Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Korban Butuh Keadilan Hukum

Korban Butuh Keadilan Hukum

Jaka korban pengeroyokan
Jaka Syafriadi korban pengeroyokan

Tanjungpinang,Sidaknews.com– Peristiwa terjadinya pengeroyokan yang menimpa seorang jurnalistik Jaka syafriadi pada bulan Juni yang lalu pada tanggal ( 16/06) sampai saat ini belum ada tanggapan dan kelanjutan penyelidikan dari pihak polsek tanjungpinang barat.

Kejadian itu terjadi di rumahnya saat korban sedang tertidur di teras depan rumah yang berada di jalan puncak indah, gang puncak 1 RT 02/RW 13 kelurahan kemboja Tanjungpinang Barat.

Saat terjadinya peristiwa pengeroyokan minggu malam senin itu di rumah korban, “jaka syafriadi” kasus ini langsung dilaporkan ke-Polsek Tanjungpinang barat, dan pihak polsek langsung mengambil hasil visum di RSUD Tanjungpinang, untuk sebagai bukti sejauh mana kebenaran kasus pengeroyokan ini terjadi pada korban pada hari Minggu malam 16/06.

Sedangkan para saksi yang melihat kronologis tentang kejadian itu sudah di mintai keterangannya oleh pihak Polsek Tanjungpinang barat sebagai bukti untuk menguatkan bagi pihak korban selaku orang yang merasa di rugikan.

Agus riawantoro.SH melalui kuasa hukum korban meminta kepada pihak Kapolres Tanjungpinang untuk agar teguran kepada penyidik atau bawahannya yang menangani setiap perkara agar lebih profesional, seharusnya penyidik harus melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap tersangka (Adhus, Salihan, Sapi’i), yang sudah jelas-jelas sudah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap korban.

Menurut keterangan Jaka sebagai korban, Pada saat pihak Polsek mendapat teguran dari Polres tanjungpinang, maka Pihak Polsek tanjungpinang memberikan surat BP2HP kepada korban yang di dalam surat tersebut mengatakan pihak Polsek melakukan pemeriksaan perkara pada tanggal 17 Juli 2013 terhadap kasus yang jelas pada pada BAP sudah sangat jauh sekali.

Hingga sampai saat ini pun Polsek Tanjungpinang barat belum melakukan penahanan terhadap pelaku penganiayaan, sementara pihak korban sampai saat ini belum mendapat kepastian hukum dari Polsek Tanjungpinang barat tentang perkara ini, Apakah ini yang di namakan seorang aparat yang mengayomi masyarakat, atau sudah ada uang sogokan yang di terima oleh Polsek Tanjungpinang sebagai penutup dalam perkara ini, ungkap jaka.

Kita butuh keadilan hukum, bukan hukum mau dipermainkan, jika kasus ini di peti eskan oleh penyidik polisi, akan berdampak secara negatip, hal ini juga disampaikan oleh Kuncus Ketua LSM ICTI-NGO Kepri (Investigation Coruuption Transparan Independen) Non Government Orzanitation menghimbau kepada seluruh jajaran penengak hukum khususnya kepolisian agar lebih hati-hati menangani dan memproses suatu perkara, tunjukkanlah ke profesionalisme agar hukum itu bisa berjalan sebagai mana mestinya.(Redaksi)

Check Also

Basrah Serahkan Bukti Baru, BPH Penuhi Panggilan Polres Kota Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Polres Kota Padangsidimpuan kembali menerima tambahan bukti-bukti yang menguatkan pemilik Nomor HP …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *