Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Kepala Puskesmas Pasimarannu Angkat Bicara Soal Pengalihan Pustu Desa Lamantu

Kepala Puskesmas Pasimarannu Angkat Bicara Soal Pengalihan Pustu Desa Lamantu

Keterangan Gambar : Kepala Puskesmas Pasimarannu, Awil Taiyeb, SKM.M.Kes.
Keterangan Gambar: Kepala Puskesmas Pasimarannu, Awil Taiyeb, SKM.M.Kes.

Kep.Selayar,Sidaknews.com – Kepala Puskesmas Pasimarannu Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, Awil Taiyeb, SKM.M.Kes menyesalkan pernyataan sepihak Camat Camat Pasimarannu, Andi Abdurrahman yang menyoal masalah pengalihan bangunan pustu Dusun Miantu’u tanpa bertanya dan melakukan konfirmasi kepada kepala puskesmas setempat.

Laporan sepihak Camat Pasimarannu, Andi Abdurrahman kepada wakil bupati di forum tatap muka dinilai telah mendiskreditkan pihak puskesmas, sementara Camat diduga tidak mengetahui persis duduk persoalan pengalihan bangunan pustu Dusun Miantu’u.

Awil menjelaskan, adalah merupakan sebuah hal yang mustahil untuk membangun pustu di Dusun Miantu’u, mengingat jumlah pemukiman di desa tersebut tidak sampai sepuluh rumah.

Sementara persyaratan pembangunan pustu di sebuah wilayah pemerintahan minimal harus mengcover pelayanan sampai dengan 200 kepala keluarga. Pihak puskesmas tidak akan mungkin membangun pustu di sebuah wilayah yang jumlah pemukiman penduduknya tidak sampai dua puluh unit rumah.

Kalaupun harus dipaksakan untuk dibangunkan sarana pelayanan kesehatan, maka Desa Miantu’u, cukup diberikan bangunan pos obat desa atau pos windu dengan daya dukung pelatihan kader posyandu.

Seorang tenaga bidan tidak akan mungkin dikirim secara khusus hanya untuk meladeni dan memberikan pelayanan kepada dua puluh orang warga masyarakat. Alih-alih, bila dalam setahun ada satu orang warga yang melahirkan.

Awil memastikan, kebijakan pembangunan pustu di Dusun Miantu’u hanya akan menghabiskan porsi anggaran dan merugikan keuangan daerah. Meski memang jaraknya yang sedikit berjauhan dengan lokasi puskesmas, namun pembangunan pustu dinilai tetap akan mubassir.
Kendati lokasi desanya berjauhan dengan puskesmas, namun persoalan jarak tidak pernah dijadikan sebagai alasan untuk tidak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Dusun Miantu’u.

Selama ini, aparat puskesmas tetap dapat menjangkau dan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Miantu’u dengan menggunakan kendaraan roda dua, jelasnya kepada wartawan by telefon hari Jum’at, (14/11).

Pria berkacamata ini balik menantang Kepala Desa Lamantu untuk menyiapkan fasilitas kendaraan roda dua yang distand bykan sebagai ambulance desa dan setiap saat dapat digunakan untuk melapor ke Puskesmas disaat ada warga yang menderita sakit ataupun membutuhkan pelayanan bersalin.

Dia juga menantang kepala desa untuk membentuk dan menyiapkan sarana pos obat desa. Adapun persoalan tenaga, pihaknya siap mempergilirkan tenaga perawat dan bidan untuk memberikan pelayanan pemeriksaan langsung pertiga kali seminggu, ke Dusun Miantu’u.
Setelah disiapkan sarana pos obat desanya, Ketua PPNI Kabupaten Kepulauan Selayar ini mengaku siap untuk memberikan suplay obat-obatan dan melakukan kunjungan pelayanan kesehatan setiap pertiga puluh hari sekali.

Meski demikian, tenaga perawat dan bidan tetap tidak akan dimungkinkan untuk setiap hari memberikan ke Dusun Miantu’u, terutama disaat tidak ada pasien. Selain karena persoalan medan jalannya yang berat untuk dilalui, jaraknya juga terlalu jauh untuk dapat dijangkau setiap hari.

Ia berharap, pemerintah kecamatan pasimarannu tidak terlalu membesar-besarkan persoalan pengalihan pustu Dusun Miantu’u, sementara mereka tidak menguasai tekhnis persoalan pembangunan pustu.

Dikatakannya, masih terlalu banyak alternatif jalan keluar yang dapat ditempuh oleh pemerintah, ketimbang harus mengucurkan dana besar untuk menyediakan sarana bangunan pustu khusus Dusun Miantu’u.

Pemerintah, diminta untuk mempertimbangkan kembali rencana kebijakan pembangunan sarana prasarana pelayanan kesehatan khusus di Dusun Miantu’u, baik bangunan pustu ataupun Poskedes.

Sebab poskesdes baru dapat dibangun disebuah wilayah, bila poskesdes tersebut mampu mengcover pelayanan minimal lima puluh kepala keluarga, pungkas Awil Taiyeb mengakhiri perbincangan by telefon dengan wartawan. (fadly syarif)

Check Also

A.Aziz Dilantik Sebagai Sekda Aceh Utara Difinitif

Lhoksukon, sidaknews.com – Di Aula kantor Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe, Selasa (23/05/2017) sore dipenuhi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *