Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Klinik Eka Medika tak Kantongi Ijin Rawat Inap

Klinik Eka Medika tak Kantongi Ijin Rawat Inap

Rapat
Komisi IV DPRD Kabupaten Purwakarta Panggil Pihak Klinik Eka Medika terkait dengan salah seorang Pasien bernama Pupelia 6 Tahun terancam tangannya diamputasi, diduga terkena kuman ganas.

Purwakarta, Sidaknews.com – Dugaan Malpraktek yang dilakukan oleh salah satu Klinik Eka Medika di Plered Kabupaten Purwakarta terhadap salah satu pasien Pupelia (6) yang terancam tangannya diamputasi karena diduga terkena kuman ganas, namun belum diketahui secara pasti penyebab pastinya, berbuntut pemanggilan oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Purwakarta Selasa (25/3).

Komisi IV DPRD Kabupaten Purwakarta yang memanggil Pihak Klinik Eka Medika, UPTD Puskesmas Plered, Dinas Kesehatan Purwakarta dan Camat Plered untuk dimintai keterangannya, namun sayang keluarga dari Pasien tak hadir dengan alasan masih menunggu anaknya di RS Hasan Sadikin Bandung.

Pihak Klinik Eka Medika yang diwakilkan oleh Erwin yang juga Kakak dari Ridho pemilik Klinik tersebut menjelaskan dari awal pihaknya telah melakukan prosedur penanganan pasien namun sampai terjadi Pembengkakan dan sampai terancam diamputasi karena diduga terkena kuman ganas setelah dibawa pulang oleh keluarga Pupelia.

“Standard penanganan medis telah kami lakukan, sampai ke tes alergi obat, keluarga juga telah menyetujui untuk diberi infus pada waktu itu karena Pupelia mengalami demam tinggi didiagnosa pasien terkena Typus, kami juga sempat menunggu ibu pasien untuk penanganan lebih lanjut karena ibunya berada di Bandung”ujarnya

“Paraticvoid Fever(Demam) terus terjadi, infus dipasang karena pasien tidak mau makan, infus dipasang bergantian berganti karena infus tak bisa masuk, namun melihat hal itu keluarga pasien meminta agar dibawa pulang dengan alasan akan dirujuk ke RS lain.

Namun hal itu ternyata tak dilakukan, sempat juga keluarga pasien membawa kembali ke Klinik Eka Medika karena tangan Pupelia terjadi pembengkakan, hingga pihaknya juga membawa langsung ke RS Hasan Sadikin Bandung”ujar Erwin menjelaskan keterangan tulisan dari dr Yudha yang menangani pasien waktu itu

IMG00593-20140325-1016Namun berbeda ketika pihak UPTD  Puskesmas Plered Hj Yeyet yang menjelaskan Klinik Eka Medika ijinnya hanya rawat jalan, namun pada kenyataannya ternyata pasien dirawat Inap, ini sudah jelas melanggar aturan, dan selama ini Klinik Eka Medika pun tak pernah melakukan kewajibannya.

“Setelah kejadian seperti ini barulah Klinik tersebut membuka komunikasi ke UPTD Puskesmas, padahal selama ini komunikasi pun hampir dikatakan tidak ada, kewajibannya pun tidak dilkasanakan, apalagi ditambah hari ini mereka malanggar aturan rawat inap, klinik ini tak bisa lakukan rawat Inap karena ijinnya tidak ada”jelasnya

“Teguran Lisan pun sudah beberapa kali diberikan namun masih membandel, dan hari ini kami akan keluarkan teguran tertulis, dan ini juga sebagai contoh kepada Klinik lain yang bandel”tegasnya

Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta dr Anne yang didampingi dr Anno dari Teknik Medis mengatakan pihaknya sudah menurunkan team dan kita sudah berkordinasi dengan IDDI, namun untuk jenis penyakitnya masih diteliti.

“Sampai saat ini pihaknya belum dapat mengatakan bahwa pasien tersebut akibat dari Malprektek, hal ini harus diteliti, dan Pihak RS Hasan Sadikin Bandung pun belum bisa memastikan, namun dugaan sementara terkena Kuman Ganas, “ujarnya

Namun Ketua Komisi IV DPRD Purwakarta Dian Kencana bersama anggota lainnya merekomendasikan beberapa hal kepada Dinkes Purwakarta diantaranya  segera melakukan penelitian dengan melibatkan IDDI, apakah peyakit wajar atau salah prosedur, Klinik Eka medika tak memenuhi kewajibannya terhadap UPTD Puskesmas Plered harus ditinjau, Penaggung jawab Klinik dan pasien harus ada sehingga jelas pertanggung jawabnnya seperti apa.

Kesalahan prosedur rawat Eka Medika dianggap pelanggaran serius bila ijinnya hanya rawat jalan jangan menjadi dirawat inap, apapun itu terkait penanganan pasien bila klinik tidak mampu jangan coba-coba ditangani.

“Ini harus kita lakukan, dan Komisi IV tidak diam dan bungkam seperti yang ditulis di media, namun untuk penjelasanya kita harus menunggu hasil dari team yang menangani”tegas Dian Kencana

Menurut keterangan Klinik Eka Medika ini juga telah menghentikan kegiatannya sejak 21 Maret lalu karena gencarnya pemberitaan hingga membuat dokter dan pegawai di Klinik tersebut tak merasa nyaman, namun sampai berita ini diturunkan dr Yudha yang menangani pasien Pupelia pun belum bisa hadir karena sedang dinas keluar daerah Jawa. (Adi Tarigan)

Check Also

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Desak Gubernur dan DPRA Selamatkan UUPA

Banda Aceh, sidaknews.com – Pasca pengesahan UU No 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *