Home » Berita Foto » Kemarau Panjang, Warga Kuala Tungkal Kesulitan Air Minum

Kemarau Panjang, Warga Kuala Tungkal Kesulitan Air Minum

Beli air untuk kebutuhan rumah tangga.
Tampak: Warga sedang antri membeli air untuk kebutuhan rumah tangga.

Tanjab Barat,Sidaknews.com – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Tanjab Barat, membuat sebagian warga khususnya di Kec. Tungkal ilir mulai kesulitan air untuk minum, karena rata-rata warga menggunakan air hujan dan saat ini terpaksa rela membeli air hujan untuk di minum atau air aqua dan air galon.

“Saat ini sudah hampir satu bulan terjadi kemarau, sehingga warga sudah mulai kesulitan air hujan untuk di minum. Bahkan sudah ada sebagian warga yang membeli air hujan dengan tetangga untuk di minum,” ujar Masyarakat Kuala Tungkal, Otoh, Senin (29/9/2014) di saat membeli air minum di jalan pahlawan tepatnya di lorong akeng.

Menurutnya, karena saat ini mayoritas warga yang berada di Kuala Tungkal telah menggunakan air hujan untuk diminum, begitu juga untuk memasak dan membilas kain cuci. Hal ini karena air kran atau air tanah untuk digunakan kurang bagus karena warnanya agak sedikit keruh.

“Di Kuala Tungkal ini sudah puluhan tahun warganya menggunakan air hujan untuk diminum, jadi sudah terbiasa sehingga susah untuk tukar ke air kran atau air tanah. Lagipun air tanah di kuala tungkal berkeruh,” terang Otoh.

Tambah Otoh, warga saat ini sudah membeli air hujan dengan warga yang masih banyak menyimpan air hujan, karena sulitnya mendapatkan air hujan, sebab rata-rata hanya menggunakan drum atau tedmond untuk menampung air hujan.

“Saat ini warga kalau membeli air ke tempat warga yang memiliki bak air dengan jarak yang cukup jauh, dengan harga Rp 8.000 per dregen. Karena rata-rata warga yang kesulitan air itu hanya menggunakan drum atau tedmond, sehingga tidak cukup untuk bertahan lama,” tegasnya.

Otoh memaparkan seharusnya pemda setempat buka mata terkait air bersih ini, berapa banyak dana yang di gelontorkan untuk PDAM tapi nyatanya tidak juga merubah keadaan, selalu warga mencari air bersih untuk minum dengan membeli dengan jarak yang cukup jauh.

“Belum lagi harganya, karena untuk satu dregen warga menggunakannya hanya untuk dua hari, habis itu beli lagi. Tentunya bagi warga miskin sangat memberatkan, makanya diharapkan dinas terkait dapat membantu warga dalam penyediaan air bersih di waktu kemarau saat seperti sekarang ini, kata Otoh. (Andi)

Check Also

Nasaruddin menyerahkan Buku Nikah pengantin baru.

Nasaruddin Didaulat Beri Khutbah Nikah Sepasang Pengantin Baru

Takengon, sidaknews.com – Betapa bahagianya sepasang pengantin baru bila prosesi ritual nikahnya dihadiri oleh tokoh …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>