Home » Berita Foto » Kejari Malili Tahan Dua Tersangka

Kejari Malili Tahan Dua Tersangka

Logo Kejaksaan.
Logo Kejaksaan.

MALILI,Sidaknews.com – Kejaksaan Negeri Malili, sepertinya tidak main-main dalam menuntaskan sejumlah kasus korupsi yang ada di Kabupaten Luwu Timur.

Dua tersangka kasus korupsi yang ditangani Kejari Malili, Senin 17 Nopember kemarin akhirnya dikirim ke Rumah Tahanan Gubung Sari Makassar untuk ditahan. Hal itu diungkapkan Kasi Intel Kejari Malili, Alfian Bombing SH MH kepada Palopo Pos, Senin, 17 Nopember kemarin.

Menurutnya dua tersangka itu, yakni, Kepala Unit Pengelola (UPK) PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Malili, Ir Efendi Patintingan, yang merupakan tersangka kasus korupsi PNPM Mandiri Pedesaan tahun 2012. Tersangka lainnya yakni Mantan Kepala Desa Lagego, Masdar Syam, yang terjerat pada kasus korupsi prona tahun 2011-2013.

”Audit indikasi kerugian negara untuk kasus dugaan korupsi PNPM Mandiri tahun 2007-2012, sebesar Rp.894.093.400. Sedangkan untuk kasus dugaan pungutan liar dana sertifikat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona), tahun 2011-2013, audit indikasi kerugian negara sebesar, Rp.121.850.000,” ungkap Alfian Bombing malam tadi.

Menurutnya, kedua tersangka tersebut ditahan di Rutan Gunung Sari Makassar, untuk memudahkan proses persidangan terhadap keduanya, yang akan dilaksanakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Makasssar, untuk masing-masing kasus. ” Untuk kasus PNPM Mandiri Pedesaan, maka pasal yang dikenakan terhadap tersangka yakni pasal 2,3 dan 8 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi dengan ancaman hukuman penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun.

Sedangkan untuk kasus Prona, kami akan menggunakan pasal 12 huruf e primer, pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 dengan ancaman hukuman penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun,” ujar Alfian.

Sekedar diketahui, sekitar dua tahun silam, Efendi yang juga mantan UPK PNPM Kecamatan Malili (tahun 2009-2011) diduga telah menggelapkan dana pinjaman masyarakat yang berasal dari dana PNPM Mandiri Pedesaan sebesar Rp 500 juta.

Belakangan hasil investigasi kejaksaan, dana yang diduga digelapkan warga Desa Pongkeru, Kecamatan Malili tersebut mencapai Rp 800 juta. Bahkan saat kasus ini, pertama kali mencuat awal tahun 2012 Efendi telah mengakui semua perbuatannya tersebut.

Sementara Kepala Desa Lagego, Kecamatan Burau, Masdar Syam, diduga melakukan pungli sertifikat Prona. Indikasinya, masyarakat dimintai pembayaran Rp 1,3 juta per sertifikat. Praktik ini berlangsung sejak tahun 2011 hingga 2013. Sementara jumlah sertifikat yang dikeluarkan sebanyak 200 lembar.

Masdar sebelumnya, membantah melakukan pungli kepada masyarakat penerima sertifikat prona di Desanya yang mencapai Rp1,3 juta. Menurutnya, langkah yang ditempuh olehnya sudah melalui musyawarah dengan masyarakat penerima sertifikat Prona di Kantor Kecamatan Burau, dengan difasilitasi langsung Badan Pertanahan Negara (BPN) Luwu Timur.(yud)

Check Also

Ular Phyton yang sudah diamankan warga Tangjung

Penduduk Tanjungkapur Dikejutkan Penangkapan Ular Piton Liar

Bintan, sidaknews.com – Warga setempat menemukan dan menangkap seekor ular piton besar di depan sebuah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>