Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Kepala Kantor KPP Mengatakan Tidak Mengenal Dedy Chandra

Kepala Kantor KPP Mengatakan Tidak Mengenal Dedy Chandra

– Terkait Kasus Pengadaan Lahan USB Senilai Rp2,9 miliar Dengan terdakwa Dedy Chandra.

saksi dari kantor pelayanan pajak pada kasus Dedy Chandra.
3 Orang saksi dari kantor pelayanan pajak pada kasus Dedy Chandra di Pengadilan Tipikor (PN) Tanjungpinang (20/10).

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Sidang lanjutan kasus Dedy Chandra hari ini menghadirkan 3 orang saksi dari pejabat pajak dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kota Tanjungpinang.

Kasus Korupsi Pengadaan lahan Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) tahun anggaran 2009 senilai Rp 2,9 miliar sungguh menarik perhatihan masyarakat.Terdakwa Dedy Chandra sudah sempat bebas, namun kasusnya kembali terangkat ke permukaaan.

Ketiga pejabat pajak tersebut, masing-masing, Tri Agus Kasmanto sebagai Kepala Kantor KPP, Edy Satria selaku Kepala Seksi Bidang (Kasubid) Pertanahan, dan Martinus, selaku Kasi Pelayanan Pajak Tanjungpinang.Senin (20/10).

Pada kesaksian Tri Agus Kasmanto selaku Kepala KPP Prtama Tanjungpinang mengaku bahwa tidak pernah ikut serta sebagai anggota Tim 5 dan Tim 9 tentang pembebasan lahan pembangunan Proyek USB tersebut.

Sehingga ia juga tidak mau menandatangani berita acara hasil rapat tim yang telah dibentuk oleh terdakwa Dedy Candra, selaku Kabag Pemerintahan Pemko Tanjungpinang saat itu.

“Saya tidak tahu adanya pembentukan tim yang mebahas tentang pembebasan lahan untuk kegiatan USB tersebut. Disamping itu, saya juga mengetahui tentang adanya peraturan Menteri Keuangan tentang pembebasan lahan untuk USB itu, makanya saya tidak mau mendatangani berita acara pertemuan tim 5 dan tim 9 tentang masalah pembebasan lahan dimaksut, ” kata Tri Agus.

Hal cukup menarik, ketika Agus menjawab pertanyaan majelis hakim tentang ketidak tahuannya, bahwa dalam tim 9 tersebut, adanya nama salah seorang stafnya, yakni Edy Satria yang masuk dalam tim, serta ikut hadir selama satu kali pertemuan dengan anggota tim lainnya.

Pernyataan Agus tersebut sempat membuat heran majelis hakim tentang kinerja yang dilakukannya selama ini sebagai Kepala KPP Pratama, namun tidak mengetahui tentang adanya kegiatan anggotanya disaat jam dinas berlangsung.

“Artinya, anda hanya ingin menyelamatkan diri sendiri saja,” ucap Ketua Majelis Hakim, Parulian Lumbantoruan SH MH didampingi R Aji Suryo SH MH dan Patan Riadi SH MH dalam sidang.

Disamping itu, Agus juga mengaku selama ini tidak mengenal terdakwa Dedy Candra, dan juga tidak pernah bertemu dengan terdakwa selama ini.

Minyikapi pernyataan Kepala KPP Prtama Tanjungpinang tersebut, Dedy Candra justru membantah, sekaligus menjelaskan bahwa dirinya pernah bertemu dengan Agus di ruang kerjanya, membahas tentang masalah pajak atas pelaksanaan pekerjaan pengadaan lahan untuk USB sebelumnya.

“Saya tidak kenal dengan Dedy Candra, dan juga tidak pernah bertemu denganya,” kata Tri Agus Kasmanto.

Disamping itu, saksi Edy Satria mengaku tidak tahu adanya berita acara pertemuan tim 9 dan tim 5 untuk mengesahkan tentang pengadaan lahan USB tersebut. Kendati demikan, ia mengaku ikut menandatangani berta acara pembasan lahan sebagai anggota tim yang pernah ia ikutkan sebanyak satu kali saat itu.

“Saya tidak tahu masuk dalam tim 5 dan tim 9 saat itu,”ucap Edy Satria.

Dalam sidang yang sama, saksi Martinus mengaku sempat diajak Edi Satria untuk ikut rapat di kantor Walikota, namun karena belum mendapatkan izin dari kepala kantornya saat itu, maka ia kemudian langsung meninggalkan ruang pertemuan yang digagas oleh Dedy Candra saar itu.

“Kehadiran saya saat itu, hanya dibawa oleh Edy Satria, tanpa melalui izin kepala Kantor KPP Pratama. Dan tandatangan daftar hadir saya pada pertemuan tersebut, setelah disodorkan oleh anggota tim pembebasan lahan,”ucapnya.

Keterangan ketiga saksi dari pejabat Kantor KPP Pratama Tanjungpinang itu, sempat membuat gerah majelis hakim maupun jaksa penuntut umum (JPU), karena dinilai berbelit-belit dan tidak sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) perkara atas dugaan kasus korupsi ini.

Dalam sidang sebelumnya, mantan Walikota Tamjungpinang, Suryatati A Manan juga telah hadir sebagai saksi, termasuk Gustian Bayu dan Wan Syamsi selaku ketua tim 5 pembebasan lahan yang dibentuk. (Sn)

Check Also

Presiden RI, Ir. Joko Widodo saat memberikan pidato dalam penutupan Silatnas di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, sabtu (25/3).

Presiden Tutup Silatnas di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru

Mandailing Natal, sidaknews.com – Usai melakukan peresmian pembangunan asrama haji Mandailing Natal (Madina). Presiden RI, Ir …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>