Jumat , 24 Maret 2017
Home » Berita Foto » Keluarga Mbok Dan Ponirin Mengancam Budi Azwar Terkait Minta Di Bagi Lahan Desa Dusun Delima Kecamatan Tebing Tinggi

Keluarga Mbok Dan Ponirin Mengancam Budi Azwar Terkait Minta Di Bagi Lahan Desa Dusun Delima Kecamatan Tebing Tinggi

Budi Azwar saat diserang Mbok di Gedung DPRD Tanjab  Barat
Budi Azwar Saat Diserang Mbok Di Gedung DPRD Tanjab Barat.

Tanjab Barat, Sidaknews.com – Terkait Permasalahan Lahan Desa Dusun Delima seluas 10 hektar milik anggota DPRD Tanjab Barat yang duduk di komisi II dari partai golkar.

Yang baru-baru ini di beritakan sidak news dengan warga Desa Dusun Delima bernama Ponirin dan Mboknya yang menyerang Budi Azwar ke gedung DPRD beserta keluarganya mendapat respon dari anggota dewan terpilih bernama Budi.

Melalui Seluler Rabu (19/11) sekitar pukul 10.08, Budi mengatakan kepada wartawan sidak news Kemarin dirinya masih sabar melihat tingkah laku Ponirin dan Mboknya yang mencak-mencak menuduh dirinya melakukan penipuan terhadap lahan sawit seluas 10 hektar dimana 7,5 Hektarnya dia yang kerjakan menurut versi Mbok dan Ponirin.

Setelah semua cerita yang telah dikatakan menurut versi Ponirin dan Mbonya, akhirnya Budi Azwar angkat bicara terkait permasalahan lahan sawit ini. Coba bayangkan, lahan milik saya tapi saya yang dilaporkan ke kepolisian dengan tuduhan melakukan penipuan dan melanggar janji terkait lahan dua hektar yang mana lahan itu sendiri adalah kepunyaan saya.

Terkait laporan Ponirin dan Mboknya, Budi Azwar pun mengatakan kepada media ini bahwa dirinya harus berurusan ke kantor polisi dan sebagai warga Negara yang baik dan taat dengan hukum yang ada di NKRI Budi memenuhi panggilan dari pihak berwajib sebanyak dua kali disaat bulan Juli tahun 2014 kemarin”Jelas Budi.

Masih menurut sumber, yang lebih parahnya lagi saat sekarang ini Budi menuturkan bahwa ada pengancaman terhadap dirinya terkait ingin meminta lahan 2 hektar ini yang disinyalir dilakukan pihak dari Ponirin.

“Selama ini saya masih bersabar walaupun saya dirugikan baik dari segi waktu, materi dan juga keluarga tetapi saya tetap sabar, tapi sekali ini lain ceritanya jika sudah memakai cara mengancam–acam saya dan keluarga, tentunya sudah tidak etis dan tidak seperti keluargaan lagi. Jika itu maunya dia (Ponirin dan Mbok) sayapun sudah tidak sabar lagi, saya akan bersikap open saja terserah mereka mau sampai kemana mereka mau menuntut hak 2 hektar itu.” Ujar Budi.

Terus terang sampai hari ini anak-anak dan keluarga saya sudah cukup tergangu akibat permasalahan ini, mereka jadi terbawa-bawa akibat ponirin dan Mboknya yang sudah saya anggap seperti keluarga. (Andi)

Check Also

Kunjungan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Saut Situmorang ke Kota Tebingtinggi diterima Pj Walikota H Zulkarnain bersama Kapolres Tebingtinggi AKBP Ciceu Cahyati, Kajari Tebingtinggi Fajar Rudi Manurung dan Wakil Ketua DPRD Mhd Hazly Azhari Hasibuan.

Kunjungan KPK RI Saut Situmorang Ke Kota Tebingtinggi

Tebingtinggi, sidaknews.com – Kunjungan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Saut Situmorang ke Kota Tebingtinggi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>