Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Kejari Periksa Eks Pejabat BPK FTZ Tanjungpinang

Kejari Periksa Eks Pejabat BPK FTZ Tanjungpinang

Ilustrasi. foto;netTanjungpinang,Sidaknews.com – Dalam mengumpulkan data terkait dugaan korupsi dana hibah dari APBD Pemko Tanjungpinang di Badan Pengusahaan Kawasan Free Trade Zone (BPK-FTZ) Tanjungpinang, sejumlah mantan pejabat di lingkungan badan tersebut dimintai keterangan oleh Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Kamis 7 November 2013.

Pantauan di lapangan hari ini sekitar pukul 14.00 Wib, ada dua mantan pejabat yang diperiksa sebagai saksi dan satu lagi mangkir. Hal ini juga dibenarkan salah satu jaksa yang ikut dalam tim penyidik dalam penanganan kasus dugaan korupsi tersebut.

“Rencananya ada tiga saksi yang dimintai keterangan hari ini, namun satu orang tidak hadir karena alasan ada tugas kedinasan,” kata salah satu jaksa yang enggan namanya disebutkan ini kepada sejumlah wartawan.

Sumber mengutarakan, mantan pejabat yang diperiksa yakni berinisial Ym, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan BPK-FTZ Tanjungpinang dan Sy, mantan Kabid Pengendalian di BPK-FTZ Tanjungpinang.

“Dan yang mangkir dari pemeriksaan hari ini yakni Ef, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Tanjungpinang,” ujarnya.

Dikatakan, pemanggilan saksi-saksi tersebut untuk menjelaskan seputar dana hibah dari Pemko Tanjungpinang mulai tahun 2010, 2011 dan 2012 untuk BPK-FTZ.”Ini semuanya dalam proses lidik. Kita juga lagi telusuri, apakah ada dana hibah tersebut dari APBN,” katanya.

Ditambahkannya, selain kedua orang pejabat tersebut, sebelumnya pihaknya juga sudah memintai keterangan sejumlah mantan pejabat maupun staf di stakeholder yang dibentuk Pemko Tanjungpinang pada tahun 2009 lalu ini.

“Agenda berikutnya, kita juga akan minta keterangan dari mantan Kepala BPK-FTZ Tanjungpinang,” ujarnya.

Ketika disinggung seperti apa modus dan serta berapa potensi jumlah kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tersebut, ia masih enggan membeberkannya.”Ini kan masih dalam tahap lidik. Namun, yang jelas dalam setiap tahunnya ada anggaran sekitar Rp300 juta yang bersumber dari APBD yang diperuntukkan untuk BPK-FTZ,” elaknya.(Dk/RS)

Check Also

Basrah Serahkan Bukti Baru, BPH Penuhi Panggilan Polres Kota Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Polres Kota Padangsidimpuan kembali menerima tambahan bukti-bukti yang menguatkan pemilik Nomor HP …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *