Home » Berita Foto » Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Mati

Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Mati

Theng Hai. Korban Pembacokan Di Jalan Tambak Tanjungpinang
Theng Hai. Korban Pembacokan Di Jalan Tambak Tanjungpinang

Terkait dengan pembantaian satu keluarga Anthony yang tergolong sadis yang dilakukan oleh pelaku Aseng alias Dodi 50 tahun, di jalan potong lembu, lorong Banjar, No.21D, RT/IV-RW/IV, Kelurahan Kamboja, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, tepatnya disamping Hotel Sakura pada hari jumat 21/06.

TG PINANG,Sidak News.com– Peristiwa pembacokan yang dialami oleh keluarga Theng Hai alias 71tahun masih trauma dan ketakutan, pembacoban ini melukai empat orang, diantaranya adalah Lina 63 tahun Istri dari Theng Hai, Yeni 37 tahun sebagai pembantu dan Ahuang 10 tahun, Pelaku pembacokan adalah Aseng alias Tang Hui Liang alias Dodi (50), sekarang mendekam di Mapolres Tanjungpinang.

Awal dari permasalahan pembacokan ini bermula dari ketidaksenangan pelaku terhadap mantan majikan, Kedatangan Aseng kerumah tersebut hanya mencari Anthony anak  dari Theng Hai, Aseng merasa sakit hati dan memang berniat untuk membacok Anthony, “saya memang berniat untuk membacok Anthony, karena dulu saya sering dimarahinya dan saya membeli parang panjang di lorong Gambir” ujarnya.

Sayangnya Angku alias Anthony tidak berada di Rumah, akhirnya Aseng pelaku pembacokan dengan membatai secara sadis semua keluarga Angku alias Anthony, mulai dari bapaknya Theng Hai, Lima ibu Angku, Yeni Ogar pembantu rumah tangga, dan Ahuang anak dari Angku.

Namun, pihak keluarga Angku alias Anthony membantah, bahwa apa yang disampaikan oleh Aseng tidak benar, ujar Tang hui

Dalam insiden ini, korban Pembacokkan yang di lakukan Aseng alias Teng Hui Liang alias Dodi (50), salah satu korban pembacokkan dalam keadaan kritis, Theng Ahi (71), awal kejadian, korban dibawa ke Rumah sakit pengobatan di Tang Tock Seng  Hospital Singapura, dan keadaannya masih kritis, kata Tjhing Khie alias Herman alias Akhie, yang merupakan Keponakan dari Theng Ahai, korban pembacokan.

“Theng Hai adalah merupakan paman dan bibi saya, ujar Akhie, dan paman saya sekarang asedang menjalani perawatan di Singapura, di Tang tock Seng Hospital, dalam keadaan kritis, hal ini diungkapkan oleh Akhie kepada Sidak News.com. 28/06.

Menurut Akhie, bahwa pamannya Theng Hai (71) sudah pulang dari rumah sakit Tan tock seng singapura dengan kondisi baik, namun masih tetap saja dalam perawatan, karena, tulang pada persendian tangannya tidak ada lagi, sekarang tangannya masih dibungkus dengan Gibson, dan dokter Singapura juga menganjurkan agar di operasi nanti, sementara kerugian yang dialami oleh keluarga habis berkisar sekitar Rp.400 juta.

Masih menurut Akhie, diminta kepada Kepolisian Polres Tanjungpinang agar pelaku dihukum seberat-beratnya, bila penting dihukum mati, sebab, pelaku sudah terlalu keji dan sadis, peristiwa ini bukan baru saja, dimana pelaku sudah melakukan hal yang sama sebanyak tiga kali, dan pernah masuk penjara pada tahun 2008 yang lalu, juga Aseng pelaku pernah melakukan kepada anggota Syahbandar lingga hingga tangannya hampir putus.

Sebelumnya, Tjhing Khie alias Akhie, telah melaporkan kebrutalan Aseng, yang tergolong sadis tersebut ke Mapolresta Tanjungpinang, sesaat setelah kejadian, pada Jumat (21/6) lalu, dengan laporan, LP-B/367/K/VI/2013/Kepri/SPK-Res Tpi, dengan sangkaan, penganiayaan berat.

Menurut Beni anggota dewan kota Tanjungpinang juga masih keluarga, saat ditemui di rumah korban oleh sidak News.com. 30/06, mengatakan, bahwa pihak kepolisian harus segera menindaklanjuti kasus ini, dan kami minta kepada Kapolres Tanjungpinang melalui penyidik Reskrim agar membuat pasal berlapis sesuai dengan apa yang diperbuat oleh pelaku, jadi hukum tetap dijalankan, agar masyarakat mengetahuinya.

Tidak cukup disitu saja, berbagai ormas, Lembaga Swadaya masyarakat juga mengkutung perbuatan pelaku, seperti yang disampaikan oleh Kuncus LSM ICTI-NGO Kepri, agar pihak kepolisian Polres Tanjungpinang membuat pasal berlapis sesuai dengan perbuatan yang dilakukan oleh Aseng sebagai pelaku pembancokan sadis, sebab, menurut dari dari korban Theng Hai(71) jika pelaku tidak dihukum seberat-beratnya, nantinya, pelaku akan mengulanginya perbuatannya.(Redaksi)

 

 

 

 

Check Also

Ilustrasi. Foto: Dok

Terbukti Edarkan Narkoba, Herman Dibui Delapan Tahun

Tanjungpinang, sidaknews.com – Terbukti bersalah memiliki dan mengedarkan narkoba, terdakwa Herman alias Babe (56) dihukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>