga menjadi salah satu dasar pelaporan,” lanjut Max.

Selain kedua sertifikat diduga palsu tersebut, kata Max, ada juga surat keputusan (SK) Kanwil Pertanahan Nomor 520.1/961/453/53-01/97 tanggal 8-7-1997. Dalam SK tersebut terdapat tanggal yang sama dan nomor yang sama, namun ada ditemukan keterangan redaksi yang berbeda.

Mantan Kepala Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Sulsel, Dr.Hasan Anoes (74) masuk daftar pencarian orang (DPO) penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel dengan bukti tersangka DPO sesuai surat DPO/10/III/2013/Ditreskrimum Polda Sulsel.

Hasan Anoes disangka melanggar pasal 266 Ayat 2 Subsider Pasal 263 ayat 2 KUHPidana terkait dugaan pemalsuan surat otentik. Ia diduga menggunakan surat palsu, dalam pasal 263 ayat 1 KUHPidana berdasarkan hasil penyelidikan dari Laporan polisi bernomor. LP/220/III/2009 SPK 14 Maret 2009. (BKM)

Check Also

Bupati Lutim, HM Thorig Husler Respon Pengembangan Agro Perkebunan

Makassar, sidaknews.com – Direktur Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian, Ir Bambang MM mengatakan begitu besarnya kontribusi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *