Selasa , 23 Mei 2017
Home » Berita Foto » Konsumsi Narkoba, Oknum Polisi dan Dua Model Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Konsumsi Narkoba, Oknum Polisi dan Dua Model Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Ketiga
Terdakwa Amri bersama dua teman wanitanya (duduk depan) saat menjalani persidangan di PN Tanjungpinang, Rabu (25/2). Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Seorang oknum polisi, Briptu Muhammad Amri Hasibuan (28) beserta dua rekannya yang merupakan model Tanjungpinang, Deslika (24) dan Titin Damiati (18) dituntut masing-masing selama satu tahun dan enam bulan penjara.

Bintara Polres Tanjungpinang dan dua model itu dinilai terbukti menggunakan narkotika jenis pil ekstasi dan sabu. Tuntutan tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rudi Sagala SH pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (25/2).

Menurut JPU, ketiga terdakwa dinilai bersalah melanggar ketentuan pasal 127 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan tindak pidana narkotika jo pasal 55 KUHP sebagaimana dalam dakwaan alternatif JPU.

“Atas perbuatannya, kami minta agar majelis hakim menghukum terdakwa selama satu tahun dan enam bulan penjara,” papar Rudi membacakan tuntutannya di hadapan majelis hakim.

Atas tuntutan tersebut, ketiga terdakwa kompak mengatakan akan mengajukan pembelaan (pledoi) melalui kuasa hukumnya, Habdi Sugeng Kumoro pada persidangan selanjutnya.

“Kami akan ajukan pembelaan yang mulia,” ujar Habdi di hadapan majelis hakim yang dipimpin Parulian Lumbantoruan ini.

Sebagaimana diketahui, kasus dugaan penyalahgunaan narkoba tersebut diungkap jajaran Satnarkoba Polres Tanjungpinang ketika para terdakwa diduga sedang menggelar pesta narkoba di sebuah rumah kontrakan di kawasan Perumahan Pinang Mas Residence di Jalan Raja Haji Fisabilillah (RHF) KM 8 Tanjungpinang sekitar 27 September 2014 yang lalu sekitar pukul 12.00 Wib.

Saat itu, penggerebekan di rumah kontrakan tersebut, dipimpin langsung Wakil Kepala (Waka) Polres Tanjungpinang, Kompol Hilman Wijaya bersama jajarannya setelah sebelumnya mendapat informasi dari masyarakat.

Rumah kontrakan tersebut ditempati Deslika dan Titin, sedangkan Amri tengah berkunjung dan tidur di dalam kamar yang ditempati Titin saat penggerebekan terjadi.

Dugaan pesta narkoba bermula 27 September 2014 sekitar pukul 05.00 Wib, Deslika baru saja pulang dari Aston dan Volcano Pub bersama temannya, dan sempat membeli sarapan pagi. Deslika kemudian datang ke rumah kontrakan. Tiba di sana, sudah ada Titin dan Amri.

Titin saat itu meminta obat (pil ekstasi) ke Deslika. Permintaan itu disanggupi. Bukan hanya menyerahkan pil, Deslika juga menyiapkan dua paket sabu sembari menuju kamar yang ketika itu ada Amri di dalamnya. “Terdakwa Amri hanya mengambil dua butir ekstasi saja, kemudian dipecah menjadi tiga bagian,” urai jaksa dalam dakwaannya.

Namun, kegiatan (dugaan pesta narkoba-red) para terdakwa terhenti ketika penggerebekan dilakukan petugas yang dipimpin langsung Wakapolres Tanjungpinang. Saat penggerebekan, polisi menemukan satu seperempat butir pil ekstasi logo mercy warna coklat dengan berat 0,35 gram di kamar yang ditempati Titin dan Amri.

Kemudian, polisi menggeledah kamar Deslika, dari sana polisi menemukan dua paket sabu dengan berat 0,86 gram. Kemudian polisi melakukan pengembangan dan melakukan penggeledahan di rumah kontrakan Amri di Jalan Pembakaran Mayat kompleks Perum Griya Asri.

Disana, polisi mendapati satu plastik bening yang diduga bekas bungkusan sabu, sebuah pipet. Kemudian ketiganya digelandang ke kantor Satnarkoba Polres Tanjungpinang untuk proses selanjutnya. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan pembelaan terdakwa.(Rindu Sianipar)

Check Also

Gubernur Aceh Minta Dinas Terkait Pastikan Harga Daging Meugang Dibawah 130 Ribu Per Kilogram

Banda Aceh, sidaknews.com – Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta dinas terkait untuk memastikan harga daging …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *