Home » Berita Foto » Kejati Kepri Sita Uang Negara Miliaran Dari Tiga Kasus Korupsi

Kejati Kepri Sita Uang Negara Miliaran Dari Tiga Kasus Korupsi

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri mengeks-pos perkembangan penyidikan tiga kasus korupsi yang nilai kerugian negaranya mencapai miliaran rupiah
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri Espos perkembangan penyidikan tiga kasus korupsi yang nilai kerugian negaranya mencapai miliaran rupiah.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri mengeks-pos perkembangan penyidikan tiga kasus korupsi dengan nilai kerugian negara mencapai miliaran rupiah.

Dari ketiga kasus korupsi tersebut, satu diantaranya sudah masuk dalam tahap penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap dua) dari bidang tindak pidana khusus Kejati Kepri ke bidang pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

Sebagai mana dengan yang disampaikan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Yulianto kepada awak media, Senin (15/09) kemaren. Satu dari ketiga kasus korupsi yang sedang ditangani penyidik Kejati Kepri, jelasnya.

Pada kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Tahanan (Rutan) Batam sudah masuk pada pelimbahan barang bukti dan tersangka dari Kejati Kepri ke Kejari Batam. Selanjutnya, tambahnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batam segera melimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang.

“Terkait dugaan kasus korupsi pembangunan Rutam Batam, kami sudah melakukan pelacakan aliran dana kerugian negara (recovery aset). Sejauh ini, sebanyak kurang lebih Rp 447.169.000 kerugian negara sudah terselamatkan dari kedua tersangka dan pihak terkait. Dalam proses penyelidikan, ada tiga orang saksi yang ikut menikmati aliran dana kerugian negara.

Espos Kajati soal Rutan dll33Lebih lanjut sampaikannya, dalam waktu dekat ini, ketiga orang saksi itu bersedia mengembalikan dana tersebut. Kemungkinan ada sekitar Rp 1 miliar dana kerugian negara itu yang akan dikembalikan,”ungkap Yulianto.

Diantara Saksi yang akan mengembalikan adalah Samidan ada 400 juta Nurmasaka 460 juta Tsk asep gusmanur 195 juta Ari nurcahyo Sedang upayakan kembalikan uang tersebut Tidak tertutup kemungkinan Akan ada TSK baru Minggu ini akan limpahkan ke persidangan Laporan hasil audit BPKP Kerugian negara : Rp 3.601 178 609,9 TA 2013 Kumham Kepri.

Yulainto menegaskan, ketiga saksi yang masih dalam penyelidikan penyidik yakni Samidan, Norma Sapta dan Ari Nurcahyo. Sementara untuk berkas kedua tersangka, Abdul Muis, salah seorang pejabat di Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Hukum dan HAM) Kepri dan Asep Gusta Manur, Direktur PT Mitra Prabu Pasundan selaku kontraktor pemenang proyek, tambah Yulianto, berkasnya sudah bisa dikatakan sempurna untuk dilimpahkan ke Pengadilan.

“Saya tegaskan sekali lagi, dugaan korupsi dalam pembangunan Rutan Batam ini tidak menututup kemungkinan akan bertambah tersangkanya. Kami tidak akan pandang bulu dalam memberantas korupsi. Pasti semua kasus-kasus yang kami tangani akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kita akan tetap konsisten dalam memberantas korupsi yang sangat berdampak buruk bagi masyarakat,”beber Yulianto seraya menegaskan semua kasus-kasus yang tengah ditanganinya tersebut akan sampai ke pengadilan.

Terkait dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Tahanan (Rutan) Batam senilai Rp15 miliar, jelas Yulianto, hasil resmi audit BPKP menemukan kerugian negara kurang lebih Rp 3,6 miliar. Dari sekian banyak kerugian negara itu, tambahnya, intelijen kami dengan gigih menelusuri kemana saja aliran dana kerugian negara.

Dari hasil recovery aset yang dilakukan, bebernya, kerugian negara mengalir kebeberapa pihak terkait yang berstatus sebagai pejabat dan pihak luar.

Sementara itu untuk kasus dugaan Korupsi kelebihan dana Retribusi kalibrasi Timbangan dan alat Ukur (Tera) oleh UPT Metrologi Disperindag Kepri, jelas Yulianto, pemberkasan untuk kedua tersangka sudah masuk dalam tahap finising. Bahkan dalam proses penyidikan, kedua tersangka sudah bersedia mengembalikan kerugian negara. Namun tidak menutup kemungkinan akan bertambah tersangkanya.

“Selain kedua tersangka yang sudah bersedia mengembalikan kerugian negara, hasil penelusuran intelijen kami ada dua orang saksi yang diduga ikut menikmati kerugian negara. Salah satu saksi itu juga sudah bersedia mengembalikan kerugian negara, sementara salah satu saksi masih melaksanakan ibadah haji. Kedua saksi ini tidak menutup kemungkinan akan dijadikan sebagai tersangka juga. Penyelidikan kasus tera ini, saya tegaskan pasti akan mengerucut kepada siapa pejabat yang paling bertanggungjawab.

Penyidikan kasus tera Sita uang 415.274.600 dari tersangka Tarmin darmawan dan beberapa saksi Salah satu saksi sdg ibadah haji Sudah finising Tidak akan pandang bulu Alat bukti sudah ada.Dan 2 orang pada Kasus berakit Sudah ditahan tim penyidik pemberkasan dan tim pelacakan aset Berdasaran aliran dana dan lacak aset Di atas 1 miliar.Tegas Yulianto.(Sn)

Check Also

Pelabuhan penyengat tampak seperti pelangi, hal ini terlihat di sepanjang Atap Pelabuhan dibentang kain 3 warna yakni, kain warna Merah, Kuning dan Hijau.

Kedatangan Kapolri, Pelabuhan Penyengat Dihiasi Dengan Warna-Warni

Tanjungpinang, sidaknews.com– Dalam rangka penyambutan kedatangan Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian Kepulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>