Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Komplotan Geng Motor Pelaku Pengeroyokan Dibekuk Polisi

Komplotan Geng Motor Pelaku Pengeroyokan Dibekuk Polisi

Ilustrasi. foto: net
Ilustrasi. foto: net

Tanjungpinang, sidaknews.com – Enam komplotan geng motor yang jadi pelaku kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang mengakibatkan Desta Hermawan (20) tewas berhasil dibekuk polisi.

Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi, Sabtu (18/1) dini hari di ruas jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang. Para pelaku yang satu “geng” ini ketika itu sedang berkumpul untuk menikmati ajang balapan liar di ruas jalan yang berada di depan kantor Gubernur Kepri lama ini.

Korban yang merupakan dari “geng” lain diketahui mengalami luka berat di sekujur tubuhnya akibat peristiwa tersebut hingga nyawanya tak tertolong setelah sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Keenam pelaku yang dibekuk tersebut yakni MHA (34), NE (33), IR (22), MIP (17), RR (27), RDA (27). Dari hasil penyelidikan, pelaku utama kasus ini yakni pelaku RR. Sedangkan pelaku IMP diketahui seorang pelajar di sebuah sekolah kejuruan menengah yang ada di Tanjungpinang.

“Sementara, pelaku lainnya membantu pengeroyokan. Tiga pelaku, MHA, NE dan IR memukul korban dengan batu,” kata Kapolres Tanjungpinang, AKBP Dwita Kumu Wardana didampingi Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Reza Morandy Tarigan saat menggelar konfrensi pers di Mapolres Tanjungpinang, Senin (26/1).

Reza mengatakan, dari hasil penyelidikan jika awal pemicu pengeroyokan diawali cekcok mulut antara RR dan korban yang saat itu diduga sama sama telah mengkonsumsi minuman beralkohol.

“Setelah sempat adu mulut, kemudian keduanya beradu fisik (berkelahi-red),” kata Reza.

Melihat teman satu “geng” nya berkelahi, lanjut Reza, sejumlah teman RR yang ketika itu berkumpul sambil menikmati ajang balapan liar mencoba membantu RR dan mengeroyok korban dengan menggunakan tangan maupun benda.

Usai mengeroyok korban yang menderita luka berat di sekujur tubuhnya, para pelaku langsung kabur meninggalkan tempat, hingga beberapa warga yang melintas mencoba menolong dan melarikan korban ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) untuk menjalani perawatan intensif.

Reza mengutarakan, tiga pelaku berhasil dibekuk di Batam ketika akan berusaha melarikan diri ke Pekanbaru, sedangkan tiga pelaku lainnya dibekuk di Tanjungpinang.

“Dalam proses penyelidikan kasus ini, kita telah memeriksa 12 orang. Enam diantaranya saat ini telah ditetapkan tersangka dan ditahan. Sedangkan, enam lagi tidak terlibat, meski begitu keenamnya  dikenakan wajib lapor,” kata Reza.

Perwira dengan tiga balok di pundaknya ini mengatakan para pelaku akan dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Sementara itu, salah satu pelaku RR kepada wartawan mengaku melakukan pengeroyokan pada korban karena tersinggung dengan ucapan yang dilontarkan korban ketika itu.

“Dia (korban-red) saat itu sudah mabuk, dia yang mulai dengan menarik kerah baju saya. Saya emosi, makanya saya balas,” ujar RR. Sementara pelaku lainnya lebih banyak bungkam ketika dicecar pertanyaan oleh sejumlah awak media.(Rindu Sianipar)

 

Check Also

Ir H. Yusri Yusuf atau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi dan menyalurkan bantuan sembako kepada  korban angin kencang yang menimpa beberapa rumah di Desa Deah Pangwa Dusun Bale Ara Kecamatan Trienggadeng, Sabtu sore (25/3/2017).

Yusri Melon Kunjungi Korban Angin Puting Beliung 

Pidie Jaya, sidaknews.com – Ir H. Yusri Yusuf aatau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>