Home » Berita Foto » Korupsi, Dedi Chandra Dituntut 8 Tahun Penjara

Korupsi, Dedi Chandra Dituntut 8 Tahun Penjara

sidang Dedi
Terdakwa Dedi Chandra saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Kamis (11/12). Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Dedy Chandra, terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lahan Unit Sekolah Baru (USB) Tanjungpinang tahun 2009 senilai Rp 1,8 miliar dituntut selama delapan tahun penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan jaksa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada PN Tanjungpinang, Kamis (11/12).”Kami mohon agar majelis hakim menghukum terdakwa selama delapan tahun penjara,” kata jaksa yang dikomandoi Kasipidsus Kejari Tanjungpinang, Maruhum.

Selain hukuman badan, Dedi juga dikenakan hukuman denda sebesar Rp 200 juta subsider tiga bulan penjara serta dikenakan hukuman membayar uang pengganti kerugian negara yang timbul dalam kasus ini yakni senilai Rp 1,8 miliar berdasarkan audit BPKP.

“Jika tidak dibayarkan selama tenggang waktu satu bulan, sejak kasus ini memperoleh kekuatan hukuman tetap, maka akan dapat diganti dengan hukuman berupa hukuman kurungan selama empat tahun,” papar jaksa.

Dalam tuntutan jaksa juga diutarakan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa yakni hal yang memberatkan, terdakwa dinilai berbelit-belit selama proses persidangan. Tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

“Sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan merupakan tulang punggung keluarganya,” ujar jaksa.

Jaksa menilai terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah sebagaimana dalam dakwaan primer melanggar pasal 2 jo pasal 12 UU nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001, tentang korupsi jo pasal 55 KUHP.

Terhadap tuntutan tersebut, Dedi yang didampingi kuasa hukumnya mengatakan akan mengajukan pembelaan (pledoi) terhadap tuntutan yang diajukan jaksa. Sidang yang dipimpin Parulian Lumbantoruan tersebut akan dilanjutkan minggu depan.

Usai persidangan, Dedi yang berusaha dikonfirmasi sejumlah awak media terkait tuntutan memilih bungkam. Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya. Ia berusaha menghindar dan meninggalkan kerumunan wartawan menuju ruang tahanan sementara PN Tanjungpinang.

“Kita akan pledoi,” kata salah satu penasehat hukum terdakwa menanggapi .

Sekedar diketahui, hingga saat ini, penyidik Polres Tanjungpinang yang menangani perkara ini telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini.

Keempat tersangka yang masuk dalam tim 5 dan tim 9 pembebasan lahan yakni Dedy Chandra, mantan Kabag Tata Pemerintahan (Tapem), Gustian Bayu Kabag Agraria Pemko Tanjungpinang.

Yusrizal mantan Kasi HT BPN Tanjungpinang dan mantan Camat Tanjungpinang Timur Syafrizal. Dedi dan Gustian Bayu telah menjalani proses persidangan, sedangkan dua tersangka lainnya masih ditangani kepolisian, sementara Syafrizal dan Yusrizal belum dilakukan penahanan.

Adapun indikasi adanya korupsi dalam kasus ini dengan modus menaikkan harga pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan hingga terjadinya penggelembungan (mark-up) dana. Sementara, perkiraan kerugian negara yang timbul dalam kasus ini senilai Rp1,8 miliar berdasarkan audit BPKP.

Adapun Tim 9 pembebasan lahan yakni, Wan Samsi selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemko Tanjungpinang, Surya Dianus sebagai Kepala BPN Tanjungpinang, Tri Agus Kasmanto sebagai Pj. Kakantor Pajak Pratama Tanjungpinang.

Syafrial Evi sebagai Kepala Bappeda dan Penanaman Modal Pemko Tanjungpinang, Dedi Candra sebagai Kabag Administrasi dan Tapem Pemko Tanjungpinang, Syafrizal selaku Camat Tanjungpinang Timur, Yusrizal selaku Kasi HT BPN Tanjungpinang, Gustian Bayu selaku Kasubbag Agraria Pemko Tanjungpinang dan Wan Martalena sebagai Lurah Pinang Kencana.(Rindu Sianipar)

Check Also

yayasan al idris dalam tahap pengerjaan gedung.

Perdana, Besok Yayasan Al Idris Buka Pendaftaran Santri Baru

Bintan, sidaknews. com – Yayasan Al Idris Kepulauan Riau pada 18 Januari 2017 mulai membuka …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>