Senin , 29 Mei 2017
Home » Daerah » Aceh » Keterlibatan Pemuda Gampong Dalam Penataan Pasar Tradisional Banda Aceh Sangat Dibutuhkan

Keterlibatan Pemuda Gampong Dalam Penataan Pasar Tradisional Banda Aceh Sangat Dibutuhkan

Muzakir Raza Pahlevi Ketua Persatua Persaudaraan Pedagang Pasar Aceh (P4A) dua dari kanan (Foto, Dok, Pribadi)
Muzakir Raza Pahlevi Ketua Persatua Persaudaraan Pedagang Pasar Aceh (P4A) dua dari kanan (Foto, Dok, Pribadi)

BANDA ACEH,Sidaknews.com – Menanggapi keluhan warga peuniti tentang maraknya perbuatan yang tidak terpuji, seperti main judi, mabuk-mabukkan di pasar pagi peuniti hal ini dari dulu sudah terjadi sebelum pasar pagi peuniti di bongkar.

Ini sangat meresahkan pedagang maupun masyarakat peuniti, sebut Muzakir Raza Pahlevi Ketua Persatua Persaudaraan PedagangPasar Aceh (P4A) dalam rilis yang di kirim kepada media ini (17/10/2014) tadi Pagi.

Dalam persoalan ini pemrintah kota banda Aceh harus segera mengambil sikap tentang persoalan tersebut agar aktivitas pasar berjalan dengan baik dan masyarakat di gampong peuniti juga bisa nyaman.

Waktu sebelum pembongkaran pasar pagi peuniti P4A sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak berwenang, namun tidak ditanggulagi dengan baik, setelah pasar selesai dibangun malah maksiat makin merajalela.

Untuk masalah keterlibatan pemuda gampong dalam pengelolaan pasar, P4A sudah sepakat dari dulu, malah program keterlibatan perangkat desa P4A sudah mengajukan kepada pemerintah, DPRK termasuk Disperindagkop Kota Banda Aceh. Namun kami tidak mengerti kenapa program keterlibatan perangkat desa seperti pemuda gampong dalam pengelolaan pasar tidak berjalan maksimal.

Memang sangat di perlukan keterlibatan pemuda gampong maupun perangkat desa dalam pengelolaan pasar-pasar yang ada di Banda Aceh termasuk penataan PKL, karna gampong juga mempunyai hak untuk mengatur wilayah sendiri, seperti PKL atau pasar tradisional agar wilayah gampong tertip dan bersih.

Dengan keterlibatan gampong dalam pengelolaan pasar makan gampong pun bisa membuat aturan seperti tidak boleh berjualan di jalan atau di depan pasar dengan aturan gampong, hal ini bisa membantu pemerinta dalah penataan PKL maupun penataan pasar tradisional agar terlihat tertip dan aman.

Kami berharap agar Walikota Banda Aceh bisa mengambil kebijakan mengenai hal ini dan hal ini sangat bermamfaat, jadi semua komponen masyarakat termasuk ormas mapun TNI Polri terlibat dalam penataan kota, demikian urai Muzakir. (Hasbi/mukarram)

Check Also

Suasana Ramadhan di Kota Peureulak Spontan Berubah, Pedagang Musiman Penuh Disepanjang Jalan

Aceh Timur, sidaknews.com – Kebiasaannya setiap tahun penjualan jajanan atau bukaan puasa penuh di jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *