Home » Berita Foto » Kejati Kepri Tahan 2 Tersangka Kasus Rutan Batam

Kejati Kepri Tahan 2 Tersangka Kasus Rutan Batam

Asep
Asep Gustama Direktur PT.Mitra Prabu Pasundan didampingi oleh Padeli 

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Kejaksaan Tinggi Kepuluan Riau hari ini Senin (7/7) resmi menahan 2 orang tersangka kasus korupsi Pembangunan Rutan Batam tahun 2014, dengan nilai korupsi senilai Rp.15 miliar, kedua tersangka ada Abdul Muis sebagai PPK dari kantor Kanwil Hukum dan HAM Kepri dan Asep Gustama sebagai Direktur PT.Mitra Prabu Pasundan.

Menurut keteragan Pres yang disampaikan oleh Yulianto.SH, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kepri (Aspidsus) bahwa, setelah menggeleda PT.Laksana Putra Batam sebagai Subkont, maka ditemukan alat bukti yang cukup signifikan.

Dan kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap ahli kontruksi dan juga alhi dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Kerugian negara sedang dilakukan penghitungan, dan diperkirakan kerugian negara mencapai Rp 5 miliar lebih.

Hari ini pihak tim kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau sedang melakukan pemeriksaan dan kemudian melakukan penetapan tersangka, juga tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya.Ungkapnya.

Modus operandi yang dilakukan oleh terdakwa adalah dengan cara melakukan Mark-Up Volume tidak sesuai dengan Proggress pekerjaan, Tanggung renteng dan Spek tidak sesuai dengan apa yang ada pada kontrak.

Menurut Yulianto akan dikenakan pada pasal 2.3 dan 9 Juncto UU 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi Junto pasal 55 KUHP.

asep nersama A.Muis“Dengan ditetapkannya kedua tersangka ini, tidak menutup kemunginan ada tersangka lain dari korupsi proyek pembangunan rutan ini dan hal itu tergantung alat bukti serta keterangan para saksi dan tersangka,” kata Yulianto.

Terbongkarnya dugaan korupsi dalam proyek ini, diawali dengan laporan LSM ICTI-NGO Kepri beberapa bulan yang lalu, mengenai dugaan manipulasi progress pelaksanaan pekerjaan yang diduga dilakukan kontraktor pelaksana, PPK serta konsultan serta Panitia Penerima Hasil Pekerjaan. Pekerjaan proyek tidak selesai 100 persen, tetapi PPK dan KPA sudah membayarkan jasa kontraktor 100 persen.

Proyek pembangunan Rutan Batam ini dikerjakan PT Mitra Prabu Pasundan, dengan konsultan perencana serta pengawas PT Kuantan Graha Marga dilaksanakan sejak 14 Juli 2013 lalu, dengan masa pelaksanaan berakhir pada 20 Desember 2013.

Dalam pelaksanaannya, PT Mitra Prabu Pasundan, men-sub-kontrakkan pekerjaan cut and fill pada PT Laksana Putra Batam, sedangkan sarana fisik bangunan juga di-sub-kontrakkan pada PT Aquarius Kalpataru.

Ironisnya, pekerjaan Pembangunan Rutan Batam hingga Februari 2014 pelaksanaan pekerjaan masih dilaksanakan dan dengan volume progress yang baru mencapai 85 persen, akan tetapi oleh PPK dibayarkan pelaksanaan pekerjaan itu sebesar 100 persen kepada pihak PT.Mitra Prabu Pasundan.(SN)

Check Also

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pinjaman dana tunai, seperti PT  Bess Finance yang beralamat di Ruko senawanggi Batu Aji, Batam.

Tagih Nasabah, Debt Kolektor Diduga Tidak Memiliki Dasar Hukum Fidusia

Batam , sidaknews.com – Perusahaan pembiayaan sudah menjabur di Kota batam, bahkan banyak perusahaan Pembiayaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>