Rabu , 23 Agustus 2017
Home » Berita Foto » Keluarga Korban Laka Minta Keadilan Polisi

Keluarga Korban Laka Minta Keadilan Polisi

korban saat di ruang ICU
korban saat di ruang ICU. Karto Supriadi.

KARAWANG,Sidaknews.com – Merasa dicurangi dan dipermainkan oknum penyidik di Unit Laka Polres Karawang Jawa Barat, keluarga korban kecelakaan lalu lintas melakukan protes dan menuntut keadilan.

Dalam kasus kecelakaan antara mobil dengan sepeda motor di Jalan Raya Pangkal Perjuangan Desa Tanjungmekar Kecamatan Karawang Barat yang menewaskan Karto Supriadi, 17 (pengendara sepeda motor), pihak keluarga mendapatkan banyak kejanggalan.

Selain pengendara mobil dibebaskan tanpa tuntutan dan penahanan, mobil terkait kecelakaan tersebut pun bisa dipinjam pakai dan bebas berkeliaran kembali. Parahnya, dalam surat laporan polisi berikut BAP, disebutkan kalau korban hanya menderita luka ringan.

“Padahal jelas-jelas dalam insiden yang terjadi pada Jumat (23/5) sekitar pukul 09.30 WIB itu, adik saya mengalami luka kritis dan langsung dilarikan ke ruang ICU Rumah Sakit Islam Karawang dan dirujuk ke RSUD Karawang. Hingga kemudian meninggal dunia,” ujar kakak korban Suparno.

Selain beberapa kejanggalan di atas, warga Kampung Ciwarak Desa Sekarwangi Kecamatan Rawamerta ini juga menemukan kejanggalan lainnya di dalam laporan polisi juga BAP kasus tersebut. Yakni nama korban, alamat juga kronologis kejadian yang salah. “Dalam laporan dan BAP dituliskan kalau nama korban Kato, harusnya Karto. Sedangkan alamat korban, dalam laporan polisi disebutkan Kampung Cisarak Desa Sukawargi. Seharusnya korban merupakan warga Kampung Ciwarak Desa Desa Sekarwangi,” kata Suparno.

Suparno memperlihatkan Bukti laporan polisi
Suparno memperlihatkan Bukti laporan polisi.

Dijelaskan Suparno, seharusnya sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat, institusi kepolisian bisa bersikap profesional dan menjungjung tinggi asas keadilan. “Laporan polisi dan BAP itu merupakan sesuatu yang vital dalam sebuah kasus.

Harusnya dari sesuatu yang juga merupakan awal dari penyelidikan kasus ini, polisi bisa melakukannya secara teliti. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, polisi terkesan asal-asalan. Itu pun, dilakukan tanpa melakukan olah TKP,” kata Suparno, seraya menunjukkan laporan polisi bernomor LP/261/IV/2014/Jabar/Res Krw/Lantas, tertanggal 23 Mei 2014.

Dalam kasus tersebut, tambah Suparno, seharusnya pihak polisi bisa mengamankan barang bukti berikut si pelaku untuk kepentingan penyelidikan sampai kedua belah pihak mendapatkan kesepakatan. Hal itu, dilakukan untuk menegakkan supremasi hukum dan keadilan. “Kita tidak menutup diri untuk melakukan mediasi. Tapi bukan itu yang sebenarnya kita cari dalam kasus ini. sebagai keluarga korban, kita hanya minta keadilan dan keprofesionalan aparat penegak hukum,” tambah Suparno.

Dipaparkan Suparno, dalam insiden itu, adiknya yang juga masih duduk di kelas II SMK Trijas Karawang, jelas-jelas merupakan korban. “Berdasarkan saksi mata di lokasi, saat itu adik saya dengan menggunakan sepeda motor Satria FU bernopol T-6765-LC, hendak menyalip sebuah mobil Inova bernopol B-1395-FKB.

Namun tiba-tiba mobil tersebut tidak memberikan ruang hingga benturan pun terjadi. Setelah itu, motor yang dikemudikan adik saya oleng dan di depan bertabrakan dengan sebuah sepeda motor lain. Sebagai bukti benturan itu, ban depan bagian kanan mobil pecah,” kata Suparno.

Namun ironisnya, dalam BAP dan laporan polisi, pihak keluarga korban mendapati keterangan kalau korban hanya menderita luka ringan. Sementara ketika Suparno datang ke Bagian Unit Laka Polres Karawang, mobil tersebut sudah tidak ada. “Ketika saya tanyakan kepada petugas di sana, katanya mobil tersebut dipinjam pakai oleh pelaku. Ini jelas sudah bentuk pelanggaran. Di sini juga ada kesan menghilangkan barang bukti, sebab dalam pinjam pakai itu, ban mobil yang pecah sudah diganti,” lanjut Suparno.(ega)

Check Also

Paskibraka Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara Study Tour ke Sumut

Lhokseumawe, sidaknews.com – Sebanyak 70 personil pasukan pengibar bendera (Paskibra) tingkat Kota Lhokseumawe dan Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *