Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Berita Foto » Kemarau panjang, Pulau Penyengat kesulitan Air bersih

Kemarau panjang, Pulau Penyengat kesulitan Air bersih

Kemarau panjang, Pulau Penyengat kesulitan Air bersih
Walikota meninjau penyulingan Air Asin menjadi Air bersih di Pulau Penyengat Tanjungpinang.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Diberbagai wilayah Indonesia curah hujan pada bulan ini kuhusunya di jawa cukup tinggi, bahkan di dumia bagian timur tengah, China juga cukup tinggi, “Namun kenyataan tersebut berbanding terbalik bagi masyarakat di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Kota Tanjungpinang sebagai ibukotanya.

Sudah hampir 4 bulan hujan belum menyambangi bumi melayu ini, dan hal tersebut membawa dampak kekeringan di hampir semua wilayah Kota Tanjungpinang, terlebih lagi Pulau Penyengat yang letaknya terpisah dari pulau utama.

Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH menyempatkan diri meninjau langsung keadaan masyarakat di Pulau Penyengat, minggu(21/2). Dengan didampingi Sekretaris Dinas PU Yussuwadinata, Staf Ahli Walikota Drs. Mekhwanizar, Irianto, SH, serta Lurah Penyengat Syavrant Shadiq dan tokoh masyarakat sekitar, rombongan langsung menuju ke Kampung Bulang Penyengat dimana lokasi instalasi pengolahan air laut (RO System) berada.

Instalasi yang mengubah air laut menjadi air minum ini telah berada di Pulau Penyengat sejak tahun 2011 dan menjadi salah satu penyuplai air bersih di Pulau Penyengat.

walikota berbincang dgn teknisi mesin penyulingan air asin menjadi air minum
walikota berbincang dengan teknisi mesin penyulingan air asin menjadi air minum.

Dikatakan Syavrant selaku Lurah Penyengat, sejak musim kemarau ini banyak sumur warga yang airnya mulai terasa asin.
Hal ini disebabkan karena kemarau membuat air permukaan menjadi kering sehingga air laut merembes masuk melalui pori-pori tanah kedalam sumur sehingga air sumur yang tadinya tawar dan bersih menjadi terasa asin.

RO System ini sendiri, lebih lanjut dikatakan Syavrant, yang tadinya cukup untuk men-suplai air minum untuk warga namun karena kemarau yang berkepanjangan warga menjadi kesulitan mendapatkan air bersih sehingga instalasi yang mampu menghasilkan 3.000 liter air minum perhari yang bisa diperoleh secara gratis menjadi kurang, apalagi untuk memenuhi kebutuhan 755 Kepala Keluarga di Kelurahan Penyengat.

Untuk membantu mengatasi masalah kekurangan air bersih di Pulau Penyengat, Pemko telah mengirimkan 18 ton air bersih yang diangkut menggunakan pompong. Walikota Lis Darmansyah sendiri mengatakan mungkin jumlah tersebut tidaklah cukup, namun setidaknya bisa membantu mengurangi permasalahan. Bila masih ada yang kekurangan air bersih, Lis mempersilahkan warga masyarakat untuk mendatangi lurah setempat untuk kemudian dibantu memasok air bersih.

Sementara itu, sumber air bersih di Pulau Penyengat sendiri secara fisik dan biologis telah memenuhi persyaratan standar air baku. Lokasi RO system berada juga relatif agak jauh dari permukiman padat di Pulau Penyengat. Namun Lis menghimbau kepada Lurah Penyengat agar mensterilkan lokasi RO system dari masyarakat umum. Ini untuk menjaga kemanan operasional instalasi RO system tersebut.

Selain itu, mengingat kondisi geografis Pulau Penyengat, Lis juga menghimbau kepada masyarakat yang ingin membuat sumur, agar jangan membuat sumur bor karena akan membahayakan kondisi pulau. “Lebih bagus pakai air permukaan saja. Sumur bor itu dalam jangka waktu 30 tahun mendatang bisa membuat pulau penyengat ini akan semakin tenggelam.” Ungkapnya.(Red/Hms)

Check Also

Presiden RI Ir Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatra Utara pada tanggal 24-25 Maret 2017.

Ini Menteri Yang Ikut Rombongan Presiden RI Ke Madina

Mandailing Natal, sidaknews.com – Kehadiran Presiden RI Ir Joko Widodo ke Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>