Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Kilas Balik Bahaya Laten Komunis

Kilas Balik Bahaya Laten Komunis

Drama, Penyiksaan PKI terhdp para Jenderal TNI di Lubang Buaya Jakarta.
Drama, Penyiksaan PKI terhadap para Jenderal TNI di Lubang Buaya Jakarta.

Jakarta,Sidaknews.com – Peringatan peristiwa penghianatan G30S PKI, tahun ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana seluruh anggota DPR-RI yang bakal dilantik pada tanggal yang bersamaan dengan peristiwa tersebut, sama-sama mengikuti upacara yang dipusatkan di Lubang Buaya Cipayung Jakarta Timur.

Tepat pukul 18.00 WIB tanggal 30 September 1965, tujuh Jenderal TNI Angkatan Darat dibunuh dan dikubur oleh PKI di kawasan Lubang Buaya, Cipayung,Jakarta Timur.Sebagai penghormatan Negara memberikan penghargaan terhadap ketujuh Jenderalitu, kemudian diberi gelar pahlawan revolusi.

Meskipun peristiwa pemberontakan G30S-PKI itu terjadi 49 tahun silam, bahaya laten ideologi komunis tetap mesti diwaspadai.

Dikatakan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Gatot Nurmantyo “Kelompok idelogi komunis melakukan pengkhiantan terhadap pemerintahan dan idelogi Pancasila yang terjadi 49 tahunlalu,” ujar KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutan di acara peringatan 30 September dan doa bersama untuk Pahlawan Revolusi di Monumen Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

Dia juga menambahkan bahwa pentingnya untuk menjaga fakta-fakta otentik agar tidak dikaburkan dan diputar-balikan. Sehingga tidak membingungkan generasimuda yang akan datang.”Sekaligus menggunggah hati kita semua agar kedepan tidak terulang kembali kejadian seperti ini,” paparnya.

Kehadiran ideologi komunis merupakan musuh bersama bagi rakyat NKRI. sehingga kita harus apat mewaspadai dan menjaga keutuhan bangsa sehingga tidak mudah terpengaruh. Ideologi komunis merupakan bahaya laten musuh bersama kita sehingga kita harus memelihara kewaspadaan serta menjaga keutuhan NKRI agar tidak mudah terpengaruh.

Imbuhnya, selain sebagai bahaya laten, komunis juga sudah mulai bermeta morfosa sesuai tuntutan zaman dengan menyusupkan kader-kader komunis. “Bahkan aliran kiri paham otoriter menghasilkan neo-komunis dengan mengusung isu demokrasi cukup membuktikan idelogi komunisme sebagai ideologi yang tidak pernah mati yang dapat mengancam keutuhan wilayah Kesatuan Indonesia,” pungkasnya. (HarisMaloko)

Check Also

Basrah Serahkan Bukti Baru, BPH Penuhi Panggilan Polres Kota Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Polres Kota Padangsidimpuan kembali menerima tambahan bukti-bukti yang menguatkan pemilik Nomor HP …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *