Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Berita Foto » Kejati Kepri Segera Melakukan Penahanan Terhadap Tersangka Tera

Kejati Kepri Segera Melakukan Penahanan Terhadap Tersangka Tera

-Mungkinkah kedua tersangka nanti akan bernyanyi di Pengadilan terhadap pejabat lebih tinggi lagi??

Aspidsus Kajati Kepri. Yulianto,SH
Aspidsus Kejati Kepri. Yulianto,SH

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Tersangka pada kasus korupsi Timbangan dan Alat Ukur (Tera) pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri segera melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka dugaan korupsi retribusi Kalibrasi Timbangan dan Alat Ukur (Tera) pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Riau.

Nama kedua tersangka, yakni Tamrin, mantan Kepala Seksi Tera dan M Darmawan, mantan Kepala UPT Metrologi Disperindag Kepri pada tahun 2009-2012. Keduanya dinilai telah melakukan tindak pidana korupsi menyangkut pelaksanaa tera rutin, tera statis termasuk tera stempat seperti di SPBU dan perusahaan besar lainnya.

Dari hasil penyelidikan dan data sementara tim penyidik Kejati Kepri saat ini, baru didapat adanya kerugian negara sekitar Rp2,5 miliar yang diperoleh dari kelebihan dana retribusi kalibrasi Tera yang telah dipungut dan dilakukan oleh kedua tersangka saat itu.

Hal itu didapati berdasarkan data dan diperkuat keterangan 80 dari 98 orang saksi dari perusahaan yang sudah dimintai keterangan, termasuk keterangan 12 orang saksi dari internal Disperindag Kepri.

“Pemberkasan berita acara pemeriksaan (BAP) kedua tersangka, termasuk keterangan sejumlah saksi yang kita butuhkan, sudah mulai rampung kita kerjakan, dan kedua tersangka dalam waktu dekat juga segera kita proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tungggu saja tanggal ‘mainnya’,” ungkap Kasi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Kepri, Padeli SH, Sabtu (21/6) menyikapi tentang status penahanan kedua tersangka tersebut.

 Kasi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Kepri, Padeli.SH
Kasi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Kepri, Padeli.SH

Ditambahkannya, dalam melengkapi pemberkasan kedua tersangka dugaan kasus korupsi tera tersebut, cukup memakan waktu panjang, mengingat banyaknya jumlah saksi yang perlu diambil keteranganya, terutama menyangkut sejumlah perusahaan yang telah dipungut restribusinya, termasuk dari internal di UPT tersebut.

“Jumlah saksi yang sudah kita periksa sebanyak 92 orang saksi termasuk 80 perusahan yang menyangkut perkara ini sudah kita mintai keterangannya. Untuk mempercepat proses penanganan perkara ini, kami dari tim penyidik, terpaksa bekerja hingga larut malam di kantor ini,”ucap Padeli

Padeli juga mengatakan, pihaknya telah mengamankan sejumlah data dan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Kedua tersangka juga telah mengaku melakukan pemungutan dana tera melebihi ketentuan secara nasional.

“Terlepas nanti keduanya tidak mau membuka keterlibatan pejabat yang lebih tinggi, nanti akan bisa kita buktikan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang,” ungkapnya.

Sebelumnya Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Yulianto SH mengatakan, penetapan kedua tersangka didasari hasil penyelidikan yang dilakukan terhadap pelaksanaan pemungutan retribusi tera yang dilakukan UPT Metrologi Disperindag Kepri.

Pemungutan dinilai telah melebihi tarif sebagaimana yang telah ditentukan. Sementara sisanya, digunakan tersangka untuk kepentingan oknum pejabat serta dibagi-bagikan di lingkungan instansi mereka.

“Hal tersebut bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pemungutan Retribusi, termasuk UU Tindak Pidana Korupsi, karena sisa tarif tera yang mereka pungut digunakan untuk kepentingan pribadi serta kelompoknya,”Ungkapnya.(SN)

 

Check Also

Presiden RI Ir Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatra Utara pada tanggal 24-25 Maret 2017.

Ini Menteri Yang Ikut Rombongan Presiden RI Ke Madina

Mandailing Natal, sidaknews.com – Kehadiran Presiden RI Ir Joko Widodo ke Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>