Kamis , 23 Maret 2017
Home » Berita Foto » Kompolnas: Timur Jangan Tunda Revisi Aturan Bermasalah

Kompolnas: Timur Jangan Tunda Revisi Aturan Bermasalah

Timur Pradopo diminta tidak menunda-nunda
Timur Pradopo diminta tidak menunda-nunda

Jakarta, Sidaknews.com – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak Kapolri Jenderal Timur Pradopo tidak menunda-nunda revisi peraturan yang melarang Polwan menggunakan jilbab saat bertugas.

Peraturan “bermasalah” yang melarang penggunaan jilbab itu tertuang dalam Surat Keputusan Kapolri Nomor Polisi Skep/702/IX/2005.

“Sekarang momen yang tepat untuk merevisi peraturan itu,” ujar Komisioner Kompolnas Hamidah saat dihubungi wartawan, Selasa (23/7). Hamidah mengakui, pihaknya telah menerima aspirasi dari masyarakat dan jajaran Polri di wilayah, Polda, dan Polres yang berharap peraturan pakaian dinas itu direvisi dan mengakomodir keinginan Polwan menggunakan jilbab.

Mengingat, bagi seorang muslimah diwajibkan oleh agama untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat. “Ketika kami kunjungan ke Polda dan daerah, banyak yang menyampaikan itu,” ujar Hamidah. Dia mengatakan, model seragam jilbab bisa disesuaikan dengan aktivitas Polwan dalam menjalankan tugasnya. Ia yakin, jilbab tidak menggangu aktivitas Polwan dalam menjalankan tugasnya. “Bisa yang simpel,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Ronny Franky Somphy mengungkapkan, pihaknya telah menerima saran dari Kompolnas tersebut. Kendati demikian, pihaknya masih menganalisis untuk merevisi peraturan yang diterbitkan pada tahun 2005 tersebut.

Seperti diketahui, Timur telah membentuk tim dan menginstruksikan segera menggodok revisi surat keputusan Kapolri tahun 2005 tersebut. Polri tengah menyerap aspirasi dari masyarakat untuk mengevaluasi peraturan seragam dinas Polri tersebut. Sumber Sayangi.com

Check Also

Peneliti Jaringan Survei Inisiatif, Aryos Nivada

Aryos: Sengketa Hasil Pilkada Kewenangan MK, Bukan Wewenang Mahkamah Internasional

Banda Aceh, sidaknews.com – Menyikapi statemen dari Bale Seumike Aneuk Nanggroe (BESAN) yang mengancam akan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>