Sabtu , 27 Mei 2017
Home » Berita Foto » Kontraktor Tipu IRT Dibui 1,3 Tahun Penjara

Kontraktor Tipu IRT Dibui 1,3 Tahun Penjara

 

Ilustrasi: penipuan
Ilustrasi: penipuan.

Tanjungpinang, Sidaknews.com – Gelapkan dan tipu uang seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) senilai Rp 60,5 juta, terdakwa Alex Darmawan divonis majelis hakim selama satu tahun dan tiga bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (13/11/2014).

“Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman selama satu tahun dan tiga bulan penjara, dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” kata majelis hakim yang dipimpin Bambang Trikoro SH tersebut.

Ia dinilai terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penggelapan sebagaimana dalam dakwaan jaksa Rudi Bona Sagala SH dari Kejari Tanjungpinang.

Vonis tersebut sama lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa selama satu tahun dan enam bulan. Atas tuntutan tersebut, terdakwa mengatakan menerima, begitu juga dengan jaksa mengutarakan hal yang sama.

Kasus penipuan dan penggelapan ini sebagimana dalam keterangan terdakwa dalam persidangan beberapa waktu lalu menjelaskan jika terdakwa memulai aksinya tersebut sekitar bulan Februari 2014 lalu.

Dengan bermodalkan surat kepemilikan sebuah perusahaan pengadaan barang dan jasa, ia berhasil memperdayai korban Anita, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT). Dirinya mengaku sebagai kontrator kepada korban dan menawarkannya sebuah proyek pengadaan yang ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan dengan pagu dana senilai Rp 400 juta.

Namun, jika korban ingin mendapatkan proyek tersebut, dirinya meminta uang jaminan dan uang operasional selama proses pelelangan. “Dari uang jaminan itu, saya gunakan untuk biaya operasional untuk mengurus proyek,” ujar Alex kala itu.

Untuk menyakinkan korbannya, terdakwa memperlihatkan dokumen lengkap sebuah perusahaan pengadaan miliknya dan menyakinkan korban jika proyek tersebut sudah berhasil didapatkannya dengan cara penunjukkan langsung.

“Rencananya, dari proyek tersebut saya dan ibu Anita akan mendapatkan keuntungan berupa fee,” ujar terdakwa.

Karena termakan bujuk rayu dan berharap mendapatkan keuntungan dari proyek tersebut, akhirnya korban menyerahkan sejumlah uang dengan dalih uang jaminan. Uang tersebut diserahkan bertahap.”Sekitar Rp 25 juta saya gunakan untuk mengurus proyek tersebut,” ujar Alex.

Setelah berselang beberapa lama, karena curiga dengan gerak-gerik terdakwa, akhirnya korban mencoba mengecek sendiri proyek tersebut ke dinas terkait. Ternyata proyek yang dijanjikan tidak ada alias fiktif. “Saya coba mencari proyek yang lain,” ujar terdakwa mencoba membela diri di hadapan hakim.

Merasa dibohongi, kemudian korban melaporkan perbuatan terdakwa ke pihak berwajib hingga kasusnya kini bergulir di meja hijau.”Saya lagi tidak punya uang pak hakim,” ujar terdakwa ketika dicecar pertanyaan oleh hakim kenapa dirinya sampai melakukan perbuatan tersebut. (Rindu Sianipar)

Check Also

Bupati Sergai Resmikan BUM Desa “Maju Bersama” Desa Kuta Pinang

-BUM Desa Sebagai Pelaku Ekonomi Yang Mengelola Potensi Desa Secara Kolektif Sergai, sidaknews.com – Badan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *