Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Korupsi Dana Masjid, Dua Pengurusnya Dibui 15 Bulan Penjara

Korupsi Dana Masjid, Dua Pengurusnya Dibui 15 Bulan Penjara

foto sidang
Sepuluh saksi saat memberikan keterangan pada persidangan kasus korupsi dana hibah pembangunan masjid di Pengadilan Tipikor pada PN Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Foto: dok

Tanjungpinang, sidaknews.com – Terbukti bersalah melakukan korupsi dana hibah pembangunan masjid Jamiatul Aula Sebong Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan, dua pengurusnya terdakwa Yusrizal Efendi dan Zainal Arifin divonis majelis hakim masing-masing selama satu tahun dan tiga bulan penjara.

Vonis tersebut dibacakan hakim pada persidangan di Pengadilan Tipikor pada PN Tanjungpinang, Rabu (24/12) kemarin.”Atas perbuatannya, para terdakwa dijatuhi hukuman selama satu tahun tiga bulan penjara,” ujar majelis hakim yang dipimpin Aji Suryo tersebut membacakan amar putusannya.

Selain hukuman badan, kedua terdakwa yang merupakan pengurus masjid dibawah naungan Yayasan Al-Anshar tersebut, kedua terdakwa juga dikenakan hukuman denda Rp 200 juta subsider dua bulan penjara.

Kedua terdakwa dinilai terbukti bersalah melanggar ketentuan pasal 3 jo pasal 9 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang korupsi jo pasal 55 KUHP sebagaimana dalam dakwaan subsider jaksa.

Tuntutan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang pada persidangan lalu menuntut kedua terdakwa selama enam tahun enam bulan penjara dan hukuman denda sebesar Rp 200 juta subsider dua bulan.

Selain itu jaksa juga memngenakan hukuman membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp 73 juta. Jika tidak dibayar maka akan diganti hukuman selama tiga tahun dan enam bulan penjara.

Jaksa dalam tuntutannya, menilai jika terdakwa terbukti melanggar pasal 2 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang korupsi jo pasal 55 KUHP sebagaimana dalam dakwaan primer jaksa.

Terhadap putusan yang jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa tersebut, kedua terdakwa mengatakan pikir-pikir, begitu juga dengan jaksa yang saat persidangan diwakili jaksa Rebuli Sanjaya.

“Pikir-pikir pak hakim,” ujar terdakwa yang juga didampingi kuasa hukumnya Lukman Nawir dan Iwa Susanti.

Sebagaimana diketahui, kasus korupsi pembangunan masjid Jamiatul Aula Sebong Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan tersebut melibatkan Ketua dan Wakil Yayasan Al-Anshar Bintan, Yusrizal Efendi dan Zainal Arifin.

Adapun modus yang dilakukan para terdakwa yakni pembuatan laporan fiktif yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kerugian negara berdasarkan hasil audit BPKP senilai Rp147 juta. Akan tetapi, menurut jaksa, jika perkiraan kerugian negara sesuai fakta persidangan hanya Rp 73 juta.

Pelaksanaan pembangunan masjid dilakukan oleh Yayasan Al-Anshar yang menerima dana hibah dari Pemkab Bintan melalui APBD sebesar Rp200 juta pada tahun 2011.

Kemudian pada tahun 2012 kembali digelontorkan dana hibah sebesar Rp430 juta. Kasus ini terungkap, setelah masyarakat melaporkan dugaan ketidakberesan dalam renovasi masjid ke Polres Bintan. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti polisi hingga kasusnya bergulir ke pengadilan.(Rindu Sianipar)

Check Also

Kasus Narkoba Toko “Taya Ban”, Dua Terdakwa Divonis Seumur Hidup

Tanjungpinang, sidaknews.com -Idriszal Efendi (26) dan Edo Renaldi (24), dua terdakwa dalam kasus penggerebekan narkoba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *